Beranda blog Halaman 23

Fraksi Golkar Setujui Raperda APBD 2026, Tekankan Pembangunan yang Holistik dan Akseleratif

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Fraksi Golkar DPRD Bondowoso menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam pandangan umumnya, juru bicara Fraksi Golkar, Kukuh, menyampaikan bahwa percepatan pelaksanaan program prioritas akan memberikan efek berantai (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“APBD 2026 harus berpihak pada layanan publik, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan daya saing daerah. Keberhasilan visi Bondowoso BERKAH hanya dapat dicapai melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Fraksi Golkar juga menekankan pentingnya penguatan program strategis agar implementasinya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurut mereka, APBD bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan instrumen pembangunan yang harus menghasilkan perubahan nyata.

FB_IMG_1773966750014

Di akhir penyampaiannya, Fraksi Golkar menyatakan menerima dan menyetujui Raperda APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Kukuh berharap seluruh rekomendasi Fraksi dapat diakomodasi dalam pelaksanaan APBD tahun mendatang.

“Semoga APBD 2026 menjadi langkah pertama menuju pembangunan Bondowoso yang semakin berkualitas, akseleratif, dan holistik,” tutupnya

images (15)

Bupati Bondowoso Tegaskan Mutasi Pejabat Dilakukan Sesuai Prosedur dan Evaluasi Kinerja

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Bupati Bondowoso, Abd. Hamid Wahid, menegaskan bahwa proses mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sepenuhnya dilakukan sesuai prosedur serta berdasarkan evaluasi kinerja yang telah dilaksanakan secara komprehensif.

Bupati menjelaskan, setiap pejabat yang dimutasi sebelumnya telah melalui tahapan evaluasi, termasuk salah satu pejabat yang disebut pernah bertugas di Bondowoso. Meski memiliki pengalaman, pejabat tersebut dinilai tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan memperkuat kontribusi pemikiran di lingkungan kerja baru.

“Kemarin sudah kita lakukan evaluasi kinerja. Beliau (Wawan Setiawan – Red) juga sudah melewati proses itu. Pengalaman memang sudah ada, termasuk pernah bertugas di Bondowoso, tetapi tetap diperlukan adaptasi dan kemampuan berpikir yang kita butuhkan. Karena itu, kita tempatkan di posisi provinsi,” jelas Bupati Abd. Hamid Wahid,Senin 24/11/2025.

Mutasi Lanjutan Menunggu Proses Teknis

Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan mutasi lanjutan, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan yang telah direncanakan. Namun, pelaksanaan mutasi berikutnya harus menunggu kesiapan dan kelengkapan proses teknis.

FB_IMG_1773966750014

“Apakah masih ada mutasi lagi? Kita akan menuntaskan ini dulu. Rencananya sudah ada, tapi pelaksanaan tahun ini atau tidak, itu bergantung pada proses yang sedang berjalan, termasuk pengajuan dan pertimbangan teknis,” ujarnya.

Open Bidding Masih Jadi Opsi Pengisian Jabatan

Bupati Abd. Hamid Wahid juga menegaskan bahwa mekanisme open bidding tetap menjadi salah satu opsi dalam pengisian jabatan ke depan. Menurutnya, metode tersebut telah diprogramkan dan dapat melibatkan pendamping atau pembimbing sesuai kebutuhan formasi jabatan.

“Open bidding tetap ada dalam rencana kita, termasuk kemungkinan adanya pembimbing. Programnya sudah ada, jadi tinggal mengikuti proses dan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Dengan pernyataan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan bahwa setiap kebijakan mutasi maupun pengisian jabatan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan organisasi demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

images (15)

Bunda PAUD Bondowoso Kunjungi Tiga KB di Kecamatan Maesan, Tekankan Pentingnya Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Khodijatul Qodriyah,, melakukan kunjungan kerja ke tiga Kelompok Belajar (KB) di Kecamatan Maesan pada Senin, 24 November 2025.

Tiga lembaga yang dikunjungi dalam rangkaian agenda pembinaan PAUD tersebut adalah KB Al-Furqon, KB Pelangi Bunda, dan KB Subatul Hasan.

Dalam kesempatan itu, istri Bupati Bondowoso tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para kepala sekolah, pendidik, serta seluruh pengelola lembaga PAUD yang telah menunjukkan dedikasi kuat dalam mendidik anak usia dini.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala sekolah dan seluruh pendidik yang telah mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mendidik anak-anak. Hari ini kami mengunjungi tiga KB dari delapan titik yang sudah dijadwalkan dalam rangkaian kunjungan pembinaan,” ujarnya.

Khodijatul Qodriyah, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan semangat kepada para guru, sekaligus melihat secara langsung inovasi-inovasi pembelajaran yang diterapkan di masing-masing lembaga. Selain itu, dialog dan diskusi digelar untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi pendidik PAUD, guna mencari solusi bersama dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di Bondowoso.

“Kunjungan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling berbagi, saling menguatkan, dan saling membersamai. Dengan melakukan analisis seperti SWOT, kita bisa memahami kekuatan, peluang, kelemahan, dan tantangan yang ada. Ketika kita mengenal diri sendiri, kita akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan dari luar,” jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Ia juga menegaskan bahwa para pendidik PAUD memegang peran besar dalam membentuk calon-calon pemimpin bangsa. Menurutnya, meski anak hanya berada di sekolah selama tiga hingga lima jam, waktu tersebut merupakan masa yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter.

“Usia PAUD adalah usia yang sangat peka terhadap informasi dan contoh yang mereka lihat. Oleh karena itu, pendidik harus berhati-hati dan menjadi teladan yang baik. Perbuatan kita lebih mudah ditangkap oleh anak dibandingkan perkataan,” tuturnya.

Ia mencontohkan pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan. “Kalau kita mengajarkan bahwa kebersihan sebagian dari iman, tapi tanpa sadar membuang tisu sembarangan, anak akan menangkap perbuatan itu. Maka keteladanan menjadi kunci,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Maesan itu dihadiri oleh para pendidik PAUD, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah kecamatan. Kunjungan Bunda PAUD ini menjadi bagian dari rangkaian delapan hari pembinaan yang menyasar berbagai lembaga PAUD di Bondowoso, dengan tiga titik kunjungan setiap harinya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap mutu pendidikan anak usia dini terus meningkat, sehingga dapat melahirkan generasi Bondowoso yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

images (15)

LSM Cakrawala Nusantara Mantapkan Reformasi Pengurus 2025, Perkuat Peran sebagai Mitra Masyarakat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrawala Nusantara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Reformasi Pengurus Tahun 2025 di Kantor DPP Bondowoso, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat tata kelola, memperjelas arah gerak, serta meningkatkan efektivitas struktur kepengurusan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Rakor berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri oleh pengurus DPP, DPC, serta anggota LSM Cakrawala Nusantara dari beberapa kabupaten. Agenda utama meliputi evaluasi program tahun 2024, penyusunan roadmap 2025, serta penyempurnaan struktur organisasi melalui reformasi kepengurusan.

Ketua LSM Cakrawala Nusantara, Imam Imron, dalam sambutannya menegaskan bahwa reformasi pengurus merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi lembaga sebagai mitra kritis pemerintah serta pengawal aspirasi masyarakat.

“Rakor dan reformasi pengurus tahun ini adalah upaya kami untuk memastikan organisasi tetap adaptif, transparan, dan mampu menjawab tantangan sosial di tahun 2025. Kami ingin memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya legalitas lembaga dalam menjalankan pendampingan di lapangan. “LSM Cakrawala Nusantara memiliki legalitas yang jelas. Kemenkumham jelas. Ketika kita melangkah dan melakukan pendampingan di lapangan, kami memiliki payung hukum yang kuat,” tegas Imam Imron.

Menurutnya, LSM Cakrawala Nusantara berkomitmen menjadi lembaga yang semakin profesional, independen, dan berorientasi pada pelayanan publik. “Kami berharap kegiatan ini menghadirkan energi baru untuk mengawal berbagai isu sosial serta terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pada tahun 2025,” tambahnya.

FB_IMG_1773966750014

Dalam Rakor tersebut, diputuskan beberapa poin penting, di antaranya:

Penataan ulang struktur pengurus untuk memperkuat koordinasi internal.

Penguatan program advokasi dan pemberdayaan berbasis data lapangan.

Penetapan agenda kerja strategis 2025–2026, termasuk peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra.

Perencanaan kegiatan bakti sosial serta penguatan silaturahmi antaranggota melalui program anjangsana.

Rakor ditutup dengan peneguhan komitmen bersama dan sesi foto sebagai tanda kesiapan pengurus baru dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab organisasi ke depan.

images (15)

Program Ketahanan Pangan Berlanjut, Komoditas di Lahan SAE Pakis Lapas Banyuwangi Semakin Beragam

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi  –  Program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan yang positif. Program ketahanan pangan yang dipusatkan pada lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Kelurahan Pakis ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga semakin memperluas variasi komoditas yang dibudidayakan.

Setelah pada fase awal lebih berfokus pada penanaman padi dan kacang panjang, Lapas Banyuwangi kini mendiversifikasi lahannya seluas 2,2 hektar tersebut. Lahan tersebut tidak hanya ditanami dengan berbagai jenis tanaman pangan, tetapi juga dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

Komoditas pertanian yang kini menghijaukan lahan SAE Pakis meliputi padi, jagung, semangka, dan tomat. Sementara untuk sektor perikanan, benih ikan nila dan lele telah ditebar untuk dibudidayakan, Jumat (21/11).

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa merinci pembagian lahan untuk setiap komoditas. Padi, semangka, dan jagung masing-masing ditanam di lahan seluas 7.000 meter persegi. Sementara untuk tomat, dialokasikan lahan seluas 1.000 meter persegi.

“Untuk budidaya perikanan memanfaatkan saluran irigasi yang berada di tengah lahan, kami sudah lakukan penebaran 2000 bibit nila dan 1000 bibit lele,” ungkapnya.

Wayan menegaskan bahwa program ini memiliki makna ganda. Di satu sisi, ini merupakan implementasi nyata dukungan Lapas terhadap program ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi bagian integral dari program pembinaan bagi warga binaan.

FB_IMG_1773966750014

“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini adalah wujud pembinaan bagi warga binaan kami, khususnya dalam bidang pertanian dan perikanan. Setiap harinya, terdapat warga binaan yang telah memenuhi syarat dan tergabung dalam program asimilasi yang bertugas melakukan perawatan pada lahan SAE Pakis ini,” ujarnya.

Langkah strategi ini juga sejalan dengan program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andianto. Program ketahanan pangan di Lapas Banyuwangi secara langsung mendukung poin kedua dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan.

Menurut Wayan, diversifikasi komoditas yang dilakukan bukan tanpa alasan. Selain untuk memaksimalkan hasil lahan, pengenalan berbagai jenis tanaman dan ikan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang lebih beragam.

Selain itu, Pola pembudidayaan juga disesuaikan dengan karakteristik lahan yang ada, sehingga diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan hasil yang optimal.

“Dengan demikian, lahan SAE Pakis tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga menjadi sekolah lapangan yang membekali warga binaan dengan bekal keterampilan bertani dan budidaya ikan yang dapat menjadi modal mereka setelah kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Di Duga Jasad Pemancing Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sungai Banyuwangi 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –   Mayat seorang laki-laki ditemukan di tepi sungai yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon Kecamatan Srono, Banyuwangi, Kamis (20/11/2025) pagi.

Kapolsek Srono AKP Sutarkam mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh seorang pencari rosokan yang saat itu tengah melintas di sekitaran tepi sungai tersebut sekitar pukul 05.30 WIB.

“Awalnya saksi melihat bangkai besar dikerumuni lalat. Sempat dikira bangkai kambing, namun setelah didekati, ternyata mayat manusia,” terang Sutarkam.

Terkejut dengan temuan tersebut, pencari barang rosokan kemudian meninggalkan mayat itu untuk mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian, dia kembali ke lokasi bersama beberapa orang dan disusul warga yang berdatangan di lokasi.

“Setelah dicek bersama, keadaan mayat tersebut ternyata seorang laki-laki. Warga menemukan jasad korban dalam posisi terlentang,” kata Sutarkam.

Kapolsek Srono mengungkapkan, awalnya jenazah laki-laki itu ditemukan dalam kondisi tanpa identitas. Namun tak lama kemudian ada warga yang juga datang ke lokasi mengenali mayat tersebut.

FB_IMG_1773966750014

“Mayat laki-laki tersebut bernama Su, warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu,” ungkap Kapolsek Srono.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh pihak kepolisian, terungkap jika korban telah dua hari tidak pulang ke rumah. Informasi orang hilang atas nama Su juga telah beredar di media sosial.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Sementara berdasarkan keterangan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Polsek Sempu karena korban merupakan warga sana,” jelas AKP Sutarkam.

Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. “Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menerima kematian korban dan menolak dilakukannya autopsi,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Tingkatkan Kemandirian Desa, Bondowoso Serahkan Bantuan untuk BUMDes dan Kelembagaan Masyarakat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas ekonomi desa melalui penyerahan bantuan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelembagaan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (20/11/2025).

Acara penyerahan bantuan tersebut di serahkan oleh bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid melalui Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i.

Wabup menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan kemudahan yang diberikan Allah SWT, hari ini kita dapat berkumpul untuk melaksanakan penyerahan bantuan kepada para penerima manfaat kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat. Bantuan ini adalah investasi untuk memperkuat produktivitas masyarakat dan mendorong desa lebih mandiri,” ujarnya.

Wakil Bupati As’ad juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni:

Yang pertama untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Bantuan diharapkan mampu memperluas usaha masyarakat, mempercepat proses produksi, dan membuka peluang ekonomi baru baik di tingkat rumah tangga maupun kelembagaan desa.

Kemudian kedua untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Fasilitas pertanian yang diberikan akan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Yang ketiga kata Wabup untuk menumbuhkan kemandirian usaha.
Bantuan ini menjadi pemantik tumbuhnya usaha kecil berbasis desa serta mendorong BUMDes dan kelembagaan masyarakat agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

FB_IMG_1773966750014

“Kami berharap seluruh penerima manfaat menjaga dan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Pengurus BUMDes dan perangkat kecamatan juga kami imbau untuk terus melakukan pendampingan, tidak hanya dalam hal alat, tetapi juga manajemen dan penguatan kapasitas,” tambahnya.

Berbagai Jenis Bantuan Disalurkan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso, Mahfud Junaedi, menjelaskan bahwa program bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Meski sempat mengalami penyesuaian jadwal, bantuan akhirnya dapat disalurkan pada semester akhir tahun anggaran.

Adapun jenis bantuan yang diberikan meliputi Kendaraan roda tiga (Tossa) sebanyak 17 unit,
diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dan BUMDes.
Hand sprayer listrik sebanyak 115 unit ,Pompa air sebanyak 8 unit

Mahfud berharap bantuan tersebut dapat memperkuat program ketahanan pangan dan mendukung peningkatan ekonomi keluarga di desa.

“Kendaraan roda tiga ini diharapkan bisa membantu perekonomian di wilayah masing-masing. Tolong dimanfaatkan sebaik mungkin dan jangan sampai dijual. Untuk itu, hari ini kami juga menghadirkan pihak kejaksaan sebagai saksi bahwa bantuan benar-benar diserahkan kepada penerima yang berhak,” tegasnya.

Dengan adanya bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap desa-desa semakin berdaya, mandiri, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kelembagaan dan usaha ekonomi berbasis potensi lokal.

images (15)

Rusaknya Akses Jalan Penghubung Tiga Desa di Wonosari Diusulkan ke BNPB untuk Perbaikan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Akses jalan penghubung antara Desa Tangsil Kulon, Desa Tangsil Wetan, dan Desa Jumpong di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian, sehingga Pemerintah Kabupaten Bondowoso segera mengambil langkah untuk mengusulkan perbaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa pihaknya bersama BPBD Bondowoso telah mengajukan usulan perbaikan infrastruktur tersebut ke BNPB .

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemkab Bondowoso dalam mendukung program Rantas atau percepatan penanganan kerusakan akibat bencana.

“Usulan perbaikan jembatan dan akses jalan ini sudah kami sampaikan ke BNPB. Ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah dalam program Rantas,” ujarnya

FB_IMG_1773966750014

Senada dengan itu, Plt Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto, membenarkan bahwa BPBD dan BSBK telah berkoordinasi untuk mengajukan permohonan bantuan tersebut.

Menurutnya, proses pengajuan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan teknis.

“Kami memang sudah mengusulkan ke BNPB bersama BSBK. Namun, semuanya membutuhkan proses dan waktu. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” jelasnya.

Masyarakat berharap usulan perbaikan ini segera mendapatkan respons positif, mengingat akses jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan tiga desa dan menjadi penunjang utama aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal proses pengajuan hingga perbaikan dapat terealisasi.

images (15)

Dinsos P3AKB Bondowoso Salurkan BLT DBHCHT Tahap II, Dua Pabrik Resmi Terverifikasi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahap II kepada buruh pabrik rokok pada Selasa, 18 November 2025. Penyaluran yang difasilitasi Dinas Sosial P3AKB bekerja sama dengan PT Pos Indonesia ini berlangsung lancar di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Sosial P3AKB, dr. M. Imron, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyaluran bantuan tahap kedua bagi para buruh pabrik rokok, termasuk pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Penyaluran tahap kedua ini diberikan kepada 71 penerima dari dua pabrik rokok. Masing-masing menerima Rp600.000, hasil akumulasi dua bulan,” jelas Imron.

Imron juga mengungkapkan adanya usulan tambahan penerima dari salah satu pabrik rokok, yakni CV Dwi Putri yang berlokasi di Desa Sumbermalang, Kecamatan Beringin. Namun hasil verifikasi dan validasi data menunjukkan bahwa perusahaan tersebut belum terdaftar sebagai badan usaha di Kementerian Hukum dan HAM, sehingga tidak memenuhi syarat untuk menerima BLT DBHCHT.

FB_IMG_1773966750014

“Karena itu, hanya dua pabrik rokok yang memenuhi ketentuan untuk menerima pada tahap ini. Proses penyaluran tetap mengacu pada aturan pemerintah dan surat edaran Sekda Provinsi mengenai kriteria penerima bantuan,” tegasnya.

Ia menambahkan, total anggaran BLT DBHCHT Kabupaten Bondowoso tahun ini mencapai Rp5 miliar, dengan setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Rp600.000. Dinas Sosial bersama PT Pos Indonesia memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan tanpa praktik pilih kasih.

Penyaluran BLT DBHCHT Tahap II ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para buruh pabrik rokok di Bondowoso sekaligus memperkuat pemanfaatan dana cukai untuk kesejahteraan masyarakat.

images (15)

Bupati Bondowoso Tegaskan Penyaluran BLT DBHCHT Harus Tanpa Potongan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid, menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) harus dilakukan tanpa potongan apa pun.

Arahan tersebut disampaikan untuk memastikan bantuan diterima utuh oleh para buruh pabrik rokok yang menjadi sasaran program dilaksanakan di pabrik rokok Dua Putri desa Jumpong Kecamatan Wonosari Bondowoso ,Selasa 18/11/2025.

Bupati memerintahkan seluruh tim terkait untuk mengawal proses penyaluran secara penuh di masing-masing lokasi pabrik.

“Penyaluran BLT harus dilaksanakan tanpa potongan apa pun dan seluruh tim diminta mengawal prosesnya secara penuh di masing-masing lokasi pabrik,” tegasnya.

FB_IMG_1773966750014

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memanfaatkan dana cukai untuk meringankan beban ekonomi masyarakat rentan, khususnya pekerja sektor tembakau.

“Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memanfaatkan dana cukai untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan, khususnya para pekerja di sektor tembakau. Kita berharap bantuan ini dapat meningkatkan perlindungan sosial dan kualitas hidup para buruh,” ujarnya.

Penyaluran BLT dilakukan langsung oleh petugas PT Pos Indonesia di dua pabrik rokok untuk memastikan proses berjalan cepat, tepat, dan akuntabel.

Melalui program ini, pemerintah berharap para buruh pabrik rokok dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih