Beranda Lensa Nusantara Sekda Bondowoso Pastikan Persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark Terus Dimatangkan

Sekda Bondowoso Pastikan Persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark Terus Dimatangkan

1784696982808

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mematangkan seluruh persiapan menjelang proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGG) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2026. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kelengkapan dokumen administrasi, bukti pendukung (evidence), hingga kesiapan sarana, prasarana, dan kondisi fisik di lapangan.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, menegaskan bahwa proses pra-revalidasi kini memasuki tahap pengecekan secara menyeluruh. Seluruh persyaratan yang menjadi indikator penilaian UNESCO dipastikan terus diverifikasi agar tidak ada kekurangan saat tim asesor melakukan evaluasi.

“Persiapan terus kami lakukan. Dokumen administrasi, bukti pendukung (evidence), serta sarana dan prasarana kami cek satu per satu untuk memastikan semuanya tersedia dan sesuai dengan ketentuan,” ujar Fathur Rozi, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, sebagian besar persyaratan telah terpenuhi. Meski demikian, masih terdapat beberapa catatan teknis yang harus segera diselesaikan agar seluruh komponen penilaian benar-benar siap sebelum pelaksanaan revalidasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi sejumlah fasilitas fisik di kawasan geopark. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan ringan akibat faktor alam, seperti genteng yang rusak karena aktivitas monyet di kawasan tersebut.

“Beberapa kerusakan memang disebabkan faktor alam, seperti genteng yang rusak karena aktivitas monyet. Meski demikian, semuanya tetap harus diperbaiki agar kondisi di lapangan benar-benar siap saat revalidasi,” jelasnya.

1785517338444

Selain melakukan perbaikan fisik, Pemkab Bondowoso juga memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik. Ketersediaan air bersih, akses jalan menuju lokasi, kebersihan lingkungan, toilet, papan informasi, hingga fasilitas pelayanan bagi wisatawan menjadi bagian penting yang terus dibenahi.

“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas pendukung dalam kondisi baik. Semua harus dipersiapkan secara maksimal karena masih ada waktu sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan revalidasi,” katanya.

Fathur Rozi menambahkan, keberhasilan mempertahankan status Ijen UNESCO Global Geopark bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di kawasan geopark.
Ia berharap sinergi seluruh pihak mampu menunjukkan komitmen Bondowoso dalam menjaga kawasan warisan geologi, budaya, dan hayati yang telah diakui dunia.

“Kami optimistis dengan kerja sama seluruh pihak, Ijen Geopark dapat kembali dinyatakan memenuhi standar dan tetap menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Semangat kami adalah memberikan yang terbaik untuk Bondowoso dan Indonesia,” pungkasnya.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521