BONDOWOSO — Komitmen mendorong generasi muda mengembangkan bakat dan prestasi olahraga diwujudkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso melalui gelaran lomba BMX Cross dan Kontes BMX se-Jawa Timur di Sirkuit BMX Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Tak sekadar menjadi arena perlombaan, kegiatan ini diarahkan sebagai wadah bagi anak muda untuk menyalurkan minat, mengasah kemampuan, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet BMX berprestasi dari Bondowoso.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya partainya untuk memfasilitasi bakat dan minat masyarakat, khususnya generasi muda di bidang olahraga sepeda BMX.
Menurut Sinung, meski persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu relatif singkat, antusiasme peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur cukup tinggi. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan tahunan.
“Latihan bersama ini kami kemas seminimalis mungkin karena waktunya juga mendadak. Namun, komitmen kami, PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso, agenda ini akan menjadi agenda tetap tahunan untuk memfasilitasi bakat dan minat, khususnya warga Kabupaten Bondowoso,” ujar Sinung .
Ia mengapresiasi kehadiran peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur yang turut meramaikan kompetisi tersebut.
Menurutnya, semakin banyak peserta yang terlibat, semakin besar pula ruang bagi atlet muda Bondowoso untuk belajar dan mengukur kemampuan.
Sinung berharap ajang tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pembinaan atlet BMX secara berkelanjutan sehingga mampu membawa nama Bondowoso ke tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga niat baik ini diiringi rida Allah SWT. Seperti yang disampaikan pembawa acara, kegiatan ini untuk menggali potensi. Semoga bisa membawa nama harum Kabupaten Bondowoso khususnya dan Jawa Timur pada umumnya.
Syukur-syukur bisa sampai ke kancah nasional dan internasional,” katanya.
Balapan Kecepatan dan Adu Kreativitas
Dalam ajang tersebut, BMX Cross atau BMX Race dan Kontes BMX memiliki karakter kompetisi yang berbeda.
BMX Cross berfokus pada kemampuan peserta memacu sepeda di lintasan dengan berbagai rintangan.
Kecepatan, teknik melewati obstacle, kontrol sepeda, strategi balapan, serta ketahanan menjadi faktor penting dalam perlombaan.
Sementara itu, Kontes BMX lebih menitikberatkan pada kreativitas dan keterampilan melakukan berbagai trik. Peserta dituntut menampilkan gerakan yang atraktif, teknik, keberanian, serta penguasaan sepeda di arena.
BMX Race sendiri merupakan salah satu nomor olahraga sepeda yang dipertandingkan secara resmi dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal tersebut membuat pembinaan di tingkat daerah menjadi penting sebagai bagian dari proses pencarian dan pengembangan atlet potensial.
Diikuti 140 Peserta se-Jawa Timur
Kompetisi tersebut mendapat respons dari komunitas BMX di berbagai daerah. Peserta datang dari Lumajang, Probolinggo, Banyuwangi, Pasuruan, Situbondo, Jember, Bondowoso, hingga Madura.
Tercatat sekitar 140 peserta ambil bagian dalam kategori peserta se-Jawa Timur. Sementara itu, kontes sepeda lokal diikuti sebanyak 34 peserta.
Sejumlah kategori diperlombakan, mulai dari kelompok usia anak-anak hingga kategori dewasa dan master.
Kategori BMX Race yang dipertandingkan antara lain Lokal SD 6–9 tahun, Lokal SD 10–12 tahun, Lokal SMP 13–15 tahun, Lokal SMA 16–19 tahun, Challenge Boy 6–9 tahun, Challenge Boy 10–12 tahun, Challenge Boy 13–15 tahun, Challenge Girl hingga 15 tahun, Men Open 16 tahun ke atas, Master BMX 30 tahun ke atas, serta Master MTB 30 tahun ke atas.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri sejumlah tokoh olahraga sepeda, di antaranya Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember, Aris, yang juga merupakan mantan atlet nasional sepeda, serta Ketua ISSI Situbondo, Iwan.
Kehadiran pengurus ISSI dan mantan atlet nasional tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga sepeda, khususnya BMX, di wilayah Tapal Kuda.
Melalui kompetisi tersebut, para peserta tidak hanya beradu cepat dan keterampilan, tetapi juga memperoleh pengalaman bertanding dengan pembalap dari daerah lain.
Bagi Bondowoso, ajang ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun pembinaan BMX yang lebih terarah. Dengan fasilitas, kompetisi, dan pembinaan yang berkesinambungan, potensi atlet muda daerah diharapkan tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi mampu berkembang hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Gelaran BMX Cross dan Kontes BMX tersebut pun menjadi pesan bahwa olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya, berprestasi, sekaligus mengharumkan nama daerah.














