Bondowoso – Seniman Indonesia mampu menghasilkan karya seni yang indah dan layak untuk dipamerkan.
Hasil karya seni berupa lukisan dipamerkan dalam Festifal Kesenian Gerbong Maut yang bertajuk “Jhagha” di Anturium Pelita Bondowoso,Jawa Timur 23 sampai 29 Juni 2019.
Pameran tersebut digagas oleh Dewan Kesenian Bondowoso yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso.
Lukisan KH Mustofa Bisri yang lebih dikenal dengan Gus Mus sempat memukau para penonton, tanpa terkecuali Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin yang juga menyempatkan diri berfoto di lukisan tersebut.
Baca Juga :
- Bukan Sekadar Ungkapan, “Sampek Mate, Sampek Odik Pole” Jadi Tekad Merawat Mahabbah Guru
- 334 Warga Bondowoso Diverifikasi untuk Bantuan Modal Produktif KIP Jawara Tanpa Ada Potongan
- Empat Tahun Jadi Langganan Dropping, Pemkab Bondowoso Bidik Delapan Titik Kekeringan dengan Solusi Permanen
- Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Bondowoso: Sekda Fathur Rozi Tegaskan Semangat Persatuan dan Kebangsaan
- Baznas Bondowoso Salurkan Bantuan Puluhan Juta untuk UMKM Besek Ikan dan Beasiswa
Bahkan sesekali nampak berbincang dengan pemuda asal Bondowoso yang menghasilkan karya mewah tersebut.
Jaelani sang pelukis ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa terinspirasi dari ayat-ayat yang ditulis Gus Mus tentang kewalian.
“Sosok Gus Mus yang sderhana dan menjelaskan ciri-ciri kewalian yang begitu mudah (hanya dengan menyebut Allah sebagai Tuhan kemudian istiqamah) akan menggugah kaum muslim untuk jhagha (bangkit) untuk berbenah diri minimal mendekati ciri-ciri kewalian ini tidak pernah takut dan tidak pernah sedih,” jelasnya.
Ia mengaku lukisan tersebut dibuat oleh jari tangan langsung tanpa kuas.
“Saya melukisnya tanpa kuas, namun langsung menggunakan jari-jari tangan selama dua hari, ‘ ungkapnya.
Untuk Lukisan yang mewah dengan ukuran 150×150 ini sang penulis mematok harga Rp.7.777.777.













