Beranda Ekonomi & Teknologi Menuju Daya Saing Global, Bondowoso Matangkan Ekosistem Kopi Bersama ILO dan OJK

Menuju Daya Saing Global, Bondowoso Matangkan Ekosistem Kopi Bersama ILO dan OJK

1784696982808

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, mengapresiasi dukungan Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong pengembangan ekosistem kopi serta inklusi keuangan di Kabupaten Bondowoso. Dukungan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Project Fase 3 yang berfokus pada komoditas kopi.

Apresiasi itu disampaikan Bupati saat menerima kunjungan tim Kantor Pusat ILO dari Jenewa, Swiss, di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (22/10/2026).

Bupati menilai kehadiran tim ILO dari kantor pusat menunjukkan keseriusan dalam mendukung pelaksanaan program. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan meskipun program digitalisasi dijadwalkan mulai pada Januari 2027.

“Saya bersyukur dan bergembira melihat progres ini. Ini menandakan bahwa proyek ini serius. Walaupun secara waktu program baru dimulai pada Januari 2027, mulai sekarang semua persiapan sudah dilakukan,” ujar KH. Abdul Hamid Wahid.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah awal telah dilakukan, di antaranya pelatihan resi gudang oleh OJK, komunikasi dengan calon donor di Swiss, serta koordinasi untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan program.

Menurut Bupati, berbagai upaya tersebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem perkopian yang terintegrasi. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

“Pembangunan ekosistem pertanian kopi dan, secara lebih luas, ekosistem inklusi keuangan merupakan bagian dari masa depan yang harus kita hadapi dan manfaatkan. Bagi masyarakat Bondowoso, ini juga menjadi sarana peningkatan kapasitas (capacity building) melalui proses belajar sambil bekerja (learning by doing),” katanya.

Dorong Daya Saing Kopi Bondowoso

1791899701721

Bupati menegaskan, keberhasilan program membutuhkan semangat dan komitmen yang sejalan antara pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan daerah agar pelaksanaan program berjalan optimal.

Ia berharap pengembangan ekosistem kopi dapat menjadi landasan untuk membangkitkan kembali identitas Bondowoso sebagai Republik Kopi sekaligus meningkatkan daya saing produk kopi daerah di pasar global.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya penerapan standar yang selaras dengan standar internasional, penguatan etos kerja, serta pembangunan sistem yang dapat dipahami dan dijalankan bersama.

“Salah satu visi kita adalah daya saing global. Saya kira program ini memberikan ruang bagi kita untuk mengembangkan semangat, etos kerja, dan sistem yang dapat kita anut serta pahami bersama sebagai landasan bertindak dan memajukan Bondowoso,” tuturnya.

Skema Awal Diharapkan Bisa Direplikasi
Terkait pelaksanaan program, Bupati menjelaskan bahwa skema yang saat ini disiapkan merupakan tahap awal. Ia berharap model tersebut dapat dikembangkan menjadi sistem berkelanjutan yang bisa diduplikasi dan direplikasi di berbagai wilayah Kabupaten Bondowoso.

Meski demikian, Bupati menyebut skala teknis program, termasuk jumlah pekerja yang berpotensi dijangkau, masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak teknis terkait.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kolaborasi dengan ILO dan OJK tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan komoditas kopi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat ekosistem usaha, dan memperluas inklusi keuangan.

Melalui kerja sama tersebut, Bondowoso diharapkan mampu membangun ekosistem perkopian yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta daya saing global.

ilustrasi-stop-pungli