Beranda Lensa Nusantara Golkar Bondowoso Tancap Gas: Usung “Solusi Rakyat” Tak Minta Imbalan Politik di...

Golkar Bondowoso Tancap Gas: Usung “Solusi Rakyat” Tak Minta Imbalan Politik di Rakerda 2026

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan program pro-rakyat hingga penyiapan kader muda menuju kontestasi Pemilu 2029.

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menegaskan bahwa Rakerda menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah kebijakan partai ke depan.

“Rakerda ini menjadi forum penting untuk merumuskan langkah strategis Golkar dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Bondowoso,” ujarnya saat memberi sambutan di pembukaan Rakerda Golkar Bondowoso ,Sabtu ,2 Mei 2026.

Ia menyampaikan, seluruh Musyawarah Kecamatan (Muscam) Golkar di 23 kecamatan telah rampung sejak akhir 2025 hingga April 2026. Capaian ini dinilai sebagai fondasi awal dalam memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam forum tersebut, Golkar mengangkat sejumlah isu prioritas, salah satunya komitmen mendukung penuh program pembangunan daerah, khususnya dalam mengatasi keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

“Golkar ingin mendorong dukungan program dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk membantu pembangunan di Bondowoso,” kata Ady.

Sejumlah program yang tengah diperjuangkan di antaranya rencana pembangunan jembatan gantung penghubung Kecamatan Tapen dan Taman Krocok, dukungan penanggulangan bencana senilai sekitar Rp7,5 miliar, serta usulan pembangunan infrastruktur jalan daerah mencapai Rp700 miliar yang mencakup 12 koridor.

Di sektor pendidikan, Golkar juga terus mendorong program beasiswa. Pada 2025, sebanyak 1.200 beasiswa telah disalurkan untuk pelajar jenjang SD hingga SMA, dan jumlah serupa kembali diusulkan pada tahun ini.

Rakerda kali ini mengusung tema besar “Golkar Solusi Rakyat”. Melalui tema tersebut, seluruh kader, khususnya anggota Fraksi Golkar, didorong untuk hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat.

FB_IMG_1773966750014

“Fraksi Golkar harus benar-benar menjadi solusi, bukan justru menjadi bagian dari masalah masyarakat,” tegasnya.

Dalam penguatan organisasi, Golkar Bondowoso menargetkan kepengurusan yang inklusif dengan minimal 30 persen keterwakilan perempuan, serta mendorong dominasi generasi milenial dan Gen Z dalam struktur partai.

Selain itu, wacana penambahan daerah pemilihan (dapil) turut menjadi bahasan. Golkar menilai penambahan dapil diperlukan guna mendekatkan wakil rakyat dengan konstituen.

“Harapannya, keterwakilan masyarakat bisa lebih optimal,” tambah Ady.
Tak hanya fokus pada program jangka pendek, Golkar Bondowoso juga mulai menyiapkan kader-kader muda sebagai calon pemimpin masa depan, baik di legislatif maupun eksekutif, untuk menghadapi Pemilu 2029.

Meski demikian, Ady menegaskan bahwa partainya lebih mengedepankan pengabdian dibanding sekadar mengejar kemenangan politik dan imbalan politik.

“Kemenangan akan datang dengan sendirinya jika Golkar mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Golkar tidak ingin memaksakan dukungan, melainkan membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata.

“Kami ingin menunjukkan cinta kepada masyarakat Bondowoso melalui karya dan pengabdian. Biarkan masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada Golkar,” pungkasnya.

Rakerda tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, serta jajaran pengurus partai dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

 

images (15)