Beranda Lensa Nusantara Dispendik Bondowoso Pantau Pelaksanaan TKA, Kehadiran Capai 99,8 Persen

Dispendik Bondowoso Pantau Pelaksanaan TKA, Kehadiran Capai 99,8 Persen

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso melakukan monitoring langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari pertama, Senin (6/4/2026). Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran pelaksanaan ujian di sejumlah sekolah tingkat SMP.

Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring bertujuan meninjau kesiapan sekolah, sarana dan prasarana, serta kelancaran teknis pelaksanaan. Selain itu, pihaknya juga memastikan integritas pelaksanaan TKA, termasuk memantau gladi bersih sebelum ujian utama digelar.

“TKA ini merupakan program yang pertama kali dilaksanakan secara nasional untuk tingkat SMP. Pelaksanaannya dijadwalkan dalam empat gelombang, namun di Bondowoso cukup dilaksanakan dalam dua gelombang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gelombang pertama dilaksanakan pada 6–7 April, sementara gelombang kedua dijadwalkan pada 8–9 April 2026. Penentuan jumlah gelombang disesuaikan dengan jumlah peserta serta ketersediaan sarana dan perangkat di masing-masing daerah.

“Tergantung jumlah murid dan kemampuan peralatan yang dimiliki. Untuk Bondowoso, dua gelombang sudah mencukupi,” jelasnya.

TKA tahun ini menguji dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan. Dispendik juga melakukan monitoring ke beberapa sekolah, di antaranya SMP Negeri 1 Bondowoso, SMP Taman Krocok, dan SMP Negeri 7 Bondowoso.
Berdasarkan data sementara, tingkat kehadiran peserta pada gelombang pertama mencapai 99,8 persen. Dari total 5.143 peserta, hanya satu siswa yang tidak hadir karena sakit dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

FB_IMG_1773966750014

“Peserta yang berhalangan hadir akan mengikuti ujian susulan. Termasuk kendala teknis yang sempat terjadi di salah satu sekolah, akan difasilitasi melalui jadwal susulan,” tambahnya.

Meski bersifat opsional, Taufan menyebut seluruh siswa di Bondowoso tetap mengikuti TKA. Hal ini karena hasil TKA akan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan murid baru.

Dari sisi anggaran, pelaksanaan TKA tidak menggunakan dana khusus. Seluruh kebutuhan didukung oleh potensi yang ada di sekolah, termasuk penggunaan peralatan serta pembiayaan listrik melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Taufan berharap pelaksanaan TKA ke depan dapat dipersiapkan lebih optimal, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan peserta.

“Kami berharap ke depan persiapan lebih matang, khususnya kesehatan anak-anak. Tidak perlu tegang, jalani dengan santai dan rileks,” pungkasnya.

Untuk diketahui pemantauan hanya dilakukan dari luar Kedung kegiatan.

images (15)