Bondowoso – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid secara resmi melantik 41 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kamis (9/7/2026).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 15 orang menduduki jabatan administrator dan 26 orang mengisi jabatan pengawas.
Bupati KH. Abdul Hamid Wahid mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik serta mengingatkan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi merupakan hal yang wajar dalam tata kelola pemerintahan.
“Mutasi, rotasi, dan promosi adalah hal yang biasa dalam birokrasi demi kepentingan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Proses ini dilakukan secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pahami dan terimalah dengan sikap dewasa,” ujar Bupati,Kamis ,9/7/2023.
Ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah hak pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, para pejabat diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta menunjukkan hasil kerja yang nyata.
Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas merupakan penggerak utama roda birokrasi yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bondowoso.
Untuk mewujudkan Bondowoso yang berkualitas, akseleratif, dan holistik, Bupati menitipkan lima pesan penting kepada seluruh pejabat yang dilantik.
Pertama, menjaga integritas dengan tidak menyalahgunakan jabatan serta tetap menjunjung tinggi kejujuran.
Kedua, meningkatkan kinerja melalui target yang jelas, penuh inisiatif, inovatif, dan kreatif.
Ketiga, membangun kerja sama dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpemerintah daerah.
Keempat, memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan hati melalui pelayanan publik yang cepat, ramah, dan solutif.
Kelima, terus belajar serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, dinamika birokrasi, dan perubahan zaman.
Bupati juga memberikan arahan kepada seluruh kepala perangkat daerah agar segera membimbing, mengarahkan, dan memberikan ruang kepada para pejabat yang baru dilantik sehingga mampu bekerja secara profesional.
Ia mengingatkan agar pejabat yang memperoleh promosi tidak larut dalam euforia, sementara pejabat yang dimutasi tidak berkecil hati. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang aparatur sipil negara bukan ditentukan oleh posisi jabatan, melainkan oleh manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan berlebihan ketika mendapatkan promosi, dan jangan berkecil hati ketika dimutasi. Keberhasilan bukan di mana kita ditempatkan, tetapi seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap pelantikan tersebut menjadi awal semangat baru bagi seluruh pejabat untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat pembangunan Kabupaten Bondowoso.
“Semoga pelantikan ini menjadi awal semangat baru untuk membangun Kabupaten Bondowoso yang semakin maju, serta semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengemban amanah,” pungkasnya.














