Beranda Ekonomi & Teknologi Dari Dokumen ke Lapangan, Sumber Wringin Berjuang Tembus Puncak WIA 2026

Dari Dokumen ke Lapangan, Sumber Wringin Berjuang Tembus Puncak WIA 2026

1784696982808

BONDOWOSO — Desa Wisata Sumber Wringin membawa nama Kabupaten Bondowoso ke panggung nasional setelah berhasil menembus TOP 15 besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.

Capaian tersebut kini memasuki tahap penting. Tim Visitasi Lapangan Kementerian Pariwisata RI datang langsung ke Bondowoso untuk melihat sekaligus menguji kesesuaian antara dokumen penilaian dengan kondisi nyata di lapangan.

Visitasi berlangsung di Pendopo Bagus Asra Ki Ronggo, Senin( 28/9/2026).
Selanjutnya menuju lokasi wisata.

Kehadiran tim penilai menjadi momentum bagi Bondowoso untuk memperlihatkan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya berhenti pada potensi alam, tetapi juga ditopang tata kelola, kesiapan masyarakat, dan keberlanjutan destinasi.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan persiapan untuk menghadapi visitasi sebenarnya telah dilakukan sejak Desa Wisata Sumber Wringin masuk dalam 30 besar.

Menurutnya, ketika kemudian Sumber Wringin berhasil melaju ke TOP 15, persiapan justru semakin diperkuat. Pemkab Bondowoso bersama pengelola desa wisata berupaya memastikan seluruh aspek yang telah disampaikan dalam dokumen penilaian dapat dibuktikan ketika tim juri turun langsung ke lapangan.

“Untuk kesiapan memang kita sudah melakukan persiapan sejak ditetapkan menjadi 30 besar. Kita sudah siapkan untuk kunjungan. Alhamdulillah, kita masuk 15 besar, sehingga persiapan yang kita lakukan menjadi lebih panjang,” ujar Gede.

Ia menyebut keberhasilan Sumber Wringin menembus TOP 15 merupakan buah dari kerja dan semangat pengelola desa wisata. Karena itu, Pemkab Bondowoso memberikan dukungan secara maksimal agar Sumber Wringin mampu menunjukkan seluruh potensinya di hadapan tim penilai.

“Harapannya tentu saja kita dapat hasil yang maksimal. Apa yang diperjuangkan teman-teman Desa Wisata Sumber Wringin sudah sangat luar biasa. Kami juga mengoptimalkannya. Melihat semangat teman-teman di sana, kami tidak ragu untuk memberikan dukungan secara maksimal,” katanya.

1785517338444

Dokumen Tak Boleh Berbeda dengan Realitas

Gede menegaskan, salah satu fokus utama persiapan menghadapi visitasi adalah memastikan adanya kesesuaian antara dokumen yang telah dikirim kepada tim juri dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Artinya, setiap data, program, potensi, hingga capaian yang tercantum dalam dokumen harus dapat ditunjukkan secara nyata ketika proses visitasi berlangsung.

“Persiapan khusus tentu saja pertama kita sudah mengirim dokumen kepada tim juri. Itu harus kita cocokkan dengan kenyataan di lapangan. Apa yang ditulis dengan apa yang ada di lapangan, itu yang kita optimalkan,” tegasnya.

Menurut Gede, tahap visitasi menjadi kesempatan penting bagi Sumber Wringin untuk memperlihatkan secara langsung berbagai potensi yang dimiliki kepada tim penilai dari Kementerian Pariwisata.

Bagi Bondowoso, masuknya Sumber Wringin ke TOP 15 bukan sekadar pencapaian administratif dalam sebuah kompetisi. Tahapan tersebut menjadi ruang pembuktian sejauh mana desa wisata mampu mengelola potensi lokal dan menjadikannya sebagai kekuatan pariwisata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan dukungan Pemkab Bondowoso dan kesiapan pengelola di tingkat desa, Sumber Wringin kini menghadapi tahap penilaian yang akan melihat langsung apa yang selama ini dituangkan dalam dokumen.

Dari dokumen menuju pembuktian lapangan. Sumber Wringin kini membawa harapan Bondowoso untuk menunjukkan bahwa desa wisata di kawasan pegunungan juga mampu bersaing di panggung pariwisata nasional.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521