Bondowoso – Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Gede Budiawan , menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Event Jejak Purba Bondowoso yang dinilai menjadi salah satu upaya nyata dalam merawat dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan penghargaan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Trowulan, Celcius Management, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Atas nama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bondowoso, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPKW XI Trowulan, Celcius Management, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan event budaya seperti Jejak Purba Bondowoso memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menegaskan bahwa masyarakat dan komunitas budaya merupakan garda terdepan dalam menjaga, merawat, serta menghidupkan warisan budaya di tengah perkembangan zaman. Keterlibatan aktif komunitas menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Keberadaan komunitas menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Gede menilai kegiatan Jejak Purba Bondowoso juga menjadi ruang edukasi yang efektif untuk mengenalkan sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya Bondowoso kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat lebih memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Disparbudpora, lanjutnya,
berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya. Dukungan tersebut tidak selalu berbentuk bantuan anggaran, melainkan juga melalui fasilitasi, pendampingan, promosi, penguatan jejaring kemitraan, hingga. peningkatan kapasitas komunitas budaya.
“Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas untuk bersama-sama mengembangkan program pelestarian budaya yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap Event Jejak Purba Bondowoso tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan mampu berkembang menjadi gerakan budaya yang berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak generasi muda.
Selain itu, ia juga mendorong terbangunnya sinergi yang kuat antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya daerah.
“Harapan kami, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pelestarian sejarah, seni, dan budaya Bondowoso. Dengan kolaborasi yang kuat, warisan budaya yang kita miliki dapat terus lestari, dikenal luas, dan menjadi sumber pembelajaran sekaligus kebanggaan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Gede mengucapkan selamat atas terselenggaranya Event Jejak Purba Bondowoso dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi para seniman, pengunjung, dan perkembangan kebudayaan di Kabupaten Bondowoso.
“Ke Bondowoso melihat pusaka,
Jejak purba tersimpan rapi.
Budaya leluhur mari kita jaga,
Menjadi warisan bagi anak cucu nanti.”
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Event Jejak Purba Bondowoso diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai aset berharga daerah.














