Beranda Lensa Nusantara Bedah Buku di Forum Intelektual Sarmuji Ajak Pemimpin Hadir Membawa Solusi

Bedah Buku di Forum Intelektual Sarmuji Ajak Pemimpin Hadir Membawa Solusi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

JEMBER – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menggelar bedah buku bertajuk Kekuasaan yang Menolong di kawasan Jalan Jawa, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Sabtu (9/5/2026) dalam forum intelektual.

Kegiatan yang dikemas bersama grand opening Cikiluks Fried Chicken, Coffee and Ice Cream tersebut berlangsung hangat dan penuh nuansa intelektual. Acara dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi pendidikan, hingga unsur pemerintahan setempat.

Bedah buku digelar di eks gedung Safia Dept. Store, tepat di seberang Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Rektor Universitas Jember, dosen, praktisi pendidikan, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, serta Lurah Sumbersari Bhatara Pragusta.

Dalam forum yang berlangsung interaktif itu, Sarmuji lebih banyak mengupas filosofi dan hakikat kekuasaan dibanding membahas dinamika politik nasional. Ia menegaskan, kekuasaan sejatinya harus menjadi alat untuk membantu dan melayani masyarakat.

“Kekuasaan yang baik adalah kekuasaan yang menolong. Menolong masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan menolong negara agar semakin kuat,” ujar Sarmuji.

Menurutnya, buku tersebut lahir dari kegelisahannya terhadap cara pandang sebagian pihak yang memaknai kekuasaan hanya sebatas jabatan dan kewenangan.

FB_IMG_1773966750014

Padahal, kekuasaan seharusnya menjadi instrumen pelayanan publik dan solusi atas persoalan rakyat.

Ia juga menekankan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kekuasaan formal, tetapi harus mampu menghadirkan keberpihakan dan solusi nyata bagi masyarakat.

Suasana akademik terasa kuat sepanjang diskusi berlangsung. Para peserta dari berbagai perguruan tinggi aktif menyampaikan pandangan terkait hubungan antara kekuasaan, kepemimpinan, dan pelayanan publik di tengah tantangan sosial saat ini.

Diskusi pun berjalan hidup karena peserta tidak hanya membahas teori kekuasaan, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat dan tantangan kepemimpinan modern.

Sementara itu, CEO Cikiluks Fried Chicken, Coffee and Ice Cream, Luluk Maknuniah, mengatakan konsep bedah buku sengaja dipilih dalam grand opening restorannya sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang yang tidak sekadar menjadi tempat kuliner, tetapi juga wadah diskusi dan pertukaran gagasan.

“Jalan Jawa adalah kawasan kampus yang memiliki potensi besar sebagai ruang bertemunya kreativitas, gagasan, dan aktivitas anak muda,” ujarnya.

images (15)