BONDOWOSO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan paket sembako kepada 20 warga Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Senin pagi (28/9/2026).
Bantuan tersebut menyasar ibu menyusui dan keluarga yang memiliki bayi. Penyaluran bantuan berlangsung di Balai Desa Locare sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Baznas Bondowoso dengan Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso, Puskesmas Curahdami, dan Pemerintah Desa Locare.
Sekretaris Desa Locare, Nazril Irham, menyambut baik bantuan yang diberikan Baznas Bondowoso. Menurut dia, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan pangan.
“Kami sangat senang dengan adanya bantuan ini karena masyarakat desa memang sangat membutuhkan,” kata Nazril.
Ia menyebut persoalan stunting masih menjadi perhatian di Desa Locare sehingga berbagai bentuk dukungan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat dinilai penting.
Dukungan serupa disampaikan Puskesmas Curahdami. Petugas kesehatan Puskesmas Curahdami, Dwi Rinani, mengatakan pihaknya sebelumnya menerima kedatangan mahasiswa Unej Kampus Bondowoso yang melakukan koordinasi terkait warga yang membutuhkan bantuan.
“Dari hasil koordinasi tersebut, kami memberikan data warga yang dinilai membutuhkan bantuan sembako,” ujar Dwi.
Sementara itu, perwakilan Universitas Jember, Airlangga, menyampaikan apresiasi kepada Baznas Bondowoso atas dukungan yang diberikan dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, Baznas Bondowoso sudah membantu kami,” katanya.
Perwakilan Baznas Bondowoso, M. Arab, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam upaya mendukung penanganan stunting.
“Baznas Bondowoso selalu siap membantu dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung pencegahan stunting di Bondowoso.














