BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, melalui Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Nunung Styaningsih, menegaskan bahwa kopi Bondowoso bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan bagian dari identitas daerah yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan potensi diplomasi di tingkat internasional.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan yang menggambarkan perjalanan kopi Bondowoso melalui konsep from bean to cup and culture.
Dalam Acara Bondowoso Government Visit bersama Universitas Jember dan tamu dari Jepang dan Amerika.
Konsep tersebut dinilai tepat untuk menggambarkan ekosistem industri kopi Bondowoso, mulai dari budidaya di kawasan lereng Gunung Ijen, pengolahan pascapanen, hingga penyajian kopi sebagai produk bernilai ekonomi tinggi yang sarat dengan kearifan lokal.
“Kopi bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan sebuah perjalanan panjang yang menghubungkan budidaya tanaman di lereng Gunung Ijen, pengolahan pascapanen berkualitas tinggi, hingga menjadi sajian secangkir kopi yang bernilai ekonomi tinggi serta sarat akan nilai-nilai kebudayaan masyarakat lokal,” ujar Nunung Styaningsih di Pendopo Bagus Asra ,Sabtu ,15/08/2026
Menurutnya, kopi Bondowoso yang telah memperoleh perlindungan melalui indikasi geografis menjadi bukti nyata adanya sinergi antara karakteristik geografis wilayah dan kearifan lokal para petani.
Dalam rangka memperkenalkan lebih jauh potensi tersebut, para peserta kegiatan diajak mengunjungi sejumlah lokasi yang berkaitan langsung dengan ekosistem kopi Bondowoso. Di antaranya kawasan perkebunan kopi di Ijen, pemrosesan kopi luwak, hingga kegiatan pembelajaran di Sekolah Kopi Raisa.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi modern berpadu dengan praktik tradisional dalam menjaga cita rasa khas kopi sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Kami berharap momentum ini dapat memperluas jejaring kemitraan akademis dan profesional di tingkat internasional,” katanya.
Interaksi budaya dan pertukaran pengetahuan yang berlangsung selama kegiatan juga diharapkan mampu memperkuat promosi potensi pariwisata Bondowoso. Dengan demikian, kopi dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta kreativitas masyarakat Bondowoso kepada dunia internasional.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kopi.
Lebih dari itu, kopi Bondowoso diharapkan semakin dikenal bukan hanya sebagai produk unggulan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan sarana membangun jejaring dalam diplomasi kopi global.














