Beranda Ekonomi & Teknologi Antusias Ikuti Pelatihan Las, Bekal Keterampilan untuk Raih Peluang Kerja

Antusias Ikuti Pelatihan Las, Bekal Keterampilan untuk Raih Peluang Kerja

1784696982808

Bondowoso – Pelatihan las yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bondowoso di Balai Latihan Kerja (BLK) Bondowoso menjadi harapan baru bagi masyarakat yang ingin memiliki keterampilan kerja.

Salah satu peserta, Wendi, warga Bondowoso, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan selama 34 hari tersebut.

Sebelum mengikuti pelatihan, dirinya mengaku belum memiliki keterampilan khusus yang dapat dijadikan bekal untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak ilmu. Selama pelatihan kami diajarkan teori sekaligus praktik pengelasan yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk bekerja,” ujar Wendi.

Pelatihan las di BLK Bondowoso tidak hanya mengajarkan teknik dasar pengelasan, tetapi juga mengacu pada standar kompetensi nasional yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

1785517338444

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pemahaman Welding Procedure Specification (WPS) dan Procedure Qualification Record (PQR), teknik pengelasan seperti SMAW, GMAW, dan GTAW, hingga pemeriksaan cacat hasil las agar memenuhi standar kualitas.
Selain teori, peserta juga menjalani praktik pengelasan pada berbagai posisi, mulai dari 1G hingga 4G, sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri.

Sesuai standar Kemnaker, kompetensi juru las dibagi menjadi tiga tingkatan. Welder Kelas III diperuntukkan bagi pekerjaan pengelasan umum yang tidak bertekanan, Welder Kelas II untuk konstruksi dengan tingkat risiko menengah, sedangkan Welder Kelas I merupakan kualifikasi tertinggi yang menangani konstruksi berat bertekanan tinggi, seperti boiler dan pipa transmisi.

Usai menyelesaikan pelatihan, peserta diwajibkan mengikuti Uji Kompetensi sebagai syarat memperoleh sertifikasi. Sertifikat yang diterbitkan BNSP menjadi bukti bahwa peserta telah memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selain itu, peserta juga dapat memperoleh sertifikasi Kemnaker, bahkan berpeluang mengikuti sertifikasi internasional seperti AWS atau CSWIP apabila dibutuhkan untuk proyek berskala global.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan siap kerja, mampu bersaing di dunia industri, serta menciptakan peluang usaha secara mandiri guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521