Beranda Ekonomi & Teknologi Rehabilitasi Sosial Tak Sekadar Bangun Rumah Tak Layak Huni , Dinsos P3AKB...

Rehabilitasi Sosial Tak Sekadar Bangun Rumah Tak Layak Huni , Dinsos P3AKB Siapkan Pendampingan Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST — Upaya penanganan warga rentan di Kabupaten Bondowoso dilakukan secara terpadu. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso bersama sejumlah organisasi sosial dan profesi mulai membongkar rumah tidak layak huni milik keluarga Endi di RT 04/RW 02, Desa Koncer Darul Aman, Kecamatan Tenggarang, Minggu (2/8/2026).

Bangunan lama milik keluarga tersebut dibongkar untuk kemudian dibangun kembali menjadi rumah yang lebih layak.

Langkah itu menjadi bagian dari rehabilitasi sosial terpadu yang tidak hanya menyasar kondisi tempat tinggal, tetapi juga aspek kesehatan, pendampingan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, mengatakan penanganan keluarga Endi dilakukan dengan melibatkan berbagai potensi sumber kesejahteraan sosial.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi keluarga tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan rumah. Karena itu, intervensi dilakukan secara menyeluruh agar keluarga mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya.

“Dinsos P3AKB melakukan rehabilitasi secara terpadu dengan melibatkan seluruh potensi sumber kesejahteraan sosial,” ujar Imron.

Kondisi Keluarga Menjadi Perhatian
Keluarga Endi diketahui memiliki kondisi sosial dan ekonomi yang cukup berat. Endi sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Sementara itu, istrinya disebut mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Keluarga tersebut juga memiliki anak yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Salah seorang anak telah sekitar 10 tahun meninggalkan rumah, sedangkan anak lainnya saat ini menjalani rehabilitasi di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan keluarga secara terintegrasi.

Dinsos P3AKB tidak hanya melihat persoalan kemiskinan dan kondisi hunian, tetapi juga kebutuhan pendampingan kesehatan serta keberlanjutan kehidupan keluarga.

1785517338444

Bukan Sekadar Bedah Rumah
Pembangunan rumah menjadi tahap awal dalam program tersebut. Sejumlah lembaga dan organisasi turut mengambil bagian dalam upaya penyediaan hunian yang lebih layak.

Mereka antara lain Badan Penanggulangan Bencana Persatuan Perawat Nasional Indonesia (BAPENA PPNI), Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), serta Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF).

Namun, rehabilitasi tidak berhenti setelah rumah selesai dibangun.
Pemerintah desa juga berkomitmen memberikan pendampingan melalui program home care, terutama untuk memastikan anggota keluarga yang membutuhkan mendapatkan kontrol rutin ke poli jiwa serta menjalankan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pendampingan tersebut dinilai penting agar proses rehabilitasi berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada pemberian bantuan fisik.
Pemberdayaan Ekonomi Jadi Tahap Berikutnya

Aspek ekonomi juga menjadi perhatian. YDSF akan memberikan pendampingan pemberdayaan kepada keluarga Endi agar memiliki sumber penghasilan yang dapat menopang kebutuhan sehari-hari.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian keluarga sesuai dengan potensi dan kondisi yang dimiliki.

Model penanganan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam menangani keluarga rentan secara lebih komprehensif.

Dinsos P3AKB Bondowoso menilai rehabilitasi sosial yang terintegrasi—mulai dari hunian layak, pendampingan kesehatan, dukungan keluarga hingga pemberdayaan ekonomi—dapat menjadi role model penanganan sekaligus peningkatan kesejahteraan warga yang menghadapi persoalan sosial berlapis.

Bagi keluarga Endi, pembangunan rumah baru bukan sekadar mengganti bangunan lama. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kembali kehidupan keluarga melalui dukungan sosial, kesehatan, dan ekonomi yang berkelanjutan.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521