Beranda blog Halaman 858

MK Tolak Uji Materi UU Ombudsman

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA –  tapalkudamedia.com

Amar Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan menolak permohonan uji materi Pasal 36 ayat (1) huruf b UU Ombudsman terkait penolakan laporan oleh Ombudsman.

“Amar putusan mengadili menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ucap Wakil Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar Putusan Mahkamah di Gedung MK Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dalam pertimbangannya yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah berpendapat bila dihubungkan dengan pengujian norma Pasal 36 ayat (1) huruf b UU Ombudsman, maka tidak terdapat kerugian konstitusional pemohon.

Wahiduddin menilai persoalan yang dialami oleh pemohon adalah maladministrasi dalam proses pemeriksaan di pengadilan.

Sedangkan dalil Pemohon adalah mempersoalkan maladministrasi yang diduga dilakukan oleh Bupati Jember dan hal tersebut telah diputus oleh pengadilan sampai tingkat peninjauan kembali oleh Mahkamah Agung.

“Berdasarkan seluruh pertimbangan hukum di atas, telah nyata bahwa tidak terdapat kerugian hak konstitusional pemohon baik secara nyata maupun potensial sebagaimana didalilkan oleh Pemohon,” kata Wahiduddin.

Oleh karena itu Mahkamah berpendapat Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan a quo.

Pemohon uji materi ini adalah seorang mahasiswa Universitas Islam Nusantara yang termasuk ke dalam 21 orang penerima Program Kerja sama Peningkatan Pendidikan Lanjutan S3 yang merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dengan universitas tersebut.

Akan tetapi, Bupati Jember MZA Djalal membatalkan program tersebut yang berakibat terbengkalainya pendidikan yang sedang ditempuh pemohon.

Terkait maladministrasi tersebut, pemohon mengajukan laporan kepada Ombudsman pada 27 Januari 2017 yang putusannya menolak dan menutup laporan tersebut.

(sal)

 

1744129950993

Pesawat Latih Jatuh di Bandara Tunggul Wulung Cilacap, 1 Pilot Tewas

IMG-20250408-WA0090

PURWOKERTO – tapalkudamedia.com

Seorang pilot dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat latih di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, sekira pukul 15.15 WIB.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto mengakui ada kecelakaan pesawat latih.

“Iya ada kecelakaan pesawat. Dia sedang terbang aerobatik, kemudian hilang kendali, dan menghantam ke hanggar,” kata Denny, Selasa (20/3/2018).

Berita RekomendasiIni Jenis Pesawat yang Jatuh di CilacapTragis! Pesawat Wisatawan Jatuh di Swiss, Seluruh Penumpang Tewas

Menurut dia, kejadian tersebut mengakibatkan pilot yang membawa pesawat itu, yakni Hanafie meninggal dunia. Kendati demikian, dia enggan menjelaskan kronologis kejadian kecelakaan pesawat latih tersebut.

“Mohon maaf, kami tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena bukan domain kami. Sekarang sudah domain KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” tuturnya.

Sementara Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto mengaku, belum bisa memberikan keterangan terkait dengan kecelakaan pesawat latih tersebut. “Mohon maaf, kebetulan saya baru akan menuju ke lokasi,” tegas Djoko.

Beredar informasi, kecelakaan menimpa pesawat latih PK-RTZ milik Ganesha Flight Academy. Pesawat latih yang dipiloti Kolonel Penerbang M.J. Hanafie tersebut mengalami kecelakaan saat latihan aerobatik dalam rangka wisuda siswa Ganesha Flight Academy yang akan diselenggarakan pada Sabtu 24 Maret mendatang.

Dalam hal ini, pesawat PK-RTZ dengan pilot M.J. Hanafie lepas landas dari Bandara Tunggul Wulung sekitar pukul 14.02 WIB, selanjutnya pada pukul 15.15 WIB melakukan aerobatik.

Oleh karena terbang terlalu rendah, pesawat tersebut kehilangan daya angkat hingga akhirnya hilang kendali dan menabrak pesawat yang sedang parkir di apron dan hanggar milik Perkasa Flight School di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap.

Akibat kejadian tersebut, pilot Hanafie meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Cilacap dan penyebab terjadinya kecelakaan masih diselidiki oleh KNKT.(fid)

1744129950993

Jokowi Belum Tentukan Siapa Pendampingnya di Pilpres 2019

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA –  tapalkudamedia.com

Jokowi Masih belum menentukan siapa pendampingnya untuk maju dalam Pilpres 2019. Saat ini Jokowi sendiri telah membuat tim internal untuk menjaring siapa wapres yang akan mendampinginya maju di Pilpres 2019.

Pengamat politik Maksimus Ramses mengungkapkan, saat ini Jokowi masih memantau siapa yang akan menjadi lawannya dalam Pilpres mendatang. Sebab hal itu menentukan siapa yang akan dipilih sebagai wapres kedepan.

“Jokowi tentu masih melihat lawan politiknya dan kemungkinan apakah ada poros baru saya kira mereka masih melihat itu,” kata Ramses kepada Okezone, Senin, (19/03/2018).

Saat ini kata Ramses, masih terlalu cair karena sejumlah partai masih belum ketahuan seperti apa yakni PKB, PAN, Demokrat, Gerindra, dan PKS. Untuk itu Jokowi nampaknya masih melihat itu ketika lawan sudah siap tentu ada sikao yang akan diambil.

“Kita gatau apakah PKS, Demokrat, PKB, PAN, Gerindra kemana, kalo membuat poros baru itu akan memengaruhi pilihan Jokowi, saya kira masih melihat situasi ini ketika lawan sudah ada sikap maka akan ada sikap,” ungkapnya.

Sebab tambahnya, dari segi elektabilitas Jokowi tidak sama dengan elektabilitas SBY yang sampai 60 persen, Jokowi dibawah 50 artinya masih ada peluang menguasai elektabilitas itu. Untuk itu menurutnya cawapres Jokowi nantinya harus bisa diterima seluruh kalangan.

“Yang penting calon wapres Jokowi nantinya harus menguasai ekonomi, kuasai dunia international dan diterima oleh rakyat meski agamis, dia juga bisa diterima artinya bukan hanya dari agama tertentu tapi bisa diterima oleh semua kalangan,” tukasnya. (muf)

1744129950993

Malang , Dituduh Membunuh Majikan TKI ini Di Hukum Mati

IMG-20250408-WA0090

BANGKALAN – tapalkudamedia.com

Malang nian nasib yang dialami Mohammad Zaini (53) untuk mengadu nasib akhirnya hanha pulang tinggal nama, betapa tidak pria yang berstatus sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura telah dieksekusi mati oleh Kerajaan Arab Saudi atas tuduhan kasus pembunuhan majikannya.

Mohammad Zaini telah mengadu nasib ke luar negeri semenjak tahun 1992 lalu. Zaini meninggalkan satu orang istri dan dua anak itu  bekerja sebagai sopir.

Anak pertama Zaini, Syaiful Thoriq (25) mengatakan kasus yang menimpa ayahnya di Arab tidak adil,  karena ayahnya dipaksa mengaku telah membunuh, apalagi jenazah ayahnya tidak bisa dipulangkan ke Bangkalan. “Abah tidak merasa membunuh, yang membunuh itu katanya anak tirinya, karena yang majikan itu suka main perempuan,” terangya, Selasa (20/3/2018).

Meski demikian, Syaiful menyatakan, sekarang pihak keluarga hanya bisa ikhlas, karena jenazah ayahnya sudah dimakamkan di Arab Saudi. “Kami hanya bisa mendoakan semoga Abah kami ditermia di sisiNya,” tandasnya.(red)

1744129950993

Emil Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional di Tapal Kuda

IMG-20250408-WA0090

Situbondo – tapalkudamedia.com

Di tengah kunjungannya ke Banyuwangi dan Situbondo, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Emil Elestianto Dardak ziarah ke makam pendiri NU, KH. As’ad Syamsul Arifin di area PP. Assalafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, Minggu malam (18/03/2018).

Kunjungan ini bukan dimaknai sebagai kampanye politik, melainkan lebih sebagai bentuk penghormatan Emil terhadap para ulama yang selama ini menjadi pengayom umat sekaligus meneladani perjuangan KH. As’ad Syamsul Arifin pahlawan nasional dari tapal kuda yang menurutnya banyak berjasa bagi NU dan Indonesia.

“Ini lebih bermakna sowan seorang santri kepada para sesepuh, bersilaturahmi, mohon doa dan restu. Ziarah merupakan tradisi keluarga saya yang hidup di kultur NU. Bukan hanya itu, ziarah bertujuan untuk silaturrahim mengenang keteladanan,” ujar Emil, Minggu malam (18/03/2018).

Di Pondok yang menjadi sejarah NU kembali ke khittah pada tahun 1984, Emil yang datang bersama KH. Asep Syaifuddin Chalim langsung disambut hangat pengasuh dan keluarga pondok di antaranya KH. Afifudin Muhajir, KH. Muzakki Ridwan, dan KH. Sabit Toha.

Setelah berziarah, Emil pun sowan ke kediaman KH. Afifudin Muhajir selaku wakil pengasuh di pondok yang memiliki 17 ribu santri ini.

Ditanya terkait kedatangan Emil Dardak, KH. Afifudin Muhajir selaku wakil pengasuh pondok pesantren menuturkan bahwa dirinya sangat berharap pasangan Khofifah-Emil menang dalam Pilgub Jatim 2018.

“Saya tim 9 jelas sudah berharap Khofifah-Emil menang, kedatangan mas Emil ini justru penting bagi saya karena untuk melihat reaksi dari santri disini. Apakah Mas Emil dapat sambutan atau tidak, ternyata sangat luar biasa, padahal di sini tidak ada kampanye. Saya sendiri tidak pernah mengajak dan berbicara tentang politik,” tutur Kyai Afif yang terkenal sangat alim.

Sementara itu pengasuh PP. Assalam Bindung KH. Sabit Toha yang juga keluarga besar Kyai As’ad menuturkan rasa gembiranya atas kehadiran Emil Dardak. Menurutnya kedatangan Emil Dardak sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Situbondo.

“Masyarakat Situbondo sudah cerdas memilih, apalagi kita sudah merdeka. Saya termasuk memfavoritkan Mas Emil Dardak, track record beliau di Trenggalek dan sejarah pendidikan sangat cemerlang. Jadi ada ketertarikan mas Emil bisa memimpin di Jawa Timur,” tutur KH. Sabit Toha di sela-sela acara.

Dalam pungkasan kunjungannya Emil Dardak mendapatkan kado doa dari Kyai sepuh agar diberikan kelancaran, keselamatan dan kemenangan dalam kontestasi Pilgub Jatim tahun 2018.

Kedatangan Emil menjadi magnet ribuan santri, hingga rela berdusel-dusel untuk bisa bersalaman dan berfoto dengan cawagub yang diidentikkan dengan energi milenial ini. Tahlil dan doa di pusara makam berlangsung sekitar 15 menit dan langsung dipimpin oleh KH. Muzakki Ridwan yang juga wakil pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. (*)

1744129950993

13 Orang Menjadi Korban Penipuan Rekrutment CPNS

IMG-20250408-WA0090

 

BANYUWANGI – tapalkudamedia.com

Polres Banyuwangi berhasil mengamankan seorang pelaku penipuan perekrutan CPNS di Pengadilan Agama, dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,3 Miliar. Tersangka adalah Eko Setyo Pribadi (41) warga Jalan Ikan Lemuru I nomor 43 RT 02 RW 05 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi kota.

Sementara yang menjadi korban dari aksi tersangka ini tercatat ada 13 orang yang bertempat tinggal di sejumlah wilayah di Banyuwangi, seperti di Kecamatan Glenmore, Kecamatan Srono, Kecamatan Genteng, Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Licin dan Kecamatan Banyuwangi kota.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman dalam keterangan persnya, Senin (19/3) mengatakan, modus operandi yang di lakukan tersangka adalah dengan menjanjikan para korbannya untuk bisa masuk menjadi PNS di Pengadilan Agama Banyuwangi, dengan syarat harus menyerahkan sejumlah uang.

“Tersangka menyatakan bahwa dia mempunyai kerabat di kantor Pengadilan Agama yang bisa membantu menerima karyawan sebagai PNS,” ungkap Kapolres.

Mendapati janji tersangka ini para korban pun tergiur hingga rela menyerahkan sejumlah uang dengan nilai beragam, ada yang Rp 20.000.000, Rp 52.000.000 bahkan Rp 175.000.000.

“Itu di buktikan dengan beberapa kwitansi yang kini di amankan kepolisian,” ujar Kapolres.

Namun setelah uang di serahkan, para korban pun tidak juga mendapatkan kepastian mengenai persoalan CPNS tersebut. Dan saat di tanyakan, tersangka selalu berdalih masih membutuhkan proses. Karena merasa tertipu, para korban itupun melaporkan ulah tersangka ke pihak kepolisian.

“Aksi tersangka ini sudah di lakukan sejak tahun 2014 lalu tapi baru di laporkan oleh para korban di tahun 2018 ini, karena tersangka mengaku akan mengembalikan uang mereka,” papar Kapolres.

Seiring berjalannya waktu hingga di tahun 2018 ini, tersangka tidak juga mengembalikan uang para korban. Sementara itu, uang hasil penipuannya ini di gunakan oleh tersangka untuk membeli rumah dan beberapa unit mobil dan sepeda motor yang kini di amankan kepolisian.

“Kepolisian segera memeriksa istri tersangka yang tercatat masih sebagai karyawan di kantor Pengadilan Agama, guna mengetahui dugaan keterlibatannya dalam kasus ini,” tutur Kapolres.

Pasalnya, setiap kali mengelabuhi calon para korbannya, tersangka selalu mengatakan bahwa dirinya mempunyai kerabat di Kantor Pengadilan Agama yang bisa membantu memasukkan sebagai PNS. Bahkan dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, tersangka juga terlibat dalam kasus jual beli mobil dengan harga murah yang di dapat dari rentcar.

“Tersangka menyewa mobil lalu di jual kepada orang lain dengan harga murah,” pungkas Kapolres.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan sejumlah barang hasil pencucian uang yang di lakukan oleh tersangka. Diantaranya, 1 unit rumah di perumahan Jalan Ikan Lemuru yang selama ini di tempati tersangka, 1 unit mobil fortuner silver bernopol DK 7 BL, 1 unit sepeda motor Yamaha aerox masih plat putih, 1 unit sepeda motor Yamaha R25 biru hitam bernopol P 6000 WB serta beberapa lembar kwitansi penerimaan masuk CPNS.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (red)

 

1744129950993

Tiga Residivis Curat Diringkus Satreskrim Polres Banyuwangi

IMG-20250408-WA0090

BANYUWANGI – tapalkudamedia.com

Satreskrim Polres Banyuwangi,  meringkus tiga residivis pencurian dengan pemberatan (curat) setelah melakukan aksi pembobolan rumah di wilayah Kecamatan Cluring.

Kasus curat tersebut terjadi pada Selasa (13/3/18) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu  korban Suyoto Setio Sudarto bangun tidur hendak sholat subuh dan melihat 2 unit sepeda motor miliknya yang terpakir di dalam rumah sudah tidak ada, sementara pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka.

Selanjutnya, dia memberi tahu istrinya, Sulastri (52) untuk mengecek barang lain yang kemungkinan hilang. Ternyata 1 unit ponsel milik korban yang di taruh di meja TV ruang tengah bersama kunci kontak sepeda motor juga hilang. Serta 1 ponsel lainnya milik istri korban, 1 ponsel milik anaknya serta 2 buah helm juga raib. Korban pun mengecek jejak pelaku dan di perkirakan kawanan pel

Residivis tersebut  adalah Dulhadi (33) warga Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro dan Nasito (29) warga Dusun Penawar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, keduanya berperan sebagai eksekutor. Serta satu tersangka lainnya, Sukarmanto (48) warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Mereka melakukan pembobolan rumah sekaligus membawa kabur sejumlah barang berharga milik Suyoto Setio Widarto (56) di kawasan Dusun Rumping RT 02 RW 06 Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

ngatakan, berawal dari laporan tersebut, aparat resmob selatan langsung bergerak melakukan penyelidikan dan hasilnya mengarah pada Sukarmanto yang pernah di tahan atas kasus yang sama.

“Tersangka di tangkap di rumahnya dengan diamankan barang bukti 1 unit ponsel dan jam tangan milik korban,” ujar Kasat Reskrim.

“Dari pengakuan tersangka Sukarman inilah, kepolisian melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka lainnya,” imbuhnya.

Untuk tersangka Nursito di tangkap di tempat kost pacarnya di kawasan Desa Ketapang dengan menyita barang bukti 1 buah sepatu dan 1 unit sepeda motor yang di gunakan saat melakukan aksinya. Sedangkan tersangka Dulhadi di tangkap dirumahnya, dengan diamankan barang bukti 1 ponsel, 1 buah obeng dan 1 tas milik korban.

Kasat Reskrim menjelaskan, berdasarkan pengakuan mereka, tersangka Nursito dan Dulhadi berperan masuk ke dalam rumah korban sekaligus menguras sejumlah barang berharga. Sedangkan tersangka Sukarmanto menunggu di depan TKP untuk mengawasi situasi.

“Setelah melakukan aksinya, mereka melarikan diri ke daerah Kecamatan Kalipuro dan menjual 2 unit sepeda motor hasil kejahatannya kepada seorang penadah di wilayah Kecamatan Wongsorejo, yang kini masih dalam pengejaran kepolisian,” papar Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menambahkan, menurut pengakuan tersangka Nursito dan Dulhadi, mereka mengenal tersangka Sukarmanto saat bersama sama mendekam di dalam lapas Banyuwangi.

Sebagai barang bukti yang di amankan kepolisian, 3 unit ponsel milik korban, 1 tas, 1 sepatu, 1 buah obeng yang di gunakan sebagai sarana untuk mencongkel jendela rumah korban, serta 1 unit sepeda motor beat bernopol P 2587 YC milik tersangka.

Dari hasil pengembangan penyidikan, sebelum melakukan aksinya, tersangka Sukarmanto sudah menggambar lokasi kejahatan yang akan di lakukannya. Sementara tersangka Dulhadi pernah terlibat aksi penjambretan di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Sedangkan tersangka Nursito pernah melakukan aksi pencurian di wilayah Desa Ketapang(red)

 

1744129950993

90 Lansia Panti Tresna Werdha Bondowoso Medapat Bingkisan dari Pemilik Depot Indraloka

IMG-20250408-WA0090

–  tapalkuda media.com

 

Sulastri (57) pemilik Depot Indraloka di Jalan Letnan Sudiono Bondowoso Jawa Timur menggelar acara peduli Orang Lanjut Usia (Lansia) di Panti Tresna Werdha Sekarputih Bondowoso, Senin. (19/03/2018)

Sulastri mengatakan kegiatan ini terlaksana karena dirinya merasa bahwa manusia tidak akan selamanya muda maka perlulah kita peduli pada mereka yang sudah lanjut usia dan tidak berkumpul dengan keluarganya

Ia mengatakan kegiatan ini bukan yang pertama kalinya ,”Ini terus berkelanjutan agar membantu para orang tua yang kurang beruntung,setiap ada kelebihan rizki saya selalu sempatkan untuk berbagi,” jelasnya.

Dia menambahkan pihaknya memilih panti tersebut karena merasa memiliki org tua dan ingin berbagi kepada mereka.Pihaknya melihat, tidak semua orangtua beruntung dalam menjalani hari tuanya.

“Mereka-mereka ini perlu dirangkul seperti kita mengabdi kepada orangtua kita sendiri. Tidak sedikit yang tidak bisa merawat orangtuanya sendiri karena sudah dipanggil Yang Maha Kuasa,” urainya.

Melalui kegiatan ini kata Sumarni kita bisa melepas kerinduan dan seperti merawat orangtua sendiri.

Sumber UPT dinas sosial Tresna Werdha menyebutkan ,” Ada 90 orang lansia yang ditampung dipanti ini, banyaj diantara merek juga berasal dari luar kota,”‘urainya .

Pihak panti menghargai kepedulian yang telah diberikan kepada 90 penghuni panti jompo ini,” Masih perlu bantuan pihak luar untuk menyenangkan hati mereka.” Memang kami disini selalu berusaha membuat mereka senang melalui hari-hari tuanya” ujarnya.

Pihaknya menambahkan tidak gampang membuat lansia ini senang.Mereka sering berhadapan dengan lansia yang mudah tersinggung.

“Makanya petugas selalu menghadapinya dengan rasa sabar, dari hati ke hati .

Dia mengatakan untuk lansia, panti milik pemerintah Provinsi Jawa Timur ini berharap kegiatan ini terus berkelanjutan sehingga memberikan dampak yang positif kepada lansia.

1744129950993

Khofimah Menang Jika Pilkada Hari ini

IMG-20250408-WA0090

Pilkada – tapalkudamedia.com

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis beberapa hasil temuannya dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Jawa Timur. Salah satu hasilnya adalah, apabila dilaksanakan hari ini, pasangan dari Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak akan memenangi pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menurut Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, hasil tersebut didapatkan dari hasil wawancara yang dilakukan secara spontan terkait dengan pasangan calon dan wakil Gubernur Jawa Timur yang akan dipilih apabila Pilkada dilaksanakan hari ini.

“Dalam pertanyaan terbuka pasangan Khofifah – Emil mengungguli pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno,” kata Hanta saat rilis temuan survei di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (18/3/2018).

Hanta melanjutkan dari pertanyaan spontan itu, Khofifah – Emil meraih suara sebanyak 27,6 persen, sedangkan Gus Ipul – Puti hanya memperoleh suara 21,3 persen. Sementara itu, lainnya 13,8 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 37,3 persen.

Kendati begitu, Hanta menyebut bahwa persentase tersebut masih belum menjadi ukuran pasti dalam pesta demokrasi yang berlangsung di Jawa Timur itu. Mengingat, sambung Hanta, angka pemilih yang belum menentukan pilihannya masih cukup tinggi.

“Namun, dengan undecided voters (belum memilih-red) 37,3 persen potensi naik atau turunnya elektabilitas masih ada,” tutur dia.

Survei ini dilakukan dari 6 hingga 11 Maret 2018. Temuan ini menjangkau 29 kabupaten dan sembilan kota di seluruh Provinsi Jawa Timur secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner secara acak.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, hasil survei elektabilitas dengan menggunakan simulasi kertas surat suara secara tertutup dan nama kandidat tidak dibacakan. Tingkat keterpilihan Khofifah – Emil mencapai angka 42,4 persen, sedangkan Gus Ipul – Puti berada pada 35,8 persen. Sementara untuk yang tidak menjawab sebanyak 21,8 persen.

Menurut Hanta, dalam metode survei ini, melahirkan fakta bahwa elektabilitas Khofifah – Emil naik sebanyak 3,9 poin dibandingkan Gus Ipul – Puti yang mengalami penurunan sekitar 4,1 poin.

“Pada survei medio Januari 2018 pasangan Gus Ipul – Puti mengalami penurunan setelah survei medio Maret 2018,” tutup Hanta.(fzy)

1744129950993

Survei Poltracking: Gus Ipul-Puti Soekarno Unggul di Wilayah Tapal Kuda

IMG-20250408-WA0090

PILKADA – tapalkudamedia.com

Hasil surivei lembaga survei Poltracking memperlihatkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno mengungguli Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak di wilayah Tapal Kuda.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menyebut bahwa pasangan dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, unggul di satu wilayah, yakni Tapal Kuda sebesar 54,4 persen.

“Gus Ipul – Puti Guntur Soekarno hanya unggul di wilayah Tapal Kuda 54.4 persen,” kata Hanta saat rilis temuan survei di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (18/3/2018).

Sementara pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul di empat wilayah, yakni Arek 46.6 persen, Madura 47.2 persen, Mataraman 41.8 persen dan Mataraman pesisir 47.9 persen.

Hanta melanjutkan, dalam hasil temuan lainnya berdasarkan kelompok Gender, Khofifah – Emil unggul signifikan di kalangan perempuan dengan perolehan 50.9 persen. Sementara, Gus Ipul – Puti Soekarno lebih dominan di kalangan pemilih laki-laki dengan persentase sebesar 42.10 persen.

“Khofifah-Emil juga unggul di semua kelompok generasi usia pemilih dibandingkan Gus Ipul-Puti Seorkarno. Termasuk pada generasi Millenial (Y) dan generasi Z yang rata-rata adalah pemilih pemula,” papar dia.

Menurut Hanta, peta dukungan yang mirip juga terjadi berdasarkan kelompok suku dan kelas sosial pemilih. Pada kelompok suku, Khofifah-Emil unggul dibanding Gus Ipul-Puti Soekarno di kalangan pemilih suku Jawa (43.1 persen) dan Madura (43.5 persen).

“Pada kategori pemilih berpendidikan SD, SMP, SMA dan Diploma, Khofifah-Emil unggul dengan rentang 39 hingga 44 persen sedangkan Gus Ipul-Puti Soekarno didukung sekitar 32 hingga 37 persen pemilih,” ujar Hanta.

Survei ini dilakukan dari 6 hingga 11 Maret 2018. Temuan ini menjangkau 29 kabupaten dan sembilan kota di seluruh Provinsi Jawa Timur secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner secara acak.

Temuan ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.(fzy)

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih