Situbondo – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag., M.M.Pub., M.Si., menghadiri puncak Haul Masyayikh Nusantara 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Situbondo, Minggu (19/7/2026) pagi.
Kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut dihadiri ribuan jamaah, para kiai, ulama, serta pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Turut hadir pula Bupati Bondowoso Dr.KH.Abdul Hamid ,M.Ag bersama Ketua TP PKK Bondowoso sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat.
Dalam suasana yang khidmat, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan wujud semangat silaturahmi sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, kegiatan seperti Haul Masyayikh Nusantara menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa rendah hati, memperkuat persaudaraan, dan memperbanyak amal kebaikan.
Ia mengapresiasi tingginya semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut.
Berbagai elemen masyarakat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari menyediakan konsumsi, air minum, hingga membantu transportasi secara sukarela.
“Semangat kebersamaan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan. Setiap bentuk sedekah dan bantuan yang diberikan merupakan amal jariah yang diharapkan menjadi keberkahan bagi kehidupan,” ujarnya, saat di konfirmasi.
Menurutnya, tidak ada kontribusi yang terlalu kecil dalam sebuah kegiatan yang bertujuan menebarkan kebaikan. Niat tulus untuk membantu sesama akan menjadi investasi amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
“Kita diajak untuk tidak melewatkan setiap kesempatan berbuat baik. Apa pun bentuknya, selama dilandasi niat yang ikhlas, insyaallah akan menjadi benih kebajikan yang kelak berbuah keberkahan. Sebab, setiap amal dan niat baik tidak akan pernah luput dari catatan Allah SWT,” tuturnya.
Haul Masyayikh Nusantara 2026 menjadi salah satu agenda keagamaan yang tidak hanya mempererat hubungan antarpesantren dan umat Islam, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Pantauan di lapangan menunjukkan jemaah dari berbagai wilayah, seperti Pulau Bali, Kabupaten Blora, hingga daerah-daerah pelosok di Situbondo, membanjiri pusat kota sejak Sabtu,pukul 19.30 WIB.
Jemaah luar daerah mayoritas datang menggunakan mobil pribadi, bus, dan armada travel. Sementara itu, warga dari pelosok Situbondo banyak yang datang mengendarai sepeda motor atau menumpang kendaraan bak terbuka seperti truk dan pic up.Bahkan yang dari sebrang pulaupun mengunakan angkutan laut hingga ke Jangkar.
Gelombang massa ini membuat area sekitar panggung utama di Alun-alun Situbondo dan kantong-kantong parkir padat merayap.
Tingginya antusiasme juga memicu lonjakan okupansi hotel di Situbondo hingga penuh. Alhasil, banyak jemaah yang memilih untuk menggelar tikar dan bermalam langsung di alun-alun sembari menunggu acara dimulai pada pukul 06.00 WIB dari pagi.
Koordinator Lapangan Haul Masyayikh Nusantara, H. Hosnan, membenarkan pergerakan massa tersebut. Menurutnya, jemaah terus mengalir masuk ke area kota sejak Sabtu waktu magrib.
Untuk diketahui Gagasan Haul Masyayikh (haul untuk mengenang para kiai/guru besar) di Situbondo tidak lepas dari akar tradisi besar yang dirintis oleh para ulama karismatik, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Penggagas utamanya antara lain adalah Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin (pahlawan nasional dan pengasuh kedua ponpes tersebut), bersama para dzuriyyah (keturunan) dan masyayikh penerusnya.
Kali ini Haul Masyayikh Nusantara 2026 dipimpin oleh putra Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin KH. R. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin adalah seorang ulama kharismatik asal Jawa Timur yang mengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Situbondo dengan pembacaan Sholawat Nariyah.
Giat tersebut juga dalam rangka haul KH. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin (wafat 2012) adalah yang merupakan asal Situbondo pengasuh PP Mambaul Hikmah Panji.














