Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat mengelontorkan bantuan beras rawan pangan.
PJ Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto mengatakan bahwa bantuan tersebut memang dianggarkan di APBD untuk menangani kemiskinan ekstrim.
“Tujuannya yang pertama untuk menangani kemiskinan ekstrim,yang kedua BB pengendalian inflasi dan ketiga sekaligus adalah pencegahan stunting, ini semua kan berantai ,”ungkapnya saat dikonfirmasi,Kamis 4/03/2024.
Bambang mengatakan bahwa yang mendapat bantuan beras sebanyak 10 kg gratis tersebut berdasarkan data dari Dinsos P3AKB yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial.
“Dinas pertanian bekerjasama dengan BP4D dan Dinsos P3AKB ,yang terpenting mereka terdata masuk di P3KE ,kemiskinan ekstrim,”tegasnya
Ia berharap agar bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat dan mengetuk hati para investor untuk bisa berbagi dengan CSR nya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Bondowoso Hendri Widotono mengatakan bahwa bantuan beras rawan pangan tersebut sebanyak 7 ton.
“7 ton menjadi 700 KK masing-masing 10;kg yang dibagikan di beberapa kecamatan Kecamatan,namun secara simbolis ,Bapak PJ Bupati membagikan di 5 Kecamatan,” imbuhnya.
Adapun warga yang menerima bantuan beras rawan pangan tersebut tersebar di wilayah Cremee sebanyak 26 KK kemudian di Desa Sumberanom 79 KK, Gunosari 80 KK,Desa Purnama 90 KK,Sucolor 170 KK,Bukor 92 KK ,Ardisaeng 63 KK sementara. untuk Mangli pujer 100 KK dan jumlah keseluruhan sebanyak 700 KK.
Salam giat tersebut PJ Bupati didampingi PJ Sekda ,Asisten II ,Kepala OPD terkait dan Firpimcam.










