Beranda Lensa Nusantara Ratusan Pelajar Bondowoso Terancam Gagal Ikuti OSN Tingkat Provinsi, Wali Murid Soroti...

Ratusan Pelajar Bondowoso Terancam Gagal Ikuti OSN Tingkat Provinsi, Wali Murid Soroti Tanggung Jawab Dispendik terhadap Dampak Psikologis Siswa

1784696982808

Bondowoso – Gagalnya ratusan pelajar di Kabupaten Bondowoso mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan administrasi yang menyebabkan berkas pendaftaran peserta tidak terkirim atau tidak terunggah sesuai ketentuan.

Kondisi itu memunculkan keprihatinan berbagai pihak, terutama terkait dampak psikologis yang dialami para siswa. Mereka diketahui telah menjalani proses seleksi dan mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk mengikuti ajang kompetisi akademik tersebut.

Baca juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Bondowoso Soroti Tidak Munculnya Nilai OSN SD dan SMP, Minta Penelusuran Menyeluruh

Beredar Pesan Berantai 350 Peserta OSN SD Bondowoso Didiskualifikasi, DPRD Akan Panggil Dispendik

Salah seorang wali murid berinisial LI mengaku kecewa atas peristiwa yang dialami anaknya. Menurutnya, para siswa telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN.

“Saya sangat kecewa karena kejadian ini bisa berdampak pada kondisi psikologis anak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai instansi terkait perlu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, termasuk memberikan perhatian terhadap kondisi mental para peserta yang gagal mengikuti kompetisi bukan karena kesalahan mereka.

Pendapat serupa disampaikan BJR. Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut administrasi, tetapi juga menyangkut harapan dan kerja keras para siswa.

“Bukan sekadar soal administrasi, tetapi tentang mimpi dan kerja keras ratusan siswa yang terancam pupus. Semoga persoalan ini segera mendapat solusi yang adil agar prestasi anak-anak Bondowoso tidak berhenti hanya karena kelalaian yang seharusnya bisa dihindari,” katanya.

Sementara itu, Didit Baskariyanto dari Laskar Aswaja Bondowoso meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso lebih responsif dalam menangani persoalan tersebut.

Menurutnya, langkah penyelesaian tidak cukup hanya berkoordinasi dengan pihak pusat.

1785517338444

“Apa yang akan dilakukan? Apakah hanya berkirim surat kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas)? Kondisi mental anak-anak justru harus segera mendapat perhatian,” tegasnya.

Didit menilai Dinas Pendidikan perlu mempertimbangkan pemberian pendampingan psikologis secara profesional, termasuk melibatkan psikolog apabila diperlukan, guna membantu para siswa mengatasi rasa kecewa akibat batal mengikuti kompetisi.

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa proses belajar, kerja keras, serta keberanian mengikuti seleksi merupakan pencapaian yang tetap bernilai, meskipun tidak berkesempatan mengikuti perlombaan hingga tingkat provinsi.

“Jadikan ini sebagai pembelajaran hidup. Anak-anak perlu memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan bijaksana. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Menurut Didit, perhatian terhadap kondisi psikologis siswa harus menjadi prioritas agar peristiwa tersebut tidak menimbulkan trauma berkepanjangan.
Ia juga menilai persoalan ini menambah daftar evaluasi terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso yang dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi sorotan publik.

Karena itu, Laskar Aswaja Bondowoso mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan di Kabupaten Bondowoso sebagai bagian dari upaya mewujudkan clean and good governance serta pelayanan pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketika pelaksanaan OSN jenjang SD dan SMP mengalami kendala teknis yang bersifat mendasar, tentu masyarakat mempertanyakan arah kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso,” katanya.

Didit meyakini Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan melakukan evaluasi secara objektif terhadap jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) apabila ditemukan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Terpenting kata Didit Contoh daerah yang bisa meloloskan OSN jangan berkaca pada yang sama-sama tidak bisa .

“Saya yakin pimpinan Kabupaten Bondowoso akan bersikap bijaksana dan melakukan evaluasi terhadap OPD yang dinilai tidak menjalankan tugasnya secara optimal,” pungkasnya.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521