Pentingnya Data Akurat untuk Sukseskan Aplikasi Bondowoso Berkah
Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik melalui pengembangan aplikasi Bondowoso Berkah.
Dalam upaya memastikan aplikasi tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa keberhasilan platform digital tersebut sangat bergantung pada kualitas data dan informasi yang tersedia.
Pernyataan tersebut disampaikan Fathur Rozi saat memimpin rapat koordinasi percepatan digitalisasi dalam rangka pengembangan dan optimalisasi aplikasi Bondowoso Berkah yang digelar di Ruang Command Center Pemkab Bondowoso, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, data merupakan elemen paling mendasar dalam pengoperasian aplikasi yang dirancang sebagai salah satu layanan publik unggulan Pemkab Bondowoso.
Tanpa dukungan data yang lengkap, akurat, dan selalu diperbarui, keberadaan aplikasi tersebut tidak akan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Data adalah nadi dari aplikasi ini. Tanpa data yang lengkap, akurat, dan mutakhir, Bondowoso Berkah hanyalah sebuah wadah kosong. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fathur Rozi dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam tahap awal pengembangan aplikasi Bondowoso Berkah, khususnya kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso yang menjadi motor penggerak pengembangan sistem digital tersebut.
Ia menilai kehadiran Bondowoso Berkah bukan sekadar inovasi teknologi yang bersifat simbolis, melainkan sebuah kebutuhan nyata di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan.
“Bondowoso Berkah bukan sekadar gimik teknologi. Aplikasi ini merupakan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan berbasis digital. Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat nantinya dapat memperoleh berbagai layanan publik secara lebih mudah dan efisien,” katanya.
Lebih lanjut, Fathur Rozi meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat untuk mempercepat proses pengisian dan pemutakhiran data. Namun demikian, percepatan tersebut harus tetap mengedepankan prinsip ketelitian dan akurasi agar informasi yang tersaji dalam aplikasi benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kesalahan data sekecil apa pun dapat berdampak pada kualitas pelayanan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap data yang akan diinput ke dalam sistem harus melalui tahapan verifikasi yang ketat sebelum dipublikasikan.
“Kita berharap pemenuhan data dapat dilakukan dengan cepat, tetapi jangan mengabaikan kualitasnya. Setiap entri data harus melalui proses verifikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahan informasi yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah,” tegasnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah dan tim teknis yang terlibat dalam pengembangan aplikasi.
Pertemuan itu menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Bondowoso untuk memperkuat sistem pemerintahan berbasis elektronik sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang modern, responsif, dan terintegrasi.
Melalui optimalisasi aplikasi Bondowoso Berkah, Pemkab Bondowoso berharap dapat menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, meningkatkan efisiensi birokrasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di era digital.














