Bondowoso –Melalui program Selantang, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat, sekaligus membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.
Semangat belajar sepanjang hayat ditunjukkan oleh puluhan lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bondowoso. Sebanyak 48 peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Anggrek 3 resmi diwisuda dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Kecamatan Tenggarang, Selasa (30/6/2026).
Program Selantang merupakan pendidikan nonformal yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso. Program ini bertujuan memberdayakan para lansia agar tetap SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) sehingga mampu menjalani masa tua dengan lebih berkualitas dan bermartabat.
Hal yang menarik dalam wisuda tersebut adalah sebagian besar peserta telah berusia di atas 70 tahun. Meski demikian, semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran tidak surut hingga berhasil menyelesaikan program.
Salah seorang wisudawati, Busama, yang lahir pada 1 Januari 1955 dan kini berusia 71 tahun, mengaku bersyukur dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran hingga diwisuda.
“Alhamdulillah, saya masih diberi kesehatan sehingga bisa mengikuti Selantang sampai wisuda,” ujarnya usai prosesi wisuda.
Kesan dan pesan mewakili seluruh wisudawan disampaikan oleh Titik Katarina, wisudawati berusia 72 tahun yang lahir pada 5 Juni 1954. Dengan penuh haru, ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Sekolah Lansia Tangguh.
Menurutnya, mengikuti Selantang memberikan pengalaman baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Selain memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dan kehidupan lansia, para peserta juga mendapatkan kesempatan memperluas pergaulan melalui berbagai kegiatan bersama.
“Awalnya kami hanya beraktivitas di rumah, ke pasar, dan memasak. Setelah mengikuti Selantang, kami bisa berkumpul, belajar bersama, bahkan mengikuti kegiatan rekreasi yang menjadi pengalaman baru bagi kami,” ungkapnya.
Ia menceritakan bahwa para peserta sempat mengikuti kunjungan edukatif menggunakan kereta api menuju sejumlah lokasi wisata dan cagar budaya. Pengalaman tersebut menjadi kenangan yang sangat berkesan karena sebagian besar peserta belum pernah menikmati perjalanan serupa.
“Di usia kami sekarang, ternyata masih bisa merasakan perjalanan bersama teman-teman. Ini menjadi pengalaman yang membahagiakan dan tidak akan kami lupakan,” katanya.
Titik juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh kader, pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan, serta Dinsos P3AKB Bondowoso yang telah mendukung terselenggaranya program Selantang.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar semakin banyak lansia yang memperoleh kesempatan belajar, menjaga kesehatan, serta tetap aktif berkontribusi di tengah keluarga dan masyarakat.
Rangkaian prosesi wisuda ditutup dengan penampilan Tarian Tanduk Majeng yang dibawakan oleh para lansia. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan menjadi simbol bahwa semangat berkarya tetap dapat tumbuh meski telah memasuki usia senja














