Beranda Lensa Nusantara Pecah Kendi Tonggak Baru Iringi Pelepasan 8 Ton Beras Organik Bondowoso ke...

Pecah Kendi Tonggak Baru Iringi Pelepasan 8 Ton Beras Organik Bondowoso ke Luar Jawa

1784696982808

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menandai tonggak baru pengembangan pertanian organik dengan melepas pengiriman perdana 8 ton beras organik ke luar Pulau Jawa.

Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis melalui tradisi pecah kendi yang dipimpin langsung Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (20/7/2026).

Sebanyak 8 ton beras organik hasil panen petani Bondowoso dikirim menuju Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan Timika, Papua. Pengiriman ini menjadi bukti bahwa produk pertanian organik Bondowoso mulai menembus pasar nasional dan mendapat kepercayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam prosesi pelepasan, Bupati KH Abdul Hamid Wahid memecahkan kendi sebagai simbol dimulainya perjalanan beras organik Bondowoso menuju pasar yang lebih luas.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya lepas beras organik ini. Semoga selamat sampai tujuan,” ujar Bupati saat melepas armada pengangkut.

Tradisi pecah kendi dipilih bukan sekadar seremoni. Dalam budaya Jawa, ritual tersebut melambangkan doa agar setiap ikhtiar memperoleh kelancaran, keselamatan, keberkahan, serta membuka jalan rezeki yang lebih luas.

Kendi yang terbuat dari tanah liat juga menjadi simbol kesederhanaan, kebersamaan, kerja keras, dan semangat gotong royong dalam meraih keberhasilan.

Momentum pelepasan ini turut mendapat perhatian dari Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. Menurutnya, apa yang dilakukan Bondowoso merupakan jawaban nyata atas tantangan mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

1785517338444

Ia menegaskan kehadirannya di Bondowoso bukan sekadar menghadiri seremoni tanam perdana atau pelepasan hasil panen, melainkan menyaksikan secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi diterapkan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang dilakukan Bondowoso hari ini adalah jawaban konkret atas tantangan kedaulatan pangan nasional. Ketika daerah lain masih berbicara tentang konsep swasembada, masyarakat Desa Lombok Kulon telah membuktikannya melalui hamparan sawah organik yang mampu memasok pangan berkualitas hingga Kalimantan dan Papua,” ujarnya.

Prof. Yudi juga menilai keberhasilan tersebut mematahkan anggapan bahwa sains hanya identik dengan laboratorium dan teori akademik.

“Di Bondowoso, sains berubah menjadi pupuk organik, teknologi membumi, dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah bukti bahwa inovasi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani,” katanya.

Pengiriman perdana dalam jumlah besar ke luar Jawa ini menjadi sinyal positif bahwa kualitas beras organik Bondowoso semakin diakui pasar. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu daerah penghasil pangan organik yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap perluasan distribusi beras organik ini dapat meningkatkan nilai tambah hasil panen petani, membuka akses pasar yang lebih luas, serta menjadi pemicu berkembangnya komoditas pertanian organik lainnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani Bondowoso.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521