Beranda blog Halaman 63

Sesi ke Dua TM3 Peningkatkan Kapasitas Pelaku UMK,Membangun Ekonomi Menuju Indonesia Emas

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jember (PP KAUJE) setelah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk Tegalboto Memanggil 3 (TM3) dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Membangun EkonomiMenuju Indonesia Emas 2045” .

Berikutnya sesi kedua Entereneurship Coaching Clinic yang merupakan sesi pelatihan guna peningkatan kapasitas bagi pelaku UMK di Pendopo Raden Bagus Asra Kabupaten Bondowoso,Rabu 16/10/2024.

Ketua PP KAUJE Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, yang juga akan menjadi narasumber dalam pelatihan.

“Pelatihan mengenai digital marketing dan fotografi produk. Dalam pelatihan ini, LKBN
ANTARA menunjukkan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata kepada pelaku
UMK agar dapat beradaptasi dan
bersaing di pasar yang semakin
kompetitif,”ungkapnya.

Anis menyampaikan bahwa PJ Bupati Bondowoso M.Hadi Wawan Guntoro sangat antusias untuk pengembangan Usaha mikro dan kecil.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan yang kedua dalam kegiatan Tegalboto memanggil (TM3-red) dilaksanakan dua kali tadi pagi kita sudah mengikuti seminar nasional , dan sore ini langsung kita akan mengikuti Coaching Clinic untuk UMKM maupun juga calon wirausaha baru,”paparnya.

Dikatakan bahwa ketika pihaknya menghadap kepada PJ Bupati , M.Hadi Wawan Guntoro memberikan sambutan dan juga antusias yang luar biasa karena memang Kabupaten Bondowoso memiliki semangat ,memiliki potensi yang luar biasa .

“Disini juga, maka kita hadirkan para UKM dan juga anak-anak muda dari mahasiswa dari siswa SMK kelas XII dan perwakilan wirausaha baru setelah kami menghadapi, kemudian ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi ,”papar Anis yang juga menjabat sebagai PLT Asisten I Pemkab Bondowoso.

Kegiatan ini memiliki peran penting sebagai kegiatan usaha yang dapat
memberikan peluang kerja dan
menyerap tenaga kerja dalam
skala yang luas.

FB_IMG_1773966750014

“Sektor UMK telah terbukti mampu berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Inisiatif ini
merupakan bagian dari Program
Tanggung Jawab Sosial yang
dilaksanakan setelah memperhatikan meningkatnya jumlah produk impor yang
mengancam keberadaan produk
lokal, serta tantangan yang
dihadapi oleh pelaku UMK dalam
memanfaatkan telknologi ,”jelasnya.

Anis mengaku bahwa pihaknya bersama dengan Diskoperindag dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) .

“Intinya kita semua nanti dari data peserta siang hari ini ditambah dengan UKM – UKM ditambah dengan para peserta pelatihan yang ada di OPD data itu akan kita jadikan satu ,nanti kita akan cek dari sekian ribu data itu ada berapa yang sudah punya NIB ada berapa yang sudah punya PIRT ada berapa yang sudah punya sertifikasi halal,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

images (15)

M.Hadi Wawan Guntoro Nilai Entereneurship Coaching Clinic Seminar Nasional Relevan dengan Kondisi Bondowoso Saat Ini

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jember (PP KAUJE) menyelenggarakan Entereneurship Coaching Clinic Seminar Nasional bertajuk Tegalboto Memanggil 3 (TM3) dengan tema “Sinergi dan

Kolaborasi Membangun Ekonomi
Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Serbaguna Universitas Jember Kampus Bondowoso,Rabu ,16/10/2024.

PJ Bupati Bondowoso M.Hadi Wawan Guntoro melalui zoom menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi Bondowoso saat ini.

“Kabupaten Bondowoso, yang kita cintai, memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk pariwisata, pertanian, industri kreatif, dan UMKM. Namun, untuk memaksimalkan potensi tersebut, kita memerlukan entrepreneur-entrepreneur muda yang inovatif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya.,”paparnya.

Menurutnya dengan adanya Enterpreneurship Coaching Clinic diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan bimbingan praktis yang diperlukan untuk menjadi pengusaha sukses dan mampu bersaing di pasar global.

“Saya ingin menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui berbagai kebijakan yang pro-UMKM, termasuk memberikan kemudahan perizinan, akses pembiayaan, hingga sertifikasi halal,”ungkapnya.

Dikatakan bahwa kerjasama antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci sukses dalam mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Harapan saya kepada seluruh peserta, terutama para pelaku usaha dan calon entrepreneur, agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,”katanya.

FB_IMG_1773966750014

Pihaknya yakin, dengan semangat kolaborasi yang ada, Bondowoso bisa menjadi salah satu pusat entrepreneurship unggul di Jawa Timur, yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Hadir dalam acara tersebut Adhitya Wardono, SE, M.Si, M.Sc, Ph.D, Koordinator Program-Program Studi Kampus Bondowoso Universitas Jember yang mewakili Rektor Universitas Jember. Para Narasumber di antaranya:
Heru Pujo Nugroho, SE, MBA, Komisaris TAPERA RI. Abdul Firman, Sharia Banking Division Head PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Akhmad Munir, Direktur Utama LKBN ANTARA.
Handoko, SE, Presiden Direktur PT. Karya Anugerah Jaya. Dr. Fathorrazi, SE, M.Si beserta Tim Sertifikasi Halal Universitas Jember.
DR Rendra Wirawan, SE, M.Si, Moderator Seminar. DRs. Mohammad Sholeh, M.Si, mewakili Jajaran Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE).
Anisatul Hamidah, S.Ag, SH, M.Kn, M.Si, Ketua Umum KAUJE Korda Bondowoso.

 

 

 

 

 

images (15)

Konsisten Bea Cukai dan Sat Pol PP Bondowoso Lakukan Opgab Rokok Ilegal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Konsisten Bea Cukai dan Sat Pol PP Bondowoso Lakukan Operasi Gabungan (Opgab) Rokok Ilegal di wilayah Bondowoso.

Kali ini Tim gabungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Jember menggelar operasi gabungan rokok ilegal ke Desa Sukodono Kecamatan Pujer, Senin (14/10/2024).

Opgab rokok illegal kali ini, juga melibatkan dari pihak kepolisian serta Kecamatan setempat.

Terlihat, sebelum operasi gabungan di mulai, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Ponorogo, Slamet Yantoko, yang di wakili oleh Seketaris Ali Djunaidi, S.Sos, memberikan arahan saat upacara pemberangkatan.

Dikatakan, bahwa operasi gabungan rokok ilegal di toko-toko yang menyebar di beberapa wilayah Kecamatan Pujer kali ini nihil. Ini berarti, sosialisasi yang dilakukan oleh Tim sebelum operasi telah berhasil.

Baca Juga :

Persempit  Gerak Pengedar dan Penjual Rokok Ilegal,Satpol PP dan Bea Cukai Lakukan Opgap di Bondowoso

FB_IMG_1773966750014

Sisir Peredaran Rokok Ilegal Satpol PP Bersama Bea Cukai Sasar Pertokoan di Bondowoso

Satpol PP Bondowoso Komitmen Gempur Rokok Ilegal

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Satpol PP Gelar JJS

“Dan yang paling utama dalam sosialisasi dan penindakan, ketika ada temuan, kita memberikan penyadaran kepada masyarakat akan bahayanya rokok ilegal. Tentunya yang terlibat dalam Opgab, yang bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” paparnya

Disamping Seketaris, ikut juga dalam Opgab, Kabid Trantrimas, Nanang Dwi, SH, MM, Kasi Ops, Ahmad Hambri, perwakilan Bea Cukai jember, Kasi Linmas, Wahlul Abriono, S Sos, Kasi Dikdak, Vara Tedi, S. STP, Mohammad Kasim, S.ST, Kasi Damkar dan anggota Sat Pol PP, Bea Cukai Jember dan Polisi Militer sekitar 20 0rang.

Berawal dari pukul 08.25 Wib Regu 1 berangkat ketempat lokasi dan sasaran yang sudah ditentukan dengan melaksanakan Operasi Gabungan antara Sat Pol PP dengan Bea Cukai di toko-toko, warung pinggir jalan di Desa Sukodono Kecamatan Pujer dengan hasil nihil.

Pukul 08.30 Wib Regu 2 berangkat melakukan penyisiran di toko daerah Kecamatan Pujer dengan hasil nihil juga. Jam 12.30 Wib Operasi Gabungan selesai dengan lancar. Tujuan Opgab mengurangi maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Bondowoso

images (15)

Kejari Bondowoso Musnakan BB dari 40 Perkara

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (Inkracht)

Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejari Bondowoso dan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum Polres, Kodim 0822, satpol PP serta Dinas Kesehatah Bondowoso.

Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Dzakiyul Fikri S.H., M.H. memaparkan bahwa untuk triwulam ini ada sebanyak 40 perkara yang sudah Inkracht.

Adapun Barang Bukti (BB) yang dimusnakan diantaranya narkotika jenis sabu-sabu, senjata tajam, alat-alat kejahatan, serta berbagai barang hasil kejahatan yang telah disita.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan wujud komitmen kami dalam menegakkan hukum serta menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat,” tegas Dzakiyul Fikri

FB_IMG_1773966750014

Ia juga menambahkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan telah melewati proses hukum yang panjang dan telah diputuskan oleh pengadilan.

“Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan dihancurkan menggunakan alat khusus, sehingga dipastikan barang-barang tersebut tidak dapat digunakan kembali, “paparnya.

Pemusnahan ini, menurut Kejari, tidak hanya bertujuan untuk menegakkan hukum, tetapi juga sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat bahwa barang-barang hasil tindak pidana tidak akan beredar kembali di tengah-tengah masyarakat.

“Dengan pemusnahan ini, kami berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku tindak kejahatan serta menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjauhi aktivitas yang melanggar hukum, ” pungkasnya.

images (15)

Bangun Komunitas Anti Bulliying PWNU Jatim dan Pondok Pesantren Nurul Jadid Gelar Halaqah Pesantren Ramah Santri

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

PROBOLINGGO – PWNU Jatim dan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menggelar Halaqah Pesantren Ramah Santri.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen bagaimana dalam kehidupan santri di pesantren, se-Jawa Timur, terhindar dari perilaku bullying dan perundungan.

Komitmen tersebut, digelar di Aula Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid, Probolinggo, Senin (14/10/2024) pagi.

Acara tersebut juga bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2024. Halaqah Pesantren Ramah Santri ini, akan digelar di banyak pesantren yang ada di Jawa Timur.

Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hamid Wahid, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan komunitas pesantren yang bebas dari bullying dan perundungan, serta membangun lingkungan ramah bagi seluruh santri.

KH Abd Hamid Wahid, sebagai penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa Halaqah ini dilaksanakan di lima titik pesantren besar di Jawa Timur. Diantaranya, di PP Nurul Jadid (Probolinggo), PP Lirboyo (Kediri), PP Syaikhona Kholil (Bangkalan), PP Darul Musthofa (Malang), dan PP Matholiul Anwar (Lamongan).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita merespon isu bullying dan perundungan di lingkungan pesantren dan menjadikannya sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi santri,” papar pria yang populer disapa Gud Hamid ini.

Gus Hamid, yang juga selaku koordinator kegiatan, menambahkan bahwa hasil dari Halaqah ini akan dirumuskan dalam bentuk buku berjudul Pesantren Ramah Santri.

FB_IMG_1773966750014

“Buku ini akan menjadi panduan untuk seluruh pesantren dalam menciptakan lingkungan anti-bullying. Kami juga akan melibatkan para ahli dan pesantren dalam tindak lanjutnya bersama tim PWNU,” ungkapnya.

Dalam Halaqah ini, menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si, seorang psikolog anak dan remaja, serta Prof. Dr. HM Noor Harisudin, S.Ag., SH, M.Fil.I, CLA, CWC, ulama dan ahli pendidikan pesantren.

Selain itu, hadir juga Dr. Ny. Hj. Khodijaatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.M.Pub., M.Si, pakar pendidikan pesantren, serta AKP Imam Munadi, S. Sos, Kanit Renakta Polda Jatim.

Sementara itu, hadir sebagai peserta dan undangan dalam kegiatan ini, jajaran pengasuh pesantren di Jawa Timur, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Jajaran Pengurus PCNU Kraksaan dan Probolinggo, para dosen, serta tokoh masyarakat dan simpatisan di Probolinggo.

Gus Hamid mengatakan bahwa Halaqah Pesantren ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para santri dan menjadi langkah awal untuk menciptakan komunitas pesantren yang lebih baik, ramah, dan bebas dari segala bentuk bullying dan perundungan.

Beberapa kasus yang selama ini terjadi di pesantren, kedepannya kata Gus Hamid, diharapkan tidak terjadi lagi. Bisa diantisipasi dan secara sistem dan regulasi, sudah ada panduan untuk mengantisipasinya. “Itu harapan kami semua, PWNU Jatim dan para ulama pesantren,” pungkasnya. (*)

 

images (15)

Setyo Budi Tegaskan Gerindra Dukung Paslon 01 Rahmad di Pilkada Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Ketua DPC Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bondowoso, Setyo Budi menegaskan bahwa pihaknya memantapkan diri akan memenangkan Paslon Bupati Bondowoso nomor urut 01 Ra Hamid – Ra As’ad (Rahmad).

Hal itu sekaligus menepis bahwa pihaknya mendukung Paslon Bagus no 02. Maraknya banner pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Bondowoso nomor urut 02 Bambang – Gus Baqir (Bagus), yang disandingkan dengan foto Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto.

Banyak beredar Banner paslon Bagus tidak hanya menyertakan foto Presiden terpilih Prabowo Subianto, tetapi juga menaruh foto wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Banner paslon nomor urut 02 yang memasang foto Prabowo-Gibran itu dapat ditemui di sejumlah titik.Diantaranya di Jalan Raya Jember-Bondowoso ,Bondowoso -Bwsuki.

Padahal rekomendasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra yang ditandatangani oleh Ketua Umum Prabowo Subianto mendukung Paslon Bupati Bondowoso nomor urut 01 Ra Hamid – Ra As’ad (Rahmad).

Ketua DPC Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bondowoso, Setyo Budi menegaskan mengenai hal tersebut.

FB_IMG_1773966750014

Melalui video pihaknya mengklarifikasi beredarnya banner paslon nomor urut 02, Bambang-Gus Baqir yang memasang foto Prabowo-Gibran.

Dia menegaskan, bahwa Prabwoso Subianto selaku Ketua Umum DPP Gerindra merekomendasikan paslon nomor urut 01, Rahmad, untuk Pilkada Bondowoso.

Budi mengimbau kepada masyarakat Bondowoso, agar tidak mudah terkecoh dengan isu yang disebar di tengah Pilkada 2024 ini.

“Oleh karena itu kami mengimbau kepada masyarakat Bondowoso, untuk tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang beredar saat ini,” imbau dia melalui pernyataannya. (*)

Terpasang di dekat TMP jalan raya Bondowoso -Bwsuki

 

images (15)

Gelar FGD Nasionalis Pasangan Rahmad ‘Rumah Kreatif Millenial’ Tempat Diskusi Semua Komunitas

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pasangan Calon Abdul Hamid Wahid (Ra Hamid) – As’ad Yahya Safi’i (Ra As’ad),yang dikenal dengan pasangan Rahmad nomor urut 1 mengelar Focus Group Discussion (FGD) Nasionalis di Cafee Bunga Pelita Bondowoso ,Sabtu 12/10/2024.

FGD tersebut merupakan rangkaian acara Bondowoso Car Free Night Kampung Pelita yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga pukul 22.00 WIB.

Acara yang dikemas santai bersama lintas komunitas tersebut diikuti oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Kabupaten Bondowoso ,komunitas Vespa,komunitas Panter ,komunitas Olahraga,Formi,Koni ,Group Apresiasi Seni (GAS),Penggiat sosial Piramid,Komunitas Sound Horex,Duta Golkar ,juga semua partai pengusung dan pendukung Paslon 01.

Ra Hamid menyampaikan bahwa acara tersebut adalah serap aspirasi lintas komunitas dan akademisi.

“Kita bisa bersilaturahmi dengan rasa kekeluargaan yang nantinya jika saya ditakdirkan memimpin Bondowoso bisa mengakomodir apa yang diinginkan oleh yang hadir pada malam hari ini,”ungkapnya.

Dalam giat tersebut ,banyak hal yang didiskusikan diantaranya bagaimana para pelaku seni di Bondowoso bisa mempunyai wadah,terkait perijinan dan juga persepakbolaan,produk UMKM hingga bea siswa diluar prestasi akademik.

Secara gamblang baik Ra Hamid dan Ra As’ad menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan berjanji , Namun apa bila nantinya terpilih pihaknya akan berupaya maksimal untuk mewujudkan Bondowoso lebih baik.

“Saya tidak akan berjanji ,karena belum tahu apa yang diminta kapan bisa dilaksanakan ,namun jika diberi kesempatan memimpin saya bersama saudara saya Ra As’ad akan berupaya Kompeten, Berwawasan ke depan, Menginspirasi generasi muda, Mengaktualisasi Diri, Jujur dan Rendah Hati sebagaimana yang tentunya menjadi harapan kita bersama,”paparnya.

FB_IMG_1773966750014

Lebih – lebih semua yang disampaikan tadi kata Ra Hamid harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

“Jika kita yakin dan mampu maka harus kita kembangkan,bagaimana bisa berkembang jika diri kita sendiri tidak merasa yakin,”tegasnya.

Diera globalisasi proses integrasi dan interaksi bertahap di antara entitas, individu, Globalisasi semakin cepat karena kemajuan teknologi dibidang teknologi komunikasi dan transportasi juga Persaingan global sendiri merupakan suatu bentuk kompetisi.

“Jadi kita harus mampu berkompetisi,agar tertarik dengan Bondowoso ,sehingga apa yang kita hasilkan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Banyak contoh – contoh kongkrit yang disampaikan Paslon Rahmad saat menjawab pertanyaan dari berbagai komunitas yang hadir.

“Melalui pengamatan selama ini masyarakat Bondowoso yang diinginkan adalah Jalan dan Pupuk semua itu bisa ,jika mampu berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait atau melakukan sinergitas,dan terpenting bagaimana agar investor bisa tertarik ke Bondowoso,”tukasnya.

Clossing statement yang disampaikan selain akan memberikan 10 ribu bea siswa, juga disinggung program prioritas “Rumah Kreatif Millenial” (Sebagai rumah budaya, community interest, asah potensi anak muda dan lain-lain). Termasuk mengakomodir akselerasi dari komunitas-komunitas sosial,ekonomi,budaya dengan melakukan diskusi rutin di Rumah Kreatif Millenial.

images (15)

DPD PWMOI Banyuwangi Jalin Sinergitas Bersama Dinas Perikanan Dorong Sektor Perikanan Di Banyuwangi Untuk Lebih Maju

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi   –  Dalam upaya meningkatkan sinergi dan kontribusi bersama dalam pengembangan sektor perikanan, PWMOI Banyuwangi mengadakan audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan yang berlangsung di Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Jl. K.H. Agus Salim No.106, Lingkungan Cungking , Mojopanggung, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan sektor perikanan serta peluang kerja sama yang dapat dilakukan.

Niarotul Muharomah Sekretaris DPD PWMOI Banyuwangi menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi terkait sektor perikanan. “Kami berkomitmen untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pemberitaan seputar perikanan, mulai dari kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, hingga keberhasilan para pelaku usaha perikanan,” terangnya kepada awak media, jumat (11/10/2024).

Senada dengan hal tersebut, Kadis Perikanan Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh DPD PWMOI Banyuwangi. “Kolaborasi antara media dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor perikanan. Selain itu, media juga dapat berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka menyampaikan aspirasi dan kebutuhan para pelaku usaha perikanan,” ujarnya.

Dalam audiensi ini, membahas beberapa hal penting di bidang sektor perikanan dan pengembangan nya, antara lain DPD PWMOI Banyuwangi akan meningkatkan publikasi bersama mitra media nya akan memberikan ruang yang lebih luas. Untuk publikasi berita dan artikel terkait sektor perikanan, termasuk keberhasilan program-program pemerintah, dan potensi pengembangan sektor perikanan.

FB_IMG_1773966750014

Sosialisasi kebijakan Dinas Perikanan akan memberikan informasi terkini mengenai kebijakan dan regulasi di bidang perikanan kepada DPD PWMOI Banyuwangi, untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat melalui platform media dan mitra PWMOI Banyuwangi

Promosi produk perikanan Dinas Perikanan akan bekerja sama dengan DPD PWMOI Banyuwangi untuk mempromosikan produk perikanan lokal, baik melalui media cetak, online, maupun kegiatan lainnya. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, PWMOI Banyuwangi akan mendukung upaya Dinas Perikanan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas.

Ketua DPD PWMOI Banyuwangi Moch Supriyanto optimistis bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak yang positif bagi pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Banyuwangi.”Kami berharap melalui kolaborasi ini, membuat sektor perikanan di Banyuwangi dapat semakin maju dan memiliki daya saing yang kompetitif serta mampu meningkatkan taraf ekonomi ,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Langkah Nyata Rumuskan Program Inovatif, PJ Bupati Bondowoso TTD MoU dengan 8 Lembaga

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso, – Sebagai langkah nyata dalam merumuskan program-program inovatif Pemkab Bondowoso yang berpihak pada rakyat PJ Bupati Bondowoso ,M. Hadi Wawan Guntoro melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan bersama 8 Lembaga di Paringgitan Pendopo Raden Bagus Asra ,Kamis 10/10/2024.

8 Lembaga tersebut diantaranya Universitas Surabaya,
Institut Tehnologi Dan Sains Mandala ,Radio Republik Indonesia Jember ,Universitas Abdurrahman Saleh Situbondo

Selain itu PT Pos Indonesia Cabang Bondowoso ,Politehnik Kesehatan Kementrian Kesehatan Denpasar ,Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso
dan nstiitut Tehnologi Sains Dan Kesehatan Rumah Sakit Dokter Soepraoen Kesdam V Brawijaya Malang

Hadi menyampaikan, bahwa maksud dan tujuan kerjasama tersebut sebagai landasan dasar dan kesepakatan bersama sesuai dengan peraturan perundang undangan untuk merumuskan program-program inovatif yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso.

“Hari ini, kita menciptakan momen bersejarah yang menunjukkan komitmen kita dalam meningkatkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Kesepakatan bersama ini kata Hadi bukan hanya sekadar dokumen, melainkan merupakan langkah nyata untuk merumuskan program-program inovatif yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso, ” paparnya

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara tersebut.

FB_IMG_1773966750014

“Tanpa dukungan dan kerja keras dari semua pihak, acara ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik, ” tegasnya.

Diharapkan agar sinergi yang terjalin melalui kesepakatan ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan hari ini.

“Mari kita bekerja sama secara berkelanjutan, saling mendukung, dan berbagi pengetahuan serta sumber daya untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, ” katanya.

Sementara itu Kepala bagian Pemerintahan dan Kerjasama Abdul Manan menyampaikan bahwa tujuan kerjasama tersebut untuk mensinergikan potensi sumber daya yang dimiliki guna mengembangkan kerjasama pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan.

“Selain itu untuk menyinergikan sumberdaya yang dimiliki untuk mengembangkan penyebaran informasi dan edukasi melalui jasa penyiaran,”paparnya.

Selain itu untuk menyinergikan sumber daya para pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Pemkab Bondowoso melalui semua layanan yang ada di kantor pos Bondowoso.

Abdul Manan Kabag Pemerintahan dan Kerjasama Pemkab Bondowoso
images (15)

Siapkan Generasi Emas Pemkab melalui Dinsos P3AKB Kembali Wisuda Emak-Emak Lulus SOTH

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Wawan Hadi Guntoro menghasiri wisudah puluhan emak-emak dengan memindahkan tali topi toga di desa Jumpong, Wonosari, Traktakan, dan Tangsil, Kecamatan Wonosari,Kamis 10/10/2024.

Kepala Dinsos P3AKB, Anisatul Hamidah, mengatakan, puluhan emak-emak ini diwisuda setelah mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) selama 14 kali pertemuan.

Saat mengikuti setiap pertemuan SOTH ,mereka diajari bebagai ilmu Parenting. Dua pertemuan di antaranya harus dihadari oleh ayah, agar tahu bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu saja.

“Kita ajari untuk parenting. Dari 14 pertemuan 2 kali pertemuan harus dihadiri ayah,” jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Program ini kata Anis merupakan salah satu upaya dalam menyiapkan generasi emas berkualitas mulai dari hulu hingga hilir

“Tak hanya sekolah orang tua. Namun juga ada sekolah siaga kependudukan atau madrasah siaga kependudukan yang menyasar remaja,” paparnya.

Untu itulah, orang tua lanjut usia, ada program Selantang (sekolah lansia tangguh).

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih