BONDOWOSO, TapalkudaPost.com – Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan Ulang Janji, Renungan Suci, dan Pelantikan Pramuka Garuda Golongan Siaga yang digelar di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (13/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tamu undangan, para orang tua dan keluarga Pramuka Garuda, serta anggota Pramuka Garuda Golongan Siaga.
Kakwarcab Bondowoso, Kak As’ad Yahya Safi’i, dalam mengajak seluruh anggota Pramuka menjadikan momentum ulang janji dan renungan suci bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian.
“Janji bukan sekadar ucapan di mulut, melainkan harus dijaga, dibuktikan, dan diwariskan,” pesannya.
Ia menegaskan, menjadi anggota Pramuka bukan hanya soal mengenakan seragam atau mengikuti kegiatan perkemahan. Lebih dari itu, Pramuka dituntut mampu mengimplementasikan nilai Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika tidak ada orang lain yang melihat.
Menurutnya, Tri Satya dan Dasa Darma harus menjadi pedoman dalam membentuk karakter generasi muda yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mencintai Tanah Air, peduli terhadap sesama, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Pramuka Garuda, Awal Tanggung Jawab
Khusus kepada Pramuka Garuda Golongan Siaga yang dilantik, As’ad berpesan agar pencapaian tersebut tidak dipandang sebagai akhir perjalanan.
“Peringkat Garuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.
Ia meminta para Pramuka Garuda terus mengejar cita-cita dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Namun, ia juga mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat mereka melupakan orang tua yang telah membesarkan serta para pembina yang selama ini memberikan bimbingan.
Dorong Pramuka Dukung Swasembada Pangan
Dalam kesempatan tersebut, As’ad juga mengaitkan gerakan Pramuka dengan tema Hari Pramuka ke-65, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi panggilan bagi Gerakan Pramuka untuk ikut menjawab kebutuhan bangsa.
“Swasembada pangan adalah soal menjaga martabat dan kedaulatan negara,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong pendidikan Pramuka agar semakin dekat dengan alam dan lingkungan. Anak-anak perlu dikenalkan dengan pemanfaatan lahan, menghargai profesi petani, serta membangun kebiasaan tidak membuang makanan.
“Ketika kita menanam benih pangan, kita sedang menanam masa depan Indonesia,” katanya.
Jangan Biarkan Api Pengabdian Padam
As’ad juga mengingatkan bahwa jabatan dan usia akan terus berganti. Namun, karakter baik yang ditanamkan kepada generasi muda akan menjadi warisan yang jauh lebih panjang.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Bondowoso untuk menjaga semangat pengabdian.
“Jangan biarkan api Pramuka padam. Mari nyalakan terus api pengabdian yang menerangi dan menghangatkan,” pesannya.
Kepada Pramuka Garuda, ia memberikan pesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
“Jika suatu saat kalian merasa lelah menghadapi kesulitan, jangan bertanya, siapa yang akan menolong? Tetapi bertanyalah, apa yang bisa saya lakukan? Itulah jiwa Pramuka yang sesungguhnya,” tuturnya.
Ia berharap dari momentum Ulang Janji dan Renungan Suci tersebut lahir generasi muda Bondowoso yang memiliki semangat pengabdian dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Malam ini kita telah merenung, mengulang janji, dan melantik Pramuka Garuda. Mulai esok hari, mari kita kembali bergerak dan mengabdi untuk bangsa,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa Pramuka merupakan perjalanan seumur hidup. Momentum Hari Pramuka ke-65 diharapkan menjadi pengingat agar semangat pengabdian terus menyala.
“Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia.”














