Bondowoso – Langkah kompak Bupati Bondowoso, Bupati Probolinggo, dan Bupati Situbondo yang mengajukan pembukaan sementara Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) mendapat apresiasi dari akademisi. Pakar Kebijakan Publik Universitas Jember (Unej), Hermanto Rohman, menilai usulan tersebut merupakan respons yang tepat terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi solusi atas persoalan kemacetan di jalur Pantura.
Menurut Hermanto, surat yang diajukan oleh ketiga kepala daerah menunjukkan kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor transportasi.
“Permintaan yang disampaikan oleh tiga kepala daerah merupakan bentuk respons yang positif. Keberadaan Tol Prosiwangi sangat dibutuhkan dari sisi pelayanan publik, terutama bagi masyarakat. Apalagi saat ini beberapa ruas Pantura sedang mengalami perbaikan sehingga memicu kepadatan lalu lintas,” ujarnya,Jum’at ,10/07/2026 malam.
Ia menjelaskan, pembukaan sementara Tol Prosiwangi akan memberikan jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Kebijakan tersebut juga diyakini mampu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Pantura serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, Hermanto menilai pengoperasian tol juga akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda. Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memperkuat kawasan aglomerasi ekonomi yang meliputi Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, bahkan Jember.
“Daerah-daerah tersebut memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang, baik dari sektor komoditas unggulan Jawa Timur seperti tembakau dan hortikultura maupun sektor pariwisata. Kehadiran tol akan mempercepat pergerakan barang, jasa, dan manusia sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lebih cepat,” katanya.
Hermanto menambahkan, percepatan pengoperasian Tol Prosiwangi juga akan memangkas waktu tempuh, meningkatkan kenyamanan perjalanan, serta membuka akses yang lebih luas bagi dunia usaha.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.
“Semakin cepat tol difungsikan, semakin besar peluang masuknya investasi ke Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, hingga Jember. Infrastruktur jalan yang baik menjadi daya tarik bagi investor untuk mengembangkan usahanya di kawasan ini,” jelasnya.
Ia juga menilai, dari sisi sarana dan prasarana, ruas Tol Prosiwangi sudah layak untuk segera dioperasikan sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pengaktifan tol ini dapat menjadi solusi bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat iklim investasi. Pada akhirnya, keberadaan Tol Prosiwangi akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur,” pungkas Hermanto.














