Bondowoso – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menekankan pentingnya akurasi data serta percepatan graduasi mandiri bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH).
Bupati menyampaikan bahwa data merupakan kunci utama keberhasilan program. Oleh karena itu, ia meminta agar pemutakhiran data melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)dilakukan secara berkala dan jujur.
“Data adalah kunci. Saya minta pemutakhiran data dilakukan secara berkala dan jujur agar program ini tepat sasaran,” ujarnya,Rabu 01/04/2026 di Pendopo Bagus Asra Bondowoso.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama PKH tidak hanya mempertahankan kepesertaan, melainkan mendorong percepatan graduasi mandiri.
Dikatakan,pemerintah ingin melihat KPM menjadi lebih berdaya dan mampu keluar dari jerat kemiskinan secara mandiri.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kolaborasi lintas sektor.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara berkualitas, serta memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran melalui mitra perbankan maupun kantor pos.
Ia juga mendorong terjalinnya kolaborasi yang harmonis antara berbagai pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, guna mendukung efektivitas pelaksanaan program.
Terkait percepatan graduasi, Bupati menyatakan dukungannya terhadap gagasan penempelan label bagi KPM yang dinilai sudah layak graduasi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penerima manfaat untuk secara sukarela keluar dari program.
“Semoga ini membantu mereka yang seharusnya sudah mampu untuk menyadari dan tidak terus bertahan dalam posisi tersebut,” katanya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memberikan penghormatan berupa cinderamata kepada koordinator wilayah (korwil) PKH yang telah memasuki masa purna tugas. Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Semoga apa yang telah didarmabaktikan menjadi ladang amal jariyah,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi, melakukan rekonsiliasi sosial, serta menjaga keharmonisan antara pemerintah daerah dan para pendamping sosial di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut bupati secara simbolis memberikan bantuan sosial bagi PKM hingga santunan kepada keluarga guru ngaji.














