Beranda Ekonomi & Teknologi Revalidasi UNESCO Dimulai, Geopark Ijen Diuji Pertahankan Status Global

Revalidasi UNESCO Dimulai, Geopark Ijen Diuji Pertahankan Status Global

1784696982808

BANYUWANGI – Status Geopark Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) kembali diuji. Dua asesor UNESCO, yakni Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, tiba di Banyuwangi untuk melakukan penilaian langsung terhadap pengelolaan dan kelayakan Geopark Ijen mempertahankan statusnya di jaringan geopark dunia.

Revalidasi tersebut menjadi evaluasi penting bagi Geopark Ijen setelah kawasan ini resmi ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada 2023. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap empat tahun untuk memastikan pengelolaan geopark tetap memenuhi standar internasional yang telah ditetapkan UNESCO.

Dalam proses tersebut, bukan hanya kekayaan geologi yang dinilai. Aspek konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, hingga pengelolaan pariwisata berkelanjutan turut menjadi bagian dari penilaian.

Hasil revalidasi akan menentukan keberlanjutan status Geopark Ijen. UNESCO dapat memberikan Green Card apabila status UGG dipertahankan, Yellow Card apabila masih terdapat sejumlah aspek yang harus diperbaiki dalam kurun waktu dua tahun, atau Red Card apabila status UGG dicabut.

Selama lima hari, tim asesor akan menyambangi sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Mereka akan melihat secara langsung bagaimana warisan geologi, alam, budaya, serta kehidupan masyarakat dikelola dan dikembangkan dalam kerangka geopark berstandar internasional.

Menilai Edukasi dan Warisan Geologi
Salah satu lokasi yang menjadi agenda kunjungan di Banyuwangi adalah Pusat Informasi Geologi dan Geopark Ijen (PIGGI).

Di lokasi tersebut, asesor akan melihat berbagai koleksi geologi sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai kekayaan warisan geologi yang berada di kawasan Geopark Ijen. Koleksi tersebut mencakup berbagai jenis batuan dan fosil, serta informasi mengenai keterkaitan warisan geologi dengan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, mengatakan kunjungan ke PIGGI menjadi salah satu bagian penting dalam proses penilaian, terutama untuk melihat aspek edukasi dan interpretasi.

“Peninjauan di PIG menjadi bagian dari evaluasi aspek edukasi dan interpretasi dalam proses revalidasi,” kata Abdillah, Minggu (2/8/2026).

Dari PIGGI, tim asesor dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke sejumlah geosite di Banyuwangi. Beberapa lokasi yang masuk dalam agenda antara lain Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru, dan Teluk Pangpang.

1785517338444

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pengelola untuk menunjukkan bagaimana kekayaan alam dan geologi tidak hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan serta pengembangan pariwisata yang tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Pemberdayaan Masyarakat Jadi Perhatian
Revalidasi UNESCO juga tidak berhenti pada aspek geologi dan destinasi wisata. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan pengelolaan geopark.

Karena itu, tim asesor juga dijadwalkan mengunjungi Desa Kemiren dan Desa Wisata Wringin Putih di Banyuwangi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi lokal di kawasan geopark, termasuk pengelolaan kawasan mangrove.

“Asesor juga akan mengunjungi kampung Desa Kemiren Banyuwangi yang berada di kawasan Kawah Ijen dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove,” ujar Abdillah.

Bagi Geopark Ijen, revalidasi bukan sekadar mempertahankan label sebagai geopark dunia. Proses tersebut menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pengelolaan kawasan berjalan sesuai komitmen yang telah ditetapkan sejak memperoleh pengakuan UNESCO.

Pengelolaan geopark dituntut mampu menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata. Kekayaan geologi harus tetap terlindungi, sementara masyarakat di sekitar kawasan juga memperoleh manfaat ekonomi dan sosial dari keberadaan geopark.

Dengan rangkaian peninjauan selama lima hari di Banyuwangi dan Bondowoso, hasil revalidasi nantinya akan menjadi salah satu penentu perjalanan Geopark Ijen dalam mempertahankan posisinya sebagai bagian dari jaringan geopark dunia.

Pengelola dan pemerintah daerah pun memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa status UNESCO Global Geopark tidak berhenti pada pengakuan internasional, tetapi diterjemahkan dalam praktik nyata melalui pelestarian warisan alam dan budaya serta pembangunan yang melibatkan masyarakat secara berkelanjutan.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521