Bondowoso – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso, KH. Asyari Fasha, Lc., menegaskan bahwa salah satu tugas utama MUI adalah menjaga dan mengawal pelaksanaan dakwah agar tetap berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Sabha Bina Praja Bondowoso.
Menurut KH. Asyari Fasha, keberadaan MUI tidak hanya berfungsi sebagai wadah para ulama, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing umat melalui dakwah yang menyejukkan, moderat, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“Yang menjadi tugas MUI adalah berdakwah sesuai dengan akhlakul karimah. Ulama merupakan pewaris para nabi, sehingga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi MUI saat ini semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, peran ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan menebarkan pesan persatuan menjadi sangat penting.
Selain itu, KH. Asyari Fasha juga mengungkapkan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kabupaten Bondowoso direncanakan akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.
Musda tersebut akan menjadi forum untuk menentukan kepengurusan MUI Kabupaten Bondowoso periode berikutnya.
Dalam kesempatan itu, ia memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Bondowoso. Pasalnya, masa khidmat 2021–2026 merupakan periode kedua dirinya memimpin organisasi tersebut.
Menurutnya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MUI mengatur bahwa masa jabatan ketua hanya dapat dijalankan selama dua periode.
“Dalam AD/ART sudah jelas bahwa kepengurusan hanya boleh dua periode. Insyaallah pada Musda Oktober 2026 nanti akan dipilih kepengurusan baru. Saya sudah menyelesaikan amanah selama dua periode,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tholabah itu.
Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua pada periode mendatang, KH. Asyari Fasha menegaskan dirinya tetap akan berkontribusi dalam mendukung program-program MUI dan pembinaan umat di Kabupaten Bondowoso.
Ia berharap kepengurusan yang akan datang mampu melanjutkan program-program MUI secara lebih baik serta memperkuat peran organisasi sebagai mitra umat dan pemerintah dalam menjaga kerukunan, persatuan, serta kehidupan beragama yang harmonis di Kabupaten Bondowoso.














