BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Kabupaten Bondowoso dalam ajang Ijen Marching Festival (IMF) IV 2026 di Banyuwangi. Dua sekolah dasar (SD), yakni SDN Dabasah 1 dan SDN Kota Kulon 1, berhasil membawa pulang puluhan penghargaan dari kompetisi marching band yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, para siswa juga mampu mengasah disiplin, kreativitas, kekompakan, serta keberanian berkompetisi di tingkat luar daerah.
Pimpinan DPRD Bondowoso dari Fraksi PDI Perjuangan, Sinung Sudrajad, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian kedua sekolah tersebut. Menurutnya, keberhasilan para siswa menunjukkan bahwa pembinaan bakat di luar ruang kelas mampu melahirkan prestasi yang patut diperhitungkan.
“Ini sangat membahagiakan. Prestasi bukan hanya di bidang akademik. Anak-anak Bondowoso melalui ekstrakurikuler marching band juga mampu meraih kejuaraan di luar kota,” tegas Sinung, Senin (19/10/2026).
SDN Dabasah 1 Bawa Pulang Lima Piala
Salah satu prestasi membanggakan datang dari Qaisa Nazanin Zamalia Priyadi, anggota DMT Bondowoso yang berasal dari SDN Dabasah 1.
Ia berhasil meraih Juara II kategori Individual Contest Field Commander Junior B dalam IMF IV 2026.Kategori tersebut menguji kemampuan peserta sebagai komandan lapangan tingkat junior, termasuk kepemimpinan, ketepatan komando, dan penguasaan penampilan dalam sebuah kompetisi marching band.
“Jadi, Qaisa itu juara dua kategori Individual Contest untuk Field Commander Junior B,” ujar Sinung saat dikonfirmasi.
Tak hanya prestasi individu, kontingen Gita Amarta juga menorehkan hasil membanggakan dengan membawa pulang lima penghargaan, yakni Juara I Mini Show Night, Juara II Street Parade, Juara I Best Mascot, Juara III Best Colour Guard, dan Juara III Best Music.
Deretan capaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras para siswa yang menjalani latihan, membangun kekompakan, serta mempersiapkan penampilan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
Bagi SDN Dabasah 1, prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, rasa percaya diri, dan kemampuan bekerja dalam tim.
SDN Kota Kulon 1 Ukir Prestasi di Berbagai Kategori
Sementara itu, SDN Kota Kulon 1 juga tampil menonjol dengan meraih penghargaan di berbagai kategori kompetisi. Prestasi yang dilaporkan meliputi Street Parade, Colour Guard, musik dan visual, Mini Show, Marching Show, hingga Concert Show Band.
Di antara capaian tersebut, SDN Kota Kulon 1 meraih Juara III Street Parade, Juara I Colour Guard Street Parade, Juara II Musik dan Visual Street Parade, serta Juara Harapan II Mini Show.
Sekolah ini juga memperoleh Juara II Marching Show Music, Juara II Marching Show, Juara II Concert Show Band, dan Juara II Colour Guard Contest.
Prestasi lainnya mencakup Juara I Marching Show Visual Effect, Juara II Concert Show Band Visual, Juara II Colour Guard Marching Show, Juara III Best Mascot, serta Juara III Best Supporter.Pada kategori favorit dan individual, penghargaan juga diraih oleh Gita Cita Melati dan Ameera Pradnya.
Gita Cita Melati meraih Juara II Favorit, sedangkan Ameera Pradnya meraih Juara II Favorit Individual Contest. Keduanya juga disebut dalam kategori Individual Contest Field Commander.
Capaian di sejumlah kategori tersebut menunjukkan luasnya aspek yang dinilai dalam kompetisi marching band. Bukan hanya kemampuan bermusik, tetapi juga ketepatan gerakan, visualisasi, penampilan kelompok, kreativitas, serta dukungan tim.
Sinung: Terima Kasih kepada Guru, Pelatih, dan Orang Tua
Sinung menilai keberhasilan kedua sekolah tersebut tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Di balik piala yang dibawa pulang, terdapat proses latihan, kedisiplinan, serta pendampingan yang membutuhkan komitmen dari siswa, guru, pelatih, dan orang tua.
“Sangat-sangat bersyukur. Dalam satu event, putra-putri Bondowoso berhasil membawa pulang kurang lebih 22 penghargaan dari dua SD,” ungkapnya.
Ia berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemicu bagi sekolah dan pihak terkait untuk semakin serius mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler.
Menurutnya, pembinaan bakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak pelajar Bondowoso memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan berkompetisi di tingkat regional maupun nasional.
Sinung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru, pelatih, dan orang tua yang telah memberikan dukungan kepada para siswa selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
“Terima kasih kepada semua dewan guru, pelatih, dan orang tua yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam ajang bergengsi tersebut,” pungkasnya.
Prestasi SDN Dabasah 1 dan SDN Kota Kulon 1 di Banyuwangi menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan Bondowoso. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan agar keberhasilan di atas panggung kompetisi dapat berlanjut menjadi tradisi prestasi bagi generasi pelajar berikutnya.











