Beranda Ekonomi & Teknologi Kopi dan Tembakau Jadi Andalan Bondowoso, Bupati Upayakan Hilirisasi hingga Pasar Internasional

Kopi dan Tembakau Jadi Andalan Bondowoso, Bupati Upayakan Hilirisasi hingga Pasar Internasional

1784696982808

BONDOWOSO – Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Bondowoso untuk memperkenalkan sekaligus menguatkan potensi unggulan daerah.

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga ruang bagi masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan petani untuk menampilkan karya, kreativitas, inovasi, serta kebanggaan terhadap komoditas lokal.

Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, saat membuka Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau,Jum’at 28/08/2026 malam.

Menurut Bupati Hamid, kehadiran peserta, pelaku usaha, komunitas, pencinta kopi dan tembakau, serta tamu dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam menyukseskan festival tersebut.

“Hari ini merupakan momentum istimewa bagi Kabupaten Bondowoso. Kita tidak sekadar membuka sebuah acara, tetapi juga membuka ruang untuk merayakan potensi, karya, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Bondowoso terhadap kopi dan tembakau,” tegasnya.

Ia mengatakan, Festival Kopi Nusantara selama ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kopi Bondowoso kepada khalayak yang lebih luas.

Tahun ini, festival tersebut kembali mempertemukan kopi dan tembakau, dua komoditas yang memiliki sejarah panjang sekaligus berperan penting dalam kehidupan petani dan perekonomian masyarakat.

Meski memiliki karakteristik berbeda, kopi dan tembakau memiliki kesamaan mendasar. Keduanya tumbuh dari tanah Bondowoso dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Bupati menilai, di balik secangkir kopi yang dinikmati masyarakat, terdapat proses panjang dan kerja keras petani sejak tanaman dirawat di kebun hingga menghasilkan biji kopi berkualitas. Hal serupa juga terlihat pada tembakau.

Setiap hasil panen mencerminkan ketekunan, pengetahuan, pengalaman, serta harapan petani untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

1785517338444

“Ketika kita berbicara tentang kopi dan tembakau, sesungguhnya kita juga sedang berbicara tentang petani. Oleh karena itu, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh petani kopi dan tembakau di Bondowoso atas kerja keras yang telah dilakukan selama ini,” ujarnya.

Festival tersebut semakin semarak dengan berbagai perlombaan dan kompetisi yang menguji keterampilan, ketelitian, pengetahuan, cita rasa, kreativitas, hingga kemampuan peserta dalam mengolah dan menampilkan potensi kopi serta tembakau.

Bupati Hamid menegaskan, kompetisi tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, perlombaan menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan, membangun keberanian berkompetisi, mendorong inovasi, sekaligus menunjukkan bahwa produk lokal Bondowoso memiliki peluang untuk bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan manfaatkan festival ini sebagai ruang untuk belajar, bertemu, membangun jejaring, serta menciptakan kolaborasi baru,” pesannya kepada para peserta.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kopi daerah tersebut semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal dan Jawa Timur, tetapi juga di pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, tembakau Bondowoso diharapkan tetap menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui peningkatan kualitas, produktivitas, serta nilai tambah produk.
Untuk mewujudkan target tersebut, Bupati menekankan pentingnya pengembangan sektor hilir.

Menurutnya, penguatan komoditas tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi semata.

“Kita harus berbicara tentang kualitas, cerita, identitas, inovasi, hilirisasi, dan pasar. Kopi tidak cukup hanya dihasilkan. Kopi harus diolah dengan baik, dikemas secara menarik, dipromosikan secara kreatif, dan dipasarkan secara strategis,” pungkasnya.

Melalui Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong agar potensi kopi dan tembakau tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat luas.

Festival tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap produk unggulan daerah terdapat kerja keras masyarakat yang patut dihargai dan terus dikembangkan.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521