Bondowoso – M.Sinol anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai jawaban Bupati Bondowoso dalam Rapat Paripurna Penyampaian Tanggapan dan /atau PU Fraksi terhadap Raperda Tentang Pertangungjawaban Pelaksanaan APBD TA.2018 normatif.
“Ada beberapa pandangan tekhnis dalam PU Fraksi tapi dijawab secara normatif,” ungkap politisi yang bernaung dibawah partai besutan Gus Dur ini.
Dicontohkan terkait pengelolaan sampah di Tamansari itu permasalahan tekhnis tapi dijawab secara normatif dan terlalu macro,seharusnya bupati memberi pandangan yang lebih luas, mengapa ini terjadi,” ungkapnya usai paripurna ,Rabu 12/06/2019.
Menurut Sinol dengan jawaban yang normatif dan macro ini akan akan membuat OPD dihabisi dan dicerca saat raker dengan Komisi
Selain itu Sinol menganggap jawaban bupati pada paripurna kali ini tidak mampu menterjemahkan apa yang diharapkan fraksi atau dibuat ngambang.
“Satu Contoh lagi, tentang pengelolaan kas daerah ,apa yang disampaikan Fraksi PKS misalnya, mereka menanyakan bagaimana uang kas daerah itu disimpan secara Giro tapi Deposito sehingga menghasilkan,”tegasnya.
Menurut Sinol jawaban yang diberikan bupati tentang harapan uang Kasda disimpan di Deposito malah dijawab memperhatikan likuiditas.
“Likuiditas itu kemampuan perusahaan membayar hutang,berarti pemkab meragukan Bank Jatim membayar hutang,”pungkasnya.
Baca Juga :
- Samsul Hadi : OPD Lebih Serius dan Terukur Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD
- DPRD Nilai Perlu Stressing Kinerja Riset dan Inovasi Daerah
- Ironis , DPRD Bondowoso Nilai Kegiatan Program Copy Paste
- Pendapatan Retribusi Wisata Bondowoso Belum Capai Target, DPRD Dorong Penguatan SDM dan Digitalisasi
- DPRD Bondowoso Soroti Kinerja dan Anggaran Infrastruktur, Ini Rekomendasi untuk Dinas BSBK










