Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk mempertahankan status Ijen UNESCO Global Geopark (UGGp) sebagai kawasan geopark dunia yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian alam, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i, mewakili Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid, saat menghadiri Closing Meeting Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (6/8/2026).
Wabup As’ad menyampaikan apresiasi kepada dua asesor UNESCO yang telah melakukan proses revalidasi kawasan Ijen sejak 2 hingga 6 Agustus 2026 di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang di Bondowoso, The Highland Paradise. Sebutan ini bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan kekayaan bentang alam pegunungan yang kami miliki sebagai bagian dari kawasan Gunung Ijen Purba,” ujar Wabup As’ad.
Ia menjelaskan, Bondowoso memiliki kekayaan geologi yang luar biasa dengan 22 anak gunung yang menjadi warisan alam bernilai tinggi. Potensi tersebut menjadi modal utama pembangunan daerah yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Menurutnya, pengelolaan Geopark Ijen selalu berpedoman pada tiga pilar utama UNESCO Global Geopark, yakni konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Ketiga prinsip tersebut harus berjalan beriringan agar warisan alam tetap lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi unggulan Bondowoso di sektor perkebunan, khususnya kopi. Saat ini Bondowoso memiliki dua produk kopi berstatus Indikasi Geografis, yakni Kopi Arabika Java Ijen-Raung dan Kopi Arabika Argopuro yang memiliki karakteristik cita rasa khas dan menjadi identitas daerah.
Tak hanya itu, nilai-nilai geopark juga telah diintegrasikan ke dalam dunia pendidikan melalui muatan lokal di sekolah-sekolah. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kekayaan geologi, hayati, dan budaya yang dimiliki Bondowoso.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan alam agar tetap lestari untuk masa depan,” katanya.
Wakil Bupati menambahkan, keberadaan Ijen UNESCO Global Geopark telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kunjungan wisatawan terus meningkat, aktivitas ekonomi berkembang, dan sektor pariwisata semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Wabup juga menyampaikan penghargaan kepada asesor UNESCO, khususnya Mr. Andreas Josef Schueller dan
Miss Li Yue, atas dedikasi dan perhatian selama proses revalidasi berlangsung.
Ia menegaskan bahwa proses revalidasi bukan sekadar penilaian untuk mempertahankan status UNESCO, melainkan momentum evaluasi dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan Geopark Ijen.
“Kami berharap hasil revalidasi ini kembali mempertahankan status Ijen UNESCO Global Geopark. Lebih dari itu, semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar kawasan ini semakin memberi manfaat bagi masyarakat, menjaga kelestarian alam, dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.
Untuk diketahui ,dalam giat tersebut dihadiri wakil Bupati Bondowoso dan Wakil Bupati Banyuwangi Juga dari Bapenas ,Kementerian pariwisata kemudian dari kmgi kemudian Dinas pariwisata Provinsi Jawa Timur dan badan pengelola ujian Geopark baik dari Jawa Timur maupun tingkat nasional termasuk dari Kabupaten Banyuwangi .(dhex)














