Beranda Ekonomi & Teknologi Jogging Track Alun-Alun RBA Ki Ronggo Segera Dibangun, DLH Pastikan UMKM Tetap...

Jogging Track Alun-Alun RBA Ki Ronggo Segera Dibangun, DLH Pastikan UMKM Tetap Jalan

1784696982808

BONDOWOSO — Rencana pembangunan jogging track di kawasan Alun-Alun Raden Bagus (RBA) Ki Ronggo Bondowoso mendapat dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyosialisasikan rencana tersebut kepada sejumlah pemangku kepentingan pada Senin (24/8/2026).

Kepala DLH Bondowoso, Henry Kurniawan, menjelaskan bahwa pembangunan jogging track tidak hanya ditujukan untuk mempercantik wajah Alun-Alun RBA Ki Ronggo sebagai salah satu landmark Kabupaten Bondowoso, tetapi juga menyediakan fasilitas olahraga publik yang aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Selama ini, sebagian warga memanfaatkan bahu jalan raya untuk berolahraga, terutama berjalan kaki dan jogging. Kondisi tersebut dinilai memiliki risiko karena aktivitas olahraga berlangsung berdekatan dengan lalu lintas kendaraan bermotor.

“Jogging track ini diharapkan dapat memberikan fasilitas olahraga yang lebih aman dan ramah bagi masyarakat,” saat dikonfirmasi,Senin ,24/08/2026.

Selain aspek olahraga, pembangunan jogging track diarahkan untuk mendukung penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar lebih tertata, modern, dan memiliki fungsi publik yang lebih optimal.

Alun-alun diharapkan tidak sekadar menjadi ruang terbuka, tetapi juga menjadi tempat interaksi masyarakat yang inklusif.

Sejumlah pihak hadir dalam sosialisasi tersebut, di antaranya Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kasat Intelkam Polres Bondowoso, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Bondowoso, Lurah Dabasah, serta perwakilan Paguyuban PKL Alun-Alun RBA Ki Ronggo.

Secara umum, para pihak menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut. Penataan alun-alun dinilai dapat memberikan manfaat dari berbagai sisi, mulai dari kesehatan masyarakat, interaksi sosial, aktivitas ekonomi, kelestarian lingkungan hingga estetika kawasan.

Dukungan terhadap pembangunan jogging track juga disampaikan Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Mujiatai. Namun, ia menegaskan bahwa kelangsungan aktivitas pelaku UMKM selama proses pembangunan harus menjadi perhatian.

“Intinya, semua elemen menerima adanya jogging track. Khusus yang sebelah timur, alhamdulillah tidak ada masalah. Yang saya sampaikan, jangan sampai pembangunan jogging track mengganggu keseharian UMKM,” ujarnya.

Menurut Mujiatai, proses pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan. Karena itu, ia berharap para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya selama pekerjaan berlangsung.

“Kasihan kalau sampai tiga bulan mereka tidak bisa berjualan,” katanya.

1785517338444

Ia mengungkapkan, kekhawatiran tersebut telah mendapatkan solusi dari DLH. Dinas, kata dia, telah menyiapkan tempat bagi para pedagang agar tetap dapat berjualan selama proses pembangunan berlangsung, baik bagi PKL di sisi barat maupun sisi timur alun-alun.

“Alhamdulillah, baik yang sebelah timur maupun sebelah barat, persoalannya sudah ada solusinya. Kepala DLH jauh hari sudah menyampaikan solusinya. Teman-teman tetap bisa berjualan, baik di sisi barat maupun sisi timur,” tutur Mujiatai.

Ia juga mengapresiasi komunikasi yang dilakukan Henry Kurniawan selama proses persiapan pembangunan. Menurutnya, Kepala DLH cukup terbuka dan kooperatif dalam membahas dampak pembangunan terhadap aktivitas UMKM.

“Kepala DLH sangat kooperatif. Beberapa kali secara pribadi berkomunikasi dengan saya terkait pembangunan jogging track. Alhamdulillah, kooperatif dan tidak merugikan UMKM,” ungkapnya.

Fasilitas Olahraga Sekaligus Ruang Publik
Keberadaan jogging track nantinya diharapkan memberikan pilihan ruang olahraga yang lebih aman bagi masyarakat.

Warga dapat memanfaatkannya untuk jogging maupun berjalan santai tanpa harus menggunakan bahu jalan yang berisiko bersinggungan dengan kendaraan.

Secara umum, aktivitas olahraga rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan stamina, serta mendukung kesehatan jantung.

Sementara dari sisi sosial, fasilitas olahraga publik juga berpotensi menjadi ruang bertemu dan berinteraksi antarmasyarakat.

Jika ditata secara baik, kawasan tersebut juga dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi warga untuk beraktivitas dan melepas kepenatan.

Pembangunan jogging track Alun-Alun RBA Ki Ronggo pada akhirnya bukan hanya soal membangun lintasan olahraga.

Lebih dari itu, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya menata wajah pusat kota agar lebih tertib, nyaman, hijau, dan hidup, tanpa mengesampingkan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan di kawasan alun-alun.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521