Bondowoso – Sejumlah wali murid penerima penghargaan pada ajang Pekan Pendidikan Berkah Kabupaten Bondowoso mengaku kecewa karena hadiah uang yang dijanjikan hingga kini belum diterima
Padahal, penghargaan berupa trofi dan hadiah uang tersebut secara simbolis telah diserahkan oleh Bupati Bondowoso dalam rangkaian kegiatan pendidikan yang digelar beberapa waktu lalu.
Kekecewaan itu disampaikan oleh salah seorang wali murid berinisial S, yang mengaku mewakili beberapa penerima penghargaan lainnya.
Menurutnya, para siswa telah menerima trofi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih, namun hadiah uang yang dijanjikan masih belum diterima hingga saat ini.
“Padahal yang menyerahkan penghargaan itu langsung Pak Bupati. Tolong sampaikan kepada Pak Bupati kalau uang hadiahnya sampai sekarang belum kami terima,sudah satu bulan lalu,” ujar S kepada awak media.
Menurutnya, para orang tua dan siswa tidak mempersoalkan nominal hadiah yang dijanjikan. Namun, mereka berharap adanya kejelasan dari pihak terkait mengenai pencairan hadiah tersebut, mengingat penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih para peserta didik.
“Kami hanya berharap ada kepastian. Anak-anak sudah bangga menerima penghargaan, tetapi mereka juga menanyakan kapan hadiah uang yang dijanjikan bisa diterima,mask pak bupati bohong,” tambahnya menirukan celoteh sang anak.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan hadiah uang pembinaan terjadi karena dana yang bersumber dari pemerintah pusat hingga kini belum ditransfer ke Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Menurut Taufan, dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan memang telah dianggarkan untuk pengadaan trofi dan uang pembinaan bagi para penerima penghargaan.
Namun, realisasi pencairan masih bergantung pada ketersediaan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
“DAU memang sampai saat ini masih belum turun. Silakan dilihat dalam rekaman maupun dokumen yang ada, bahwa dalam DPA kami memang terdapat anggaran untuk pengadaan trofi dan uang pembinaan,” jelas Taufan.
Ia menambahkan, keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat tidak hanya berdampak pada pencairan hadiah Pekan Pendidikan Berkah, tetapi juga berpengaruh terhadap sejumlah kewajiban pembayaran lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan.
“Ini tidak hanya berkaitan dengan uang pembinaan. Beberapa pembayaran lain juga terdampak, termasuk honor guru PAUD yang sampai sekarang belum bisa kami bayarkan sepenuhnya,” katanya.
Taufan mengungkapkan bahwa honor guru PAUD untuk bulan Januari telah dibayarkan. Sementara pembayaran untuk bulan Maret dan April baru dapat direalisasikan sebagian, sedangkan kewajiban pembayaran berikutnya masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah.
“Kami kemarin sudah membayar dua bulan. Namun untuk pembayaran selanjutnya memang masih menunggu karena sumber dananya dari pusat belum ditransfer ke Pemerintah Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan bahwa hak para penerima penghargaan Pekan Pendidikan Berkah tetap menjadi perhatian dan akan segera direalisasikan setelah dana yang menjadi sumber pembiayaan tersedia.
Sementara itu, para wali murid berharap pemerintah daerah dapat memberikan informasi yang jelas mengenai jadwal pencairan hadiah tersebut agar tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan siswa maupun orang tua.
“Kami berharap segera ada kepastian. Ini bukan semata soal uangnya, tetapi juga bentuk penghargaan kepada anak-anak yang sudah berprestasi dan mengharumkan nama sekolah,” pungkas salah seorang wali murid.
(Tim Redaksi)














