Bondowoso – Tingginya antusiasme generasi muda yang mengunjungi stan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di stand Festival Muharram Bondowoso mendorong instansi tersebut menggelar pelatihan public speaking dan Master of Ceremony (MC).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri para peserta, khususnya kalangan pelajar.
Kepala Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas besarnya minat generasi muda terhadap dunia komunikasi dan penyiaran. Untuk pelaksanaan perdana, Diskominfo bekerja sama dengan RRI Jember.
“Untuk sementara, kami bekerja sama dengan RRI Jember dan baru dapat memfasilitasi sebanyak 50 peserta. Pesertanya terdiri dari 50 pelajar SMA sederajat dan 10 orang dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Dwi Wahyudi di Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026).
Menurut Dwi, pelatihan public speaking dan MC merupakan program terapan yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan berbicara di depan umum sekaligus kemampuan memandu jalannya sebuah acara secara profesional.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan teknik komunikasi efektif, mulai dari pengelolaan suara hingga kemampuan mengendalikan suasana acara.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung agar mampu tampil percaya diri saat berbicara di depan publik maupun saat memandu acara,” katanya.
Materi yang diberikan meliputi teknik vokal dan intonasi, bahasa tubuh, manajemen acara, hingga teknik improvisasi. Pada sesi vokal dan intonasi, peserta dilatih mengatur artikulasi, volume, nada, dan tempo bicara agar suara terdengar jelas, menarik, dan tidak monoton.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan bahasa tubuh dan gestur yang tepat. Materi ini mencakup pengelolaan kontak mata, ekspresi wajah, serta gerakan tubuh yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan memperkuat pesan yang disampaikan kepada audiens.
Di bidang manajemen acara, peserta diajarkan memahami rundown atau susunan acara, menyusun cue card, serta melakukan transisi antar-sesi secara lancar dan profesional. Kemampuan ini dinilai penting bagi seorang MC untuk menjaga jalannya acara tetap tertib dan menarik.
Sementara itu, pada materi teknik improvisasi, peserta dilatih untuk berpikir cepat dan mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi kendala di atas panggung, termasuk saat terjadi perubahan agenda atau situasi yang tidak terduga.
Melalui pelatihan ini, Diskominfo Bondowoso berharap dapat mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, percaya diri, serta mampu menjadi pembawa acara yang profesional di berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal.
Program tersebut juga diharapkan menjadi wadah pengembangan keterampilan bagi pelajar dan aparatur pemerintah dalam menghadapi kebutuhan komunikasi publik yang semakin dinamis di era digital.














