BONDOWOSO — Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta asal Kabupaten Bondowoso. Selain memperoleh pengalaman baru, mereka juga membawa pulang cerita tentang persahabatan, keberagaman, hingga sejumlah catatan untuk penyelenggaraan Jamnas berikutnya.
Jamnas XII digelar pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kontingen Bondowoso menjadi bagian dari peserta yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan berskala nasional tersebut.
Salah seorang peserta, Azzahra Ardabila, dari MTsN 2 Bondowoso, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti Jamnas.
Baginya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu dengan peserta dari berbagai daerah, latar belakang suku, agama, hingga negara.
“Saya bisa bertemu dengan berbagai negara, berbagai daerah, suku bangsa dan agama. Saya juga punya banyak teman baru. Mereka baik-baik sekali,” ujar Azzahra.
Ia mengaku paling terkesan dengan pengalaman berinteraksi bersama peserta dari Jawa Barat. Menurutnya, sikap mereka yang mampu berkomunikasi dengan penyandang disabilitas memberikan pelajaran tersendiri tentang pentingnya kepedulian dan inklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Namun, Azzahra juga menyampaikan sejumlah catatan untuk panitia Jamnas XII. Ia berharap penyelenggaraan Jamnas berikutnya dapat dipersiapkan lebih matang, mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda berskala nasional.
“Pesan saya untuk panitia, mohon lebih siap mengadakan Jambore Nasional karena ini tingkat nasional. Di setiap subcamp masih ada beberapa kendala yang terjadi,” katanya.
Ia mencontohkan pelaksanaan lomba pada momentum 17 Agustus. Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara jumlah peserta yang tercantum dalam komunikasi grup dengan peserta yang terdata dalam perlombaan.
“Di subcamp ada 16 orang atau dua regu, tetapi yang terdaftar di lomba hanya dua anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Almaas Ronaa Aliyyatul Kamiilah, dari MTs At-Taqwa Bondowoso, mengaku sangat bahagia dapat menjadi bagian dari Jamnas XII. Ia menyebut rangkaian kegiatan yang padat justru menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
“Saya sangat bahagia dan tidak menyangka kegiatannya sangat padat. Banyak kegiatan yang di luar pikiran saya. Berbagai kegiatan dan ice breaking juga diberikan untuk penyemangat setiap hari,” tuturnya.
Almaas bahkan berharap dapat kembali mengikuti Jamnas pada kesempatan berikutnya. Ia juga memiliki pesan khusus untuk penyelenggara agar kegiatan hiburan, khususnya konser, dapat lebih diperbanyak.
“Untuk Jamnas berikutnya, saya mau jadi panitia. Konsernya banyakin lagi,” katanya.
Kesan serupa disampaikan Iqbal Nursalim, peserta dari MTs Al-Irsyad Al-Islamiyah Bondowoso.
Ia menilai Jamnas XII sebagai pengalaman yang menyenangkan karena dapat bertemu dan menjalin pertemanan dengan banyak peserta dari berbagai daerah.
“Di Jamnas sangat seru dan bisa bertemu dengan banyak teman,” ujar Iqbal.
Ia pun berpesan kepada generasi Pramuka yang berkesempatan mengikuti Jamnas pada masa mendatang agar memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya.
“Untuk generasi penerus, apabila nantinya ikut Jamnas, jangan menyia-nyiakan waktu. Nikmati dan manfaatkan kesempatan selama berada di Jamnas,” pesannya.
Bagi para peserta, Jamnas XII bukan sekadar perkemahan nasional. Ajang tersebut menjadi ruang belajar tentang kemandirian, kebersamaan, keberagaman, kepedulian, serta membangun jejaring persahabatan lintas daerah.
Beragam pengalaman yang dibawa pulang kontingen Bondowoso diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk terus mengembangkan nilai-nilai kepramukaan di lingkungan masing-masing.














