BONDOWOSO – Kiprah santri dalam membangun bangsa kembali mendapat pengakuan. Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, meraih penghargaan Santri of The Year 2026 kategori Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi tokoh berlatar belakang pesantren dalam kepemimpinan dan pengabdian di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam acara penganugerahan, Bupati Bondowoso diwakili oleh Asisten Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ,Solikin, S.Pd., S.H., M.Si Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk menerima penghargaan tersebut.
KH Abdul Hamid Wahid merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo. Penghargaan ini menjadi bagian dari pengakuan terhadap peran alumni pesantren yang berkiprah di ranah pemerintahan dan pembangunan daerah.
Saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026), Bupati Bondowoso menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026.
“Alhamdulillah, saya kembali diberi kepercayaan meraih penghargaan Santri of The Year 2026 untuk kategori Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Apresiasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
Puncak penganugerahan Santri of The Year 2026 diselenggarakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta. Islam Nusantara Center (INC), bekerja sama dengan Majelis Pesona dan didukung DPR RI, menggelar ajang tersebut untuk mengapresiasi tokoh dan figur inspiratif berlatar belakang santri maupun pesantren.
Penghargaan diberikan kepada sosok yang dinilai menunjukkan kontribusi melalui gagasan, karya, prestasi, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurut Abdul Hamid Wahid, ajang ini tidak sekadar memberikan penghargaan kepada individu, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keteladanan santri kepada masyarakat luas.
Selain itu, penghargaan tersebut diharapkan memperkuat pengakuan terhadap pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Ia mengungkapkan, proses penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui survei dan penilaian oleh dewan pakar serta dewan juri. Masukan dari berbagai pihak melalui kanal digital INC turut menjadi bagian dari proses tersebut.
Dua Puluh Kategori, Cerminkan Luasnya Kiprah Santri
Santri of The Year 2026 menghadirkan 20 kategori penghargaan yang mencerminkan keberagaman peran santri dan pesantren dalam kehidupan nasional.
Kategori tersebut meliputi bidang seni dan budaya, dakwah, pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan pemerintahan nasional, provinsi, serta kabupaten/kota.
Selain itu, terdapat kategori Santri Legislator Inspiratif, Santri Milenial Inspiratif, Santri Bhayangkara Inspiratif, Santri Nayaka Inspiratif, Santri Penggerak Perempuan Inspiratif, Santri Dhyaksa Inspiratif, dan Santri Diplomat Inspiratif.
Penghargaan juga diberikan kepada pesantren dalam kategori Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Entrepreneur Inspiratif, dan Pesantren Takhasus Inspiratif. Dua kategori lainnya adalah Santri Mengabdi Sepanjang Hayat dan Pahlawan Santri.
Keberagaman kategori tersebut memperlihatkan bahwa kiprah santri tidak terbatas pada pendidikan dan kegiatan keagamaan. Tradisi pesantren juga menjadi ruang pembentukan nilai, karakter, dan tanggung jawab sosial yang dapat diterapkan di berbagai sektor kehidupan.
Di bidang pemerintahan, kehadiran alumni pesantren menjadi bagian dari dinamika pembangunan daerah. Nilai-nilai yang tumbuh dalam lingkungan pesantren diharapkan dapat terus menjadi bekal dalam menjalankan amanah, melayani masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Bagi Bondowoso, penghargaan yang diraih Bupati KH Abdul Hamid Wahid ini menempatkan kiprah alumni pesantren daerah dalam perhatian ajang apresiasi berskala nasional, sekaligus menegaskan luasnya ruang pengabdian santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.











