BONDOWOSO — Sebanyak 720 huffadz atau penghafal Al-Qur’an mengikuti kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan yang tersebar di 120 titik di seluruh Kabupaten Bondowoso itu mencapai puncaknya di Pendopo Raden Bagus Asra, Kamis (22/10/2026) sore.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Di balik lantunan ayat suci yang menggema, terselip pesan penting tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an semestinya hadir dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk menjadi pijakan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan tradisi religius sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Bupati Bondowoso berharap Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan dan pedoman spiritual, tetapi juga menjadi landasan moral dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Nilai kejujuran, amanah, kepedulian, dan pengabdian, menurut harapan tersebut, perlu tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab,”jelasnya di Pendopo Bagus Asra .
Dengan demikian, semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui perilaku dan pelayanan publik sehari-hari.
Lebih dari Sekadar Khataman
Pelaksanaan Khotmil Qur’an di 120 titik menunjukkan keterlibatan para penghafal Al-Qur’an dalam peringatan Hari Santri di berbagai wilayah Bondowoso.
Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya.
Namun, pesan moral yang dibawa kegiatan ini akan semakin bermakna apabila nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar menjadi bagian dari praktik kehidupan sehari-hari.
“Kejujuran perlu hadir dalam tindakan, amanah harus tercermin dalam tanggung jawab, dan kepedulian mesti dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang nyata,”harapnya.
Melalui peringatan HSN 2026, Khotmil Qur’an diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang kemajuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kepedulian sosial.
Bagi Bondowoso, lantunan ayat suci dari ratusan huffadz tersebut membawa harapan agar semangat keagamaan berjalan seiring dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Hari Santri bukan hanya tentang mengenang peran santri, melainkan juga menjaga agar nilai-nilai yang diperjuangkan tetap hidup dalam tindakan nyata.
Dalam acara tersebut hadir KHR. Muhammad Kholil As’ad adalah ulama kharismatik asal Situbondo, Jawa Timur,.











