Beranda Ekonomi & Teknologi Dua Desa di Bondowoso Tembus Presentasi Nasional PPK Ormawa, Potensi Kopi hingga...

Dua Desa di Bondowoso Tembus Presentasi Nasional PPK Ormawa, Potensi Kopi hingga Inovasi Ekonomi Jadi Andalan

1784696982808

BONDOWOSO — Dua desa di Kabupaten Bondowoso, yakni Desa Gunungsari dan Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, mendapat kesempatan mempresentasikan hasil pemberdayaan masyarakat dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di tingkat nasional.

Program tersebut merupakan kegiatan yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan dilaksanakan melalui Universitas Jember (Unej). Selama kurang lebih tiga bulan, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat di dua desa tersebut.

Kepala Bapperida Bondowoso, Anizatul Hamidah, mengatakan, proses tersebut tidak sekadar melihat potensi desa, tetapi juga diarahkan pada upaya menemukan inovasi yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat.

“Adik-adik itu selama tiga bulan mengidentifikasi potensi desa. Kemudian mereka melihat ada potensi kopi, ada potensi penguatan ekonomi masyarakat, dan mereka punya inovasi-inovasi yang ada di Desa Tanah Wulan,” ujar Anizatul,Kamis 24/09/2026 di kantor Pemkab setempat.

Menurutnya, terpilihnya Gunungsari dan Tanah Wulan sebagai lokasi PPK Ormawa merupakan bagian dari pilihan Universitas Jember dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk potensi desa dan kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jadi itu pilihan dari Unej untuk menentukan fokus. Mungkin mereka melihat mana desa yang membutuhkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Banyak perspektif yang dilihat, terkait dengan potensi desanya sekaligus apa yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan berada di Desa Tanah Wulan. Program tersebut antara lain berupa pendampingan masyarakat dalam pengolahan produk pangan berupa nugget, termasuk aspek pengemasan dan pengembangan sistem informasi yang mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Anizatul menyebut inovasi tersebut berkaitan dengan konsep Sipetran, yakni sistem informasi terpadu untuk pemberdayaan masyarakat desa hutan.

1785517338444

“Untuk yang Tanah Wulan tadi itu pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pembuatan nugget, dikemas dan dibuat sistem. Sipetran namanya, Sistem Informasi Terpadu untuk Desa Hutan. Jadi pemberdayaan masyarakat di sana,” katanya.

Kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi momentum penting bagi kedua desa untuk menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Anizatul menambahkan, apabila mampu meraih hasil dalam tahapan nasional tersebut, kedua desa berpeluang masuk dalam nominasi penghargaan dari pemerintah pusat.

“Dan ternyata dua desa untuk lokus PPK Ormawa itu diberi kesempatan untuk presentasi di tingkat nasional. Ketika mereka nanti berhasil, mereka akan mendapatkan nominasi penghargaan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa pemberdayaan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik. Potensi ekonomi lokal, inovasi mahasiswa, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong desa agar mampu mengembangkan kekuatan ekonominya secara berkelanjutan.

Bagi Bondowoso, capaian tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi desa ke tingkat yang lebih luas, sekaligus menguji sejauh mana inovasi yang lahir dari masyarakat dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521