page contents
11 Agustus 2020
tapalkudapost.com
Featured Lensa Nusantara

Audiens Puluhan Aktivis FP2EM vs Dikbud Situbondo Sempat Memanas

Situbondo – Puluhan Aktivis Forum Pemerhati Pendidikan Elemen Masyarakat (FP2EM) Audiensi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, tepat pada pukul 09.00 wib, Jumat, (10/07/2020)), membahas tentang insentif guru paud agar dapat diusulkan dan diberikan selama 12 bulan.

Meskipun audensi tersebut sempat memanas dan sempat bersitegang antara aktivis dengan salah satu pejabat di Dikbud, namun berakhir dengan damai yang ditandai dengan penandatangan kesepakatan.

Audiensi yang berlangsung di Aula “Graha Bhakti KH Akhmad Dahlan” lantai dua Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Djunaedi, Sekretaris, Nur Hidayat, Kabid Himpauidi, H. Abdurahman, pejabat pembuat kebijakan Dikbud, Siti Aisyah, SH dan puluhan aktivis tersebut mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

“Kami akan terus mengawal terutama kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku Dinas yang menaungi beberapa lembaga agar memperhatikan insentif guru paud, karena mereka sudah meluangkan waktunya untuk mengajar,” ucap Fathor Zainullah, kepada sejumlah awak media, Jumat, (10/07/2020) sesaat seusai audensi.

Fathor juga menambahkan bahwa untuk insentif guru paud perbulannya Rp 150.000, namun, dalam setahun, insentif tersebut hanya mendapatkan selama 6 bulan.

“Kami sudah menandatangani kesepakatan yang dimana usulan usulan tersebut sudah disetujui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang nantinya akan kami usulkan ke Legislatif, Pertama, kami mengusulkan untuk menaikkan insentif bagi tenaga pendidikan Paud, kedua mengusulkan pembayaran insentif diusulkan/ diberikan setiap bulan, ketiga mengusulkan insentif bagi pendidik PAUD sebanyak 12 bulan setiap tahun, ke empat, berkomitmen dalam memperhatikan dalam kesejahteraan GTK dari PAUD hingga SMP dan kualitas pendidikan di Kabupaten Situbondo,” sambungnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Akhmad Djunaedi, Msi juga mengatakan, apa yang disampaikan rekan rekan FP2EM itu adalah juga keinginan pihaknya, bahkan pihaknya menginginkan agar honor bahkan bukan hanya guru paud, melainkan guru SD, SMP bahkan guru pendidikannya juga dinaikkan.

” Keinginan kami sama, namun karena keterbatasan anggaran sesuai regulasi ya kami tunduk saja pada regulasi. Namun, kami akan tetap upayakan agar honor guru paud meningkat,” ujarnya.

Sedangkan honor paud tahun ini, lanjut Ahmad Djunaedi, hanya 6 bulan selama 1 tahun. Yaitu, sampai bulan Juni.Tetapi, pihaknya akan mengusahakan di perubahan anggaran tahun berikutnya agar menjadi 12 bulan.

“Untuk tahun depan, kami sudah diperintahkan oleh Bupati dan juga Wakil Bupati agar honor guru paud harus 12 bulan, pada Th 2019, honor guru paud hanya 3 bulan, dan pada tahun sekarang ini naik menjadi 6 bulan,” pungkasnya.

Editor/Reporter : Anies Septivirawan

IklanPost

Related posts

Warung Soto di Panji Dilalap Si Jago Merah

Tapalkudapost

Melirik Bisnis Hiasan Lampu Paralon Pemuda Ampelan

Tapalkudapost

Personel Kodim 0824 Jalani Test Kesemaptaan Jasmani

Tapalkudapost