Beranda Ekonomi & Teknologi Diikuti 31 Peserta,Pameran Seni Rupa “Simulakra” Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas para Seniman

Diikuti 31 Peserta,Pameran Seni Rupa “Simulakra” Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas para Seniman

1784696982808

Bondowoso –Diikuti 31 Peserta , Pameran Seni Rupa “Simulakra” yang digelar dalam rangkaian Road to Festival Muharam 2026 tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya seni, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, edukasi, serta pengembangan kreativitas para seniman dan pelukis.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan bahwa pameran tersebut diikuti oleh seniman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Jakarta dan Kalimantan Timur. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan ruang yang besar bagi para seniman lokal untuk berpartisipasi.

“Untuk peserta yang berasal dari luar daerah ada dari Jakarta dan Kalimantan Timur. Namun, kami tetap ingin seniman lokal mengambil peran penting dalam kegiatan ini. Sekitar separuh peserta merupakan seniman dari Bondowoso,” ujarnya.

Menurut Gede, ke depan pihaknya berencana menggelar kegiatan seni rupa yang melibatkan seniman lokal secara penuh. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarperupa sekaligus meningkatkan kreativitas dan peluang pemasaran karya seni.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendukung kesejahteraan para pelukis melalui promosi karya dan perluasan jejaring di dunia seni rupa.

“Kami ingin para pelukis tidak hanya berkarya, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil karyanya. Karena itu, pameran seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas,” katanya.

Lebih lanjut, Gede menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama penyelenggaraan pameran adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya seni rupa sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki nilai budaya sekaligus peluang masa depan.

1785517338444

Pameran yang berlangsung hingga 18 Juni 2026 itu terbuka untuk umum. Disparbudpora berharap para pelajar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat dunia seni rupa.

“Kami berharap adik-adik sekolah bisa hadir dan menikmati pameran ini. Meskipun sebagian masih menjalani ujian sekolah, kami berharap mereka dapat menyempatkan waktu untuk datang. Bahkan peserta pameran ini juga ada yang masih duduk di kelas 1 SD,” ungkapnya.
Gede menambahkan, penyelenggaraan Pameran Simulakra merupakan hasil inisiatif komunitas seni dan tidak menggunakan anggaran APBD.

Pemerintah daerah berperan memberikan dukungan dan fasilitasi, sementara pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swadaya oleh para seniman dan komunitas yang terlibat.

“Kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD. Ini murni inisiatif dan swadaya dari teman-teman komunitas seni. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Selain menjadi ruang apresiasi seni, pameran tersebut juga membuka peluang transaksi karya. Pengunjung yang berminat membeli lukisan dapat langsung berkomunikasi dengan para pelukis yang bersangkutan.

“Jika ada pengunjung yang tertarik membeli karya, kami persilakan untuk langsung menghubungi pelukisnya. Dengan begitu, proses komunikasi dan transaksi dapat dilakukan secara langsung,” pungkas Gede.

Melalui Pameran Seni Rupa Simulakra, Disparbudpora Bondowoso berharap seni rupa semakin berkembang dan mendapat tempat di tengah masyarakat sebagai media edukasi, kreativitas, serta penguatan identitas budaya daerah.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521