Beranda blog Halaman 851

Rundown Kunker Dirjen TP ke Wilayah Tapal Kuda

IMG-20250408-WA0090

tapalkudamedia.com
Kesiapan sasaran LTT Kunjungan Dirjen Pertanian kesejumlah daerah, salah satunya ke Desa Kelapasawit Utara Kecamatan Wonosari
Kabupaten Bondowoso.

Adapun Rundown Kunker Dirjen TP ke Kab Jember-Bondowoso-Situbondo
30-1 April 2018

Jumat, 30 Maret 2018
13.30-13.50 : perjalanan dari Hotel-ds. Ajung, kec Ajung
13.50-14.00 : Peninjauan Lokasi LTT ds. Ajung kec. Ajung
14.00-14.40 : perjalanan dari Kec. Ajung-kec Mumbulsari
14.40-14.50 : Peninjauan lokasi LTT ds. Mumbulsari, kec. Mumbulsari
14.50-16.00 : Perjalanan Kec. Mumbulsari-kec. Wuluhan
16.00-16.15 : Meninjau lokasi panen di Kec. Wuluhan
16.15-17.45 : Perjalanan kec. Wuluhan-Hotel Aston

Sabtu, 31 Maret 2018
08.00-09.00 : perjalanan jember-bondowoso
09.00-12.00 : Peninjauan lokasi LTT di bondowoso
12.00-13.00 : ishoma
13.00-14.30 : Perjalanan bondowoso-situbondo
14.30-17.00 : peninjauan lokasi LTT di Situbondo
17.00-19.00 : perjalanan situbondo-banyuwangi
19.00-selesai : istirahat di Banyuwangi

Minggu, 1 April 2018
08. 35-10.20 : penerbangan banyuwangi-jakarta

1744129950993

Pembangunan Infrastruktur Wajib Kejar Ketinggalan

IMG-20250408-WA0090

tapalkudamedia.com
‎Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Madiun, Kamis (29/3/2018) meresmikan pengoperasian jalan tol ruas Ngawi–Kertosono untuk sesi 1 hingga sesi 3 mulai dari Ngawi hingga Wilangan sepanjang 49,51 kilometer.

Mengutip Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden‎, Bey Machmudin, dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan kembali bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.

“Negara yang lamban pasti akan ditinggal negara lain. Investasi infrastruktur yang merupakan tahapan besar pertama yang kita kerjakan adalah salah satu fondasi penting yang sangat fundamental, yang kita harapkan nantinya kita bisa bersaing dengan negara-negara tetangga kita,” kata Jokowi di Gerbang Tol Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3/2018).

Dalam beberapa aspek, Kepala Negara mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dengan negara lainnya. Sementara Tiongkok yang dahulu mencontoh Indonesia, mampu memiliki 280 ribu kilometer jalan.

“Betapa kita sangat ditinggal jauh. Inilah yang ingin kita kejar secara cepat,” tuturnya.

Mengenai pembangunan jalan tol di Pulau Jawa, Presiden Joko Widodo memberi target kepada jajarannya agar pada akhir 2018 nanti pelabuhan Merak sudah terhubung hingga Pasuruan.

Setahun setelahnya atau tahun 2019, pembangunan dilanjutkan hingga mampu mencapai Banyuwangi.

“Setelah tol ini selesai saya kira Pak Gubernur dan Menteri akan bersama-sama mengintegrasikan jalan tol ini dengan pelabuhan, airport, dan kawasan ekonomi khusus. Semua tersambung sehingga mobilitas barang kita betul-betul kita tekan semua. Dengan itulah kita bisa bersaing,” ucapnya.

Setelah acara peresmian, Presiden menjajal jalan tol tersebut dengan menggunakan truk logistik.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Padahal dahulu, pembangunan Indonesia termasuk yang dijadikan contoh negara-negara lainnya.

“Sering saya jadikan contoh, tahun 1977 waktu kita membangun tol Jagorawi, semua negara melihat kita. Malaysia menengok Jagorawi seperti apa. Vietnam melihat kita. Filipina melihat kita. Tiongkok melihat kita,” ucapnya.

Namun selama 40 tahun setelahnya, Indonesia hanya mampu membangun sepanjang 780 kilometer jalan.(red)

1744129950993

Puluhan Satpol PP Cantik Ditahan

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com Puluhan Satpol PP DKI Jakarta “Cantik” sudah tiba di Hotel Alexis Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, sekira pukul 15.45 WIB. Namun, kedatangan tim dari Pemprov DKI itu tidak disambut dengan hangat oleh petugas keamanan hotel yang berbadan kekar.

Pantauan di lokasi, Kamis (29/3/2018). Puluhan Satpol PP cantik itu ditahan oleh pihak keamanan hotel untuk tidak masuk kedalam. Lalu ada sejumlah karyawan Hotel Alexis menggelar unjuk rasa dengan membawa spanduk sebagai penolakan penutupan hotel tersebut.

Hingga saat ini, suasana masih memanas dari kedua pihak. Sejumlah pihak kepolisian pun masih melakukan penjagaan.

Sebagaimana diketahui, Hari ini Pemprov DKI Jakarta resmi menutup operasi Hotel Alexis, Jakarta Utara. dalam penutupan itu ditandai dengan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sejak Kamis, 22 Maret 2018.

PT. Grand Ancol alias Hotel Alexis menanggapi dengan permohonan maaf melalui tulisan spanduk besar berwarna putih dengan tulisan panjang. Spanduk itu berisi tulisan permintaan maaf yang berasal pihak manajemen Hotel Alexis kepada masyarakat sekitar.

Pihak Alexis pun memintaa maaf atas pemberitaan tentang Alexis beberapa bulan terakhir.”Bersama ini kami menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu atas gaduhnya pemberitaan yang terjadi selama beberapa bulan belakangan ini,”(wal)

1744129950993

Petani Garam Jatim Ajukan Judicial Review

IMG-20250408-WA0090

Surabaya , tapalkudamedia.com
Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jawa Timur akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung terhadap Peraturan Pemerintah Nomer 9 Tahun 2018 tentang tata cara pengendalian impor komoditas perikanan dan pergaraman. Menurut HMPG, PP itu tumpang tindih dengan Undang-Undang Nomor 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Ketua HMPG Jatim Moch Hasan mengatakan, kuota bahan baku garam impor tahun 2018 untuk industri sangat berlebihan yakni 3,7 juta ton. Padahal tahun sebelumnya kebutuhan garam untuk industri hanya 2,1 juta ton sehingga diduga akan merembes ke pasaran.

“Ini ada indikasi rembesan ke pasar. Karena yang dimpor adalah bahan baku yang bisa digunakan untuk kepentingan industri dan konsumsi,” kata Hasan di sela-sela semiloka dan rapat koordinasi dengan tema ’Impor garam, kebutuhan vs keinginan dalam sebuah kepentingan’, di Surabaya, Rabu (28/3).

Maka agar tidak terjadi rembesan garam impor, pemerintah harus mendata secara teliti seberapa kebutuhan garam untuk industri sehingga dapat melakukan pemenuhan di dalam negeri.

Hasan menilai kuota impor 3,7 juta ton garam itu tidak hanya dikhawatirkan bocor di masyarakat saja, tetapi dapat berdampak pada produktivitas dalam negeri. Salah satunya adalah stabilisasi harga dan penyerapan

“Inilah yang dikhawatirkan petambak garam di kala saat ini harga garam masih bagus-bagusnya,” ungkapnya.

Ia meminta pemerintah segera membuat kebijakan untuk menentukan Harga Pokok Pemerintah (HPP) garam. Di mana harga kelayakan yang terendah Rp 1.500 per kilonya, sementara harga tertingginya menyesuaikan kualitas garamnya.

“Harga pasar sekarang produsen ada yang mematok Rp 8.000-10.000. Sementara harga garam rakyat sekarang sekitar Rp 2.300-2.500 per kilonya,” paparnya.

Terkait regulasi ada tumpah tindih antara PP 9/2018 dengan UU 7/2016, HMPG menilai PP tersebut tergesa-gesa ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Mengingat PP hanya mengatur subtansi kepentingan para kelompok, mengatur subtansi peralihan kewenangan dari Kemnterian Kelautan dan Perikanan ke Kementerian Perindustrian tentang rekomendasi impor.

“Itu tidak dibenarkan walaupun ada Undang-Undang Perindustrian. Kalau diadu dengan UU 7/2016, secara khusus mengatur pergaraman nasional yang juga mengadopsi Undang-Undang Perindustrian terkait stok,” terangnya.(*)

1744129950993

Putri Kepala Disparpora Bondowoso Raih Gelar Raki Persahabatan 2018

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso, tapalkudamedia.com

Berkat dukungan dan doa restu masyarakat Bondowoso ,Kacong Fahmi dan Jebbing Intan telah melewati tahap karantina dan Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2018.

Kepala Dinas Pariwisata, Bondowoso Drs.Harry Patriantono MM menyampaikan ,” Alhamdulilah berjalan dengan lancar saat ini mereka berdua telah menjadi keluarga besar Raka Raki Jawa Timur,” jelasnya.

Lanjutnya, patut disyukuri Raki Intan Julita Purnamasari pelajar SMA N 2 Bondowoso berhasil meraih gelar Raki Persahabatan 2018.

“Perjuangan Raki Intan dan dukungan SMA N 2 Bondowoso patut kita apresiasi, karena seharusnya saat ini Raki Intan mengikuti serangkaian ujian akhir sekolah. Namun dengan komunikasi dan manajemen waktu yang baik , baik dari Siswa maupun pihak Sekolah, hal ini dapat terwujud,” ungkapnya.

Dalam Grand Final yang diselenggarakan di Surabaya kemarin, Rabu 28/3/2018 merupakan togak sejarah yang tak akan pernah dilupakan oleh para finalis.

Guna memberikan suport kepada finalis asal Republik Kopi hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bondowoso,yang juga merupakan Kakak dari Raka Fahmi dan Orang Tua dari Raki Intan serta rombongan supporter yang terdiri dari staff Disparpora, Paguyuban Kacong Jebbing Bondowoso dan Asosiasi Fashion Designer Bondowoso.

Harry menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Bondowoso yang telah memberikan doa dan dukunganya, “Kehadiran supporter Bondowoso yang all out memberi dukungan terhadap peserta menjadi semangat tersendiri bagi peserta yang tengah berjuang sekaligus menunjukkan kepada kabupaten lain bahwa Bondowoso patut diperhitungkan di level provinsi,” katanya.

Menurut rencana Raka Fahmi dan Raki Intan baru akan meninggalkan Surabaya siang nanti , Kamis 29 /03/2018 setelah rangkaian prosesi pelepasan selesai dilaksanakan.(red)

1744129950993

Wartawan Banyuwangi Kompak Stop Hoax

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah wartawan gabungan dari berbagai media di Banyuwangi menyatakan menolak pemberitaan palsu atau hoax. Mereka menilai berita hoax memberi efek negatif bagi konsumen informasi yakni masyarakat.

Wartawan senior Bumi Blambangan, Jamhari menegaskan, pihaknya mengecam keras adanya berita hoax. Pasalnya, pemberitaan palsu berarti mencederai atau tidak sesuai kode etik jurnalistik.

“Berita hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya,” kata Jamhari, yang kini aktif sebagai jurnalis harian duta masyarakat ini.

Jamhari yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Banyuwangi ini berpesan, agar masyarakat lebih teliti dalam membaca, menerima maupun mencermati kabar yang beredar. Meskipun, dirinya tak menyangkal jika hal itu sulit dibedakan.

“Terkadang memang sulit dibedakan antara berita yang nyata dan informasi bohong atau hoax. Tapi setidaknya, masyarakat juga harus bijak mencari sumber, media atau referensi lain mengenai kebenaran berita itu,” ujarnya.

Kepada wartawan lain, Jamhari juga berpesan, untuk bekerja sesuai kode etik jurnalistik. Selain mampu menjalankan kinerjanya dengan profesional.

“Begitu pula dengan teman-teman jurnalis lain di Banyuwangi, harapnya juga dapat menyajikan berita yang sesuai porsinya dan berimbang. Terlebih tak menyimpang, menegakkan kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Terlebih, kata Dia, memasuki momen politik biasanya cukup rentan beredarnya berita hoax. Hal ini perlu perhatian serius bagi semua pihak.

“Jika menemukan hal atau berita menyimpang segera laporkan ke Polisi. Atau warga bisa mengadukan ke posko pengaduan ke PWI Banyuwangi,” pungkasnya.

1744129950993

Alexis Ditangan Anies

IMG-20250408-WA0090

Jakarta , tapalkudamedia.com
Ketenaran Hotel Alexis sebagai pusat hiburan urusan selangkangan untuk para lelaki tak perlu diragukan. Perempuan lokal dan import sudah disediakan oleh pihak management. Namun, kegiatan yang terkait dengan syahwat di hotel tersebut akhirnya berhenti di tangan Anies Baswedan dan Sandiaga uno.

Anies Baswedan sejak kampanye Pilkada DKI sudah mengumbar akan menutup Hotel Alexis. Niat itu akhirnya berlanjut hingga Anies resmi menjadi gubernur.

Langkah pertama, Pemprov DKI di bawah Anies, tidak memperpanjang izin Hotel Alexis. Alasannya demi menjaga moral Kota Jakarta.

Sudah menjadi hal umum bahwa Hotel Alexis terkenal dengan menjajakan perempuan untuk kaum pria. Para wanita yang dijajakan bahkan dari luar Indonesia, seperti China dan Uzbekistan.

Namun, Hotel Alexis yang berubah nama menjadi Karaoke 4 Play, kerap menawarkan jasa prostitusi kepada pengunjungnya.

Hal ini mematik kekesalan dari warga. Pemprov DKI pun bereaksi.

Wacana penutupan Hotel Alexis secara menyeluruh akhirnya akan terealisasi pada Rabu, 28 Maret 2018, besok. Hotel Alexis yang dijalankan PT. Grand Ancol akan resmi ditutup Pemerintah Provinsi DKI.

Semua kegiatan yang ada di Hotel Alexis akan dimatikan. Bar, karaoke, griya pijat akan berhenti.

Penutupan Hotel Alexis ditandai dengan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sejak Kamis, 22 Maret 2018.

Anies Baswedan menjelaskan, Hotel Alexis ditutup karena tempat tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) 14 nomor 6 tahun 2015, karena diketahui mempraktikan jual beli manusia atau prostitusi.

“Kemudian kita tindak lanjuti. Kita lakukan pemeriksaan investigasi lengkap, sumber-sumber sampai pada kesimpulan jadi pelanggaran Perda,” kata Anies.

Sementara soal penjualan narkoba, Anies menekankan bahwa pihaknya tidak menemukan praktik tersebut. “Narkoba kita tidak lihat tetapi praktek prostitusi, praktek perdagangan manusia ditemukan di situ.”

Sejarah Alexis

Nama Alexis merupakan pergantian nama dari Hotel Ancol yang bermasalah. Pada tahun 90-an, Hotel Ancol merupakan sarang berpesta, termasuk pesta menggunakan narkoba.

Akun @kurawa melalui pengalaman dan investigasinya menceritakan bahwa pengunjung yang tewas karena overdosis narkoba di Hotel Ancol, menjadi hal yang lumrah.

Hotel Ancol juga terkenal dengan kasus perempuan-perempuan yang bunuh diri. Isu hotel berhantu pun muncul. Kesan atau isu hantu membuat hotel merugi.

Hotel Ancol akhinya terjual di awal tahun 2000-an, dengan pembeli Alex Tirta. Nama Alexis pun menggantikan Hotel Ancol.

Peluncuran Hotel Alexis pertama kali terjadi pada Tahun 2006 hotel Alexis. Hotel alexis pun memasarkan diri sebagai pioneer one stop entertainment, pusat “surga” bagi pria untuk manarik pengunjung. Hiburan yang membuat berahi menjadi hiburan utama.

Hiburan Hotel Alexis berupa diskotik, karaoke, pijat, jacuzi hingga lounge yang dihuni oleh bidadari-bidarai import maupun lokal.

Izin pendirian Alexis dikeluarkan di masa Gubernur Sutiyoso dan Wagub Foke. Alasannya saat itu, sebagai kota metropolitan, Jakarta harus ada pusat hiburan bagi warga asing. Dan Hotel alexis berjalan sendirian saat itu sebelum munculnya tempat-tempat hiburan lainnya yang mencoba mengikuti karena ramai dan populernya Alexis.(fzy)

1744129950993

Cucu Proklamator Ziarah Makam Pembabat Tanah Bondowoso

IMG-20250408-WA0090

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berziarah di Makam Ki Ronggo Bondowoso, di Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur , Rabu (28/3/2018).

Cucu Presiden pertama RI, Soekarno itu didampingi rombongan DPC PDI Perjuangan setempat berziarah di tokoh sentral Bondowoso yang memiliki nama asli Raden Bagus Assra, keturunan panembahan Adikoro IV Pamekasan.

Pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu di sambut langsung juru kunci Nur Hafidz dan Suhartono, ketika tiba di makam pembabat cikal bakal berdirinya Kabupaten Bondowoso itu. Puti didampingi Ketua DPC setempat yang juga Cawabup Bondowoso, Irwan Bachtiar.

Keduanya langsung menuju tiga makam yang keberadaannya beda dengan yang lain yaitu makam Raden Bagoes Assra M Nga Kertoenegoro Ki Ronggo, Roro Sakidjah, Istri R Bagoes Assra dan Djoko Sridin Mas Ngabei Kertokoesomoe Ki Ronggo II.

Keduanya pun duduk di depan pusara makam Raden Bagoes Assra Mas Ngabei Kertoenegoro Ki Ronggo (Bondowoso) untuk memanjatkan doa dengan khusyuk hingga dilanjutkan menaburkan bunga. Usai mendoakan secara khusus itu, Puti dan Irwan lalu bergabung dengan kader dan relawan untuk melakukan tahlil bersama.

Puti mengaku, ziarah kepada leluhur pendiri tanah Kabupaten Bondowoso itu bagian dari mengenang sejarah pendahulu kita, agar tidak sampai melupakan sejarah. “Tujuan ke sini pertama untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa beliau,” ujarnya.

Meski demikian, Puti juga melihat keadaan dan kondisi fasilitas Makam Penguasa pertama Kabupaten Bondowoso yang di makamkan pada Tahun1854 silam itu.

“Makam ini bisa dijadikan satu titik wisata Budaya, Sejarah dan Religi. Ini perlu pembenahan dan diangkat karena ini menjadi jujugan peziarah. Kami ingin program ‘Seribu Dewi’ yang kami usung bisa membenahi sini,” ujarnya.

Wakil Ketua Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo, Supriadi menyambut baik program Gus Ipul dan Mbak Puti. Ia mengaku, senang kehadiran cucu Bung Karno untuk menyempatkan ziarah tersebut.

“Kami senang beliau menyempatkan berziarah di makam yang satu-satunya bersejarah yang ada di dalam kota. Saya harap nanti yang baru lebih memberikan perhatian untuk melestarikan makam ki Ronggo,” harapnya.(*)

1744129950993

Putus Asa Tak Kunjung Sembuh Kakek ini Gantung Diri

IMG-20250408-WA0090

Ngawi, tapalkudamedia.com

Sarno (65) warga desa Semen kec Paron ngawi ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan gantung diri pada Rabu (28/3) sekitar pukul 10.30 WIB.

Berawal saat Misinah (60), isteri korban sepulang dari sawah begitu masuk rumah tidak menjumpai suaminya (Sarno). Selanjutnya isteri korban memanggil korban akan tetapi tidak ada jawaban. Misinah berusaha mencari sang suami ke tetangga dan menanyakan keberadaan suaminya.

Yang akhirnya bersama tetangganya Misinah berusaha mencari Sarno disekitar temapat tinggalnya.

Betapa terkejutnya Misinah tak kala menemukan suaminya sudah tak bernyawa dengan posisi menggantung di pohon jati milik Sukinem, tetangga korban yang kebetulan berada di belakang rumah korban.

Diperkirakan korban melakukan gantung diri tatkala ditinggal isterinya ke sawah. Dengan memakai tali senar warna hijau yang dikaitkan pada salah satu dahan pohon Jati.

Dari perangkat desa langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek paron. Setelah anggota Polsek Paron bersama tim medis melakukan olah TKP menyatakan bahwa korban mengakhri hidupnya dengan bunuh diri.

“Dari tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan memang dari ciri ciri bahwa korban murni melakukan bunuh diri,” jelas Kanit Reskrim Polsek Paron Ipda Miftachul Hudda.

Dari keterangan yang dikumpulkan oleh anggota Polsek Paron bahwa sebelumnya korban mengidap penyakit paru-paru menahun. Kemungkinan karena menderita sakit tersebut korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Karena pihak keluarga telah menerima kematian korban jadi untuk jenazah langsung diserahkan pada keluarga,” pungkas Miftachul(“)

1744129950993

Politik Kenegaraan dan Tagline Mengawal Negara dari Tapal Kuda

IMG-20250408-WA0090

Oleh : Imam Fadholi

Kawasan di Jawa Timur yang disebut Tapal Kuda mempunyai keunikan dan sejarahnya sendiri yang tak banyak diketahui orang. Selain letak geografis yang memang menyerupai tapak kaki kuda atau Tapal Kuda, faktor sosial, politik, pertahanan, dan keamanan juga sangat menentukan dipilihnya nama Tapal Kuda sebagai nama kawasan yang di dalamnya meliputi Kabupaten Pasuruan (bagian timur), Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi oleh rezim penguasa orde baru kala itu. Hingga saat ini, hampir tak ada yang mengungkapkan secara terbuka tentang cerita panjang kenapa Tapal Kuda menjadi terkenal sebagai nama kawasan.

Presiden Soeharto sebagai penguasa Orde Baru, lepas dari segenap pro kontra yang ada dan cara-cara yang digunakan, beliau telah menorehkan sejarah hingga mampu berkuasa selama 32 tahun. Kemampuan itu tentu tak lepas dari kepiawaiannya dalam berpolitik. Golkar sebagai kendaraan untuk melanggengkan kekuasaannya, nyaris selalu memenangkan pemilu yang digelar. Hampir semua daerah berhasil ‘dikuningkan’ atau di-Golkar-kan. Tetapi yang cukup membuat Pak Harto dan Golkar kesulitan adalah meng-Golkar-kan beberapa kabupaten di wilayah timur Propinsi Jawa Timur ini.

Beragam cara dan upaya telah dilakukan. Semua potensi digerakkan, termasuk juga melibatkan militer hingga kelak kemudian muncullah nama Tapal Kuda yang notabene juga menjadi istilah dalam dunia militer sebagai zona penting yang diperhatikan. Namun semua upaya itu nyatanya tetap tak membuahkan hasil yang diinginkan. Sejarah telah mencatat, Golkar di wilayah Tapal Kuda harus berada di bawah Partai-partai Islam dalam perolehan suara, dan itu terjadi hingga sekarang.

Lepas dari kepentingan politik Pak Harto secara pribadi, sebagai Pemimpin Negara dan Kepala Pemerintahan, keharusan menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan Negara secara otomatis menjadikan kepentingan politiknya sebagai kepentingan Negara.

Pada titik ini, peran strategis Tapal Kuda yang menjadi basis massa fanatik Nahdlatul Ulama (NU), dan terkenal sangat kuat dalam menentukan pilihan politiknya terhadap Partai yang berhaluan Islam, tentu sangat berpengaruh dan ikut menentukan dinamika perpolitikan tanah air, di luar maupun dalam masa-masa Pemilu. Sebenarnya hal ini terjadi bukan hanya pada masa Orde Baru, di era pemerintahan Presiden Jokowi sekarang, Tapal Kuda masih tetap diperhitungkan sebagai salah satu zona penentu stabilitas politik, pertahanan, dan keamanan Negara.

Pengaruh Tapal Kuda yang signifikan ini juga telah disadari oleh Pemerintahan sekarang. Perhatian khusus diberikan kepada tokoh-tokoh simpul dan masyarakat kawasan. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Asal Kabupaten Situbondo KHR. As’ad Syamsul Arifin, kebijakan program khusus kawasan, terutama Banyuwangi, kunjungan-kunjungan ke Ulama dan Pesantren-pesantren, SK pendirian Kampus Universitas Ibrahimy yang langsung diberikan oleh Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerojo Asembagus Situbondo yang kemudian ditindak lanjuti kunjungan Menterinya, serta beberapa rencana program besar terkait kemajuan Wilayah Tapal Kuda adalah langkah kongkrit Pemerintah dan Negara dalam rangka menjaga stabilitas politik, pertahanan, dan keamanan dengan memberikan perhatian khusus pada kawasan ini.

Kenapa kawasan Tapal Kuda sekarang masih dianggap sangat penting sehingga terkesan harus dispesialkan? Kita bisa menemukan jawabannya pada puncak pergolakan politik yang terjadi dalam kasus Penodaan Agama yang menimpa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dimana dalam waktu bersamaan terjadi serangkaian demo dengan massa besar, bahkan bisa dibilang fantastis. Puncaknya pada tanggal 02 Desember 2016 atau yang lebih dikenal dengan demo 212. Pada hari menegangkan itu, banyak pengamat, dalam maupun luar negeri memprediksi akan terjadi kehancuran rezim penguasa, karena adanya benturan yang sangat kuat. Sebelumnya, eskalasi konflik meningkat drastis. Saling serang antar kubu massa dengan menggunakan SARA tak bisa dihindarkan. Tetapi pada puncak acara demo, kenyataan yang ada justru jauh berbeda dengan yang ditakutkan.

Demo bisa berakhir dengan damai dan dapat diselesaikan dengan hampir tak ada gejolak yang berarti. Banyak kalangan menilai bahwa demo 212 yang disinyalir dimotori oleh oposisi dan untuk kepentingan menggulingkan Jokowi, justru pada akhirnya dimenangkan oleh Sang Presiden dengan cara mengambil alih Panggung. Beliau menghadapi masa dan berpidato dihadapan jutaan pendemo yang sebelumnya meneriakkan”turunkan Jokowi”.

Lalu dimana peran Tapal Kuda saat itu?

Secara langsung, perannya memang tak bisa kita lihat. Tetapi yang perlu diketahui bahwa NU sebagai organisasi dengan massa terbesar, secara kelembagaan memilih untuk tidak ikut andil dalam demo-demo tersebut, termasuk ketika 212 digelar, meski tak sedikit kaum Nahdliyyin secara individu datang dan ikut meramaikan jalannya demo yang berlangsung di Kawasan Monas Jakarta tersebut.

Diantara massa NU dari berbagai daerah yang datang ke Jakarta, daearah yang paling sedikit dan hampir tidak ada yang ikut andil dalam rangkaian demo adalah daerah-daerah di Tapal Kuda. Lagi-lagi, Situbondo dan beberpa daerah sekitarnya menjadi penentu arah perpolitikan dan stabilitas pertahanan keamanan Negara waktu itu. Bayangkan jika masa dari kawasan ini ikut turun ke jalan-jalan di Jakarta, dimana ada cerita Pasukan Berani Mati dan pasukan Pagar Nusa yang siap berangkat dan berjuang mempertahankan Gus Dur ketika dilengserkan, maka hampir bisa dipastikan, Jakarta dan Negara ini akan mengalami goncangan yang sangat besar.

Di tengah upaya Negara memerangi radikalisme dan terorisme, lagi-lagi Tapal Kuda memiliki peran yang sangat penting. Hal ini nyata dan bisa kita buktikan langsung. Di kawasan Tapal Kuda khusunya Situbondo, tidak ada satupun ormas yang ‘terstigma radikal’ bisa bertahan mendirikan cabang organisasinya. Situbondo yang berjuluk Kota Santri dan Bumi Sholawat Nariyah ini memiliki kultur Islam Tradisional ala NU dengan fanatisme yang tinggi. Karena fakta inilah maka kehadiran radikalisme, dan apalagi terorisme secara otomatis tersisih dan tak bisa hidup di sini.

Kenyataan ini pula mengingatkan kepada Almarhum Pahlawan Nasional kita, ulama kharismatik asal Situbondo yang sangat disegani, KHR. As’ad Syamsul Arifin yang pada masa perjuangan, beliau megusung tagline “Mengawal Negara dari Tapal Kuda”. Tagline tersebut bisa diinterpretasikan bahwa Kyai As’ad bersama segenap pasukannya adalah para pengawal yang mengarahkan, menjaga, serta terus berperan aktif melakukan pengawalan Negara yang sedang dalam kondisi darurat pertahanan dan keamanan. Tagline tersebut bisa menjadi pesan dan ajakan kepada seluruh Warga Negara Indonesia untuk bersama-sama berjuang menjaga Negara agar tetap untuh dalam kondisi aman dan damai.

Khusus kepada sadhéjéh trètan (semua saudara) se Tapal Kuda, tagline “Mengawal Negara dari Tapal Kuda” dari sesepuh kita Kyai As’ad itu sejatinya juga pesan kepada kita semua agar memiliki semangat juang mengawal negara dari dan di Tapal Kuda ini, dengan cara dan jalan yang sesuai situasi serta kondisi saat ini. Tagline itu sudah seharusnya kita implementasikan dalam laku di setiap lini kehidupan kita.*)invetigasi-rabi

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih