Beranda Hukum & kriminal Bocah 3 Tahun Diculik,Ditemukan Dijurang Cupu

Bocah 3 Tahun Diculik,Ditemukan Dijurang Cupu

BONDOWOSO–  Almeera Kiana Danastri (3 tahun) di Desa Sumber Pandan, Kecamatan Grujugan diduga diculik oleh orang tak dikenal, Jum’at pagi sekira pukul 09.00 WIB (9/8/2019).

Bu Robi, salah seorang tetangga korban, menceritakan, Almeera sedang bermain di depan toko kelontongan milik neneknya. Kemudian, seorang pengendara motor membopong Almeera saat  neneknya sedang melayani para pembeli.

“Tadi saya pikir itu Bapaknya makanya ,saya langsung masuk lagi ke rumah. Jadi saya tidak tau pasti ke arah mana Ameera di bawa,” katanya.

Loading...

Menyadari Almeera hilang saat si nenek kebingungan mencari-cari cucunya.

“Pas saya tau kalau ternyata Bapaknya kerja. Tadi yang bawa itu naik motor, terus pakai jaket kulit hitam, pakai helm dan topong,” ungkapnya.

 Kapolsek Grujugan, Iptu Iswahyudi, membenarkan bahwa memang anak tersebut diduga diculik oleh orang tak dikenal.

“Berdasarkan keterangan saksi ada pengendara motor berhenti dan membawa Almeera ke arah selatan,” jelasnya

Ia menyebutkan bahwa korban setiap hari memang dititipkan di rumah neneknya. Karena kedua orang tuanya bekerja. Ibunya mengajar di sebuah sekolah dasar dan Ayahnya sebagai karyawan swasta.

Tampak, di kediaman Almeera yang berada di pinggir jalan Desa Sumber Pandan dipenuhi warga sekitar.


Sementara Ibunda korban,  Dian Emiyanto tak kuasa mengetahui anaknya dibawa orang tak dikenal hingga tak sadarkan dan dibawa ke Puskesmas  setempat.

Suasana menunggu kedatangan Almeera

Pada akhirnya bocah Perum Kembang Permai, Desa Kembang, Bondowoso, yang dititipkan dirumah neneknya di Sumber Pandan ditemukan warga di jurang di Lingkungan Cupu, Kelurahan Baratan, Patrang sekitar pukul 10.15, Jumat (9/8/2019).

Pertama kali korban ditemukan Misdin, 45, warga setempat yang bekerja di sekitar lokasi. Saksi mendengar korban menangis. Setelah dicari, ternyata suara tangisan itu berasal dari korban yang ada di jurang sekitar rumah warga.

Lokasi saat ditemukan memang tak kelihatan dari jalan raya jurusan Rembangan. “Korban yang masih balita ini menangis sehingga terdengar oleh saksi,” terang Misdin.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan menangis. Di wajahnya juga terdapat luka lebam dan hidungnya mengeluarkan darah. Misdin kemudian memberitahu warga lain. Warga pun mendatangi. Ternyata setelah ditelusuri, bocah itu merupakan korban penculikan. Selanjutnya, warga menghubungi polisi.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian Polsek Patrang tiba di lokasi.   “Polisi kemudian mengevakuasi korban ke Mapolsek Patrang,” kata AKP Mahroby Hasan, Kapolsek Patrang.Untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.

Hingga berita ini ditayangkan polisi masih terus berupaya mencari pelaku dan motif yang melatar belakangi penculikan anak tersebut.