BONDOWOSO – Latihan Gabungan Pramuka Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) ke-8 resmi dibuka sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kekompakan, serta pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Bondowoso.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’ie, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, latihan gabungan bukan sekadar ajang berkumpul dan berlatih, tetapi menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk belajar bekerja sama dan membangun semangat kebersamaan.
“Latihan gabungan bukan sekadar kegiatan berkumpul dan berlatih bersama, tetapi merupakan momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara seluruh anggota Pramuka Madrasah Ibtidaiyah,” ujarnya,Sabtu ,15/08/2026 di Bumi perkemahan Nurul Huda Annawawi
Grujugan Bondowoso.
Ia menegaskan, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, berani, peduli, dan pantang menyerah.
Melalui berbagai permainan, tantangan, dan materi kepramukaan, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai sesama, memimpin dan dipimpin, serta menghadapi tantangan dengan keberanian.
Kak As’ad mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Ia meminta para anggota Pramuka tidak takut mencoba, tidak mudah menyerah, serta berani bertanya ketika menghadapi kesulitan.
“Jadikan setiap permainan, tantangan, dan materi latihan sebagai pengalaman berharga untuk membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan diri,” pesannya.
Pembina Pramuka Punya Peran Strategis
Apresiasi juga disampaikan kepada para pembina Pramuka yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendampingi dan membentuk karakter generasi muda.
Menurut Kak As’ad, dedikasi para pembina menjadi bagian penting dalam mencetak anak-anak yang berakhlak mulia, tangguh, kreatif, mandiri, serta memiliki semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.
Ia berharap latihan gabungan KKM MI ke-8 dapat memperkuat sinergi antara madrasah, pembina, dan Gerakan Pramuka. Kegiatan kepramukaan, kata dia, perlu terus dikembangkan agar aktif, edukatif, menyenangkan, sekaligus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepemimpinan.
“Tanamkan dalam diri semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Jadilah Pramuka yang selalu siap membantu, cinta lingkungan, menghormati sesama, rajin belajar, serta memiliki keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” katanya.
Siapkan Generasi Emas Bondowoso
Kak As’ad juga mengingatkan bahwa masa depan Bondowoso dan Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, pembentukan karakter sejak dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan latihan gabungan tersebut sebagai momentum untuk bergerak, belajar, berprestasi, dan mengabdi bersama.
“Dengan semangat Pramuka, kita kuatkan persaudaraan, kita bangun karakter generasi muda, dan kita siapkan generasi emas yang mampu membawa Bondowoso dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bondowoso secara resmi membuka Latihan Gabungan Pramuka KKM MI ke-8.
Ia berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, serta terus menggelorakan semangat kepramukaan.
“Selamat berlatih, selamat berkegiatan, jaga kekompakan, junjung tinggi sportivitas, dan terus kobarkan semangat Pramuka. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” pungkasnya.














