TAPALKUDAPOST – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag., M.M.Pub., M.Si., berhasil meraih PPMPI Award 2026 pada kategori Women’s Visionary Leadership, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Temu Tahunan PPMPI ke-13 yang dipadukan dengan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026, berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Royal Ballroom Utama Raya, Situbondo.
PPMPI Award merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada akademisi, dosen, mahasiswa, serta pengelola Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026), Perempuan yang juga istri Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid ini bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
Menurutnya, forum ilmiah tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi para akademisi dari seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini luar biasa, menginspirasi, dan semakin memotivasi saya untuk terus belajar. Berkumpul bersama lebih dari 100 cendekiawan dan cendekiawati dari Sabang sampai Merauke untuk membahas masa depan Manajemen Pendidikan Islam merupakan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konferensi tahun ini mengangkat tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.” Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital.
Lebih lanjut, Khodijatul Qodriyah berharap forum tahunan PPMPI dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarpengelola perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola program studi.
“Melalui kegiatan ini, para akademisi dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat tata kelola perguruan tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta meraih rekognisi di tingkat global,” katanya.
Pada PPMPI Award 2026, penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, di antaranya Artikel Jurnal Terbaik, Dosen Berprestasi, Mahasiswa MPI Terbaik, Tata Kelola Program Studi, serta Women’s Visionary Leadership sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh perempuan yang dinilai memiliki kepemimpinan visioner dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan tinggi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Penghargaan yang diraih Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah diharapkan menjadi motivasi bagi insan akademik untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan mutu pendidikan menuju daya saing dan pengakuan di tingkat internasional.
Istri Bupati Bondowoso Raih PPMPI Award 2026, Dinobatkan sebagai Women’s Visionary Leadership
TAPALKUDAPOST – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag., M.M.Pub., M.Si. Istri Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, tersebut berhasil meraih PPMPI Award 2026 pada kategori Women’s Visionary Leadership, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia kepada tokoh perempuan yang dinilai memiliki kepemimpinan visioner dan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.
Penghargaan itu diumumkan dalam rangkaian Temu Tahunan PPMPI ke-13 yang dipadukan dengan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026, yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Royal Ballroom Utama Raya, Probolinggo.
PPMPI Award merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada akademisi, dosen, mahasiswa, serta pengelola Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kualitas tata kelola, inovasi, dan pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026), Dr. Khodijatul Qodriyah mengaku bersyukur sekaligus tidak menyangka atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan dorongan untuk terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tentu saya merasa terkejut sekaligus bersyukur. Penghargaan ini menjadi stimulan bagi saya untuk tetap konsisten bertumbuh, terus belajar, dan memberikan perhatian serta kontribusi terbaik melalui setiap hal yang mampu saya pikirkan dan lakukan,” ujarnya.
Ia menilai forum ilmiah tersebut menjadi ruang yang sangat berharga untuk memperluas wawasan sekaligus mempererat kolaborasi antarakademisi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kegiatan ini luar biasa, menginspirasi, dan semakin memotivasi saya untuk terus belajar. Berkumpul bersama lebih dari 100 cendekiawan dan cendekiawati dari Sabang sampai Merauke untuk membahas masa depan Manajemen Pendidikan Islam merupakan pengalaman yang sangat berharga,” katanya.
Konferensi tahun ini mengusung tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.” Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital yang menuntut inovasi, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Khodijatul Qodriyah berharap forum tahunan PPMPI dapat terus menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik bagi pengelola perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola program studi serta meningkatkan kualitas pendidikan hingga mampu bersaing di tingkat global.
“Melalui kegiatan ini, para akademisi dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat tata kelola perguruan tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta meraih rekognisi di tingkat global,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan di Bondowoso, untuk terus berkarya dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi dan motivasi, khususnya bagi perempuan-perempuan Bondowoso, bahwa sekecil apa pun dedikasi yang kita persembahkan untuk kebermanfaatan sesama akan menjadi akar tumbuhnya kebaikan. Penghargaan bukan semata soal pengakuan, tetapi menjadi bentuk validasi atas eksistensi dan manfaat yang kita berikan kepada komunitas dan masyarakat, sehingga melahirkan nilai-nilai keberlanjutan (sustainability) dalam setiap kebaikan,” tuturnya.
Pada PPMPI Award 2026, penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, antara lain Artikel Jurnal Terbaik, Dosen Berprestasi, Mahasiswa MPI Terbaik, Tata Kelola Program Studi, serta Women’s Visionary Leadership.
Penghargaan yang diraih Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah diharapkan menjadi motivasi bagi insan akademik untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam Indonesia agar semakin berdaya saing serta memperoleh pengakuan di tingkat internasional.














