BONDOWOSO – Wakil Bupati Irwan Bachtuar Rahmat meninjau langsung jalannya proses evakuasi jenazah,yang diduga Thoriq Riski Maulidan, pelajar hilang di Bukit Piramid, Pegunungan Argopuro Bondowoso,Jawa Timur.
Wabup kelokasi dengan didampingi sejumlah Forum Pimpinan Daerah, menuju pos satu dan pos pantau yang berada di hutan sekitar Dusun Tegal Tengah, Desa Curahdami, Kecamatan Curahdami.
Dalam kesempatan tersebut wabup berbincang dengan Pungki, teman korban yang juga bersama-sama menuju Bukit Piramida pada Minggu 23 Juni 2019 lalu.
Wabup menyampaikan bahwa ditemukannya jenazah diduga Thorik ini menjadi titik terang setelah 12 hari dilakukan penyisiran di bukit yang dikenal sebagai punggung naga itu.
“Alhamdulillah ini ada suatu kepastian yang selama ini hampir 12 hari melakukan pencarian,” katanya.
Baca Juga :
- Cashback 4 kali HadiahTabungan Kisaran Puluhan Juta Tak Tercatat di Rekening Perumdam Ijen Tirta, Siapa Penerimanya?
- Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Ada Uang Saku dan Nota BBM Bermasalah Dipertanyakan
- Bukan Sekadar Label! BRK Reborn Digelorakan, Kopi Bondowoso Mulai Unjuk Gigi di Pasar Dunia
- “Jangan Besar Pasak daripada Tiang”, Ketua DPRD Bondowoso Minta Perumdam Ijen Tirta Berbenah Total
- Tunjangan Pendidikan Rp14,33 Juta untuk Direktur Perumdam Ijen Tirta Perlu Dipertanyakan, Diduga Tak Sesuai Ketentuan
Kedepan kata wabup pihaknya akan duduk bersama dan melakukan kajian dengan Perhutani untuk kemudian membicarakan perihal kemungkinan akan membuat posko.
“Untuk memastikan terhadap para pengunjung yang belum berpengalaman tak diijinkan ke punggung naga,”jelasnya.
Menurutnya akan dibuat suatu spesifikasi dibuat posko bagi mereka senang dengan petualangan dengan mereka harus dibekali dengan peralatan yang betul-betul memadai.
Para calon pengunjung yang masih belum berpengalaman mendaki baiknya jangan menggunakan sistem coba-coba . Karena kata wabup medannya ekstrim.
“Jadi jangan pakai sistem coba-coba, nekat ya. Karena memang medannya ekstrim ini,” jelasnya.













