Beranda blog Halaman 866

Korban Banjir Bandang Situbondo Dapat Bantuan dari Korps Marinir Baluran

IMG-20250408-WA0090

Situbondo – tapalkudamedia.com

Korean banjir bandang di Desa Sumberanyar dan Suberwaru, Banyuputih, Situbond,Jawa Timur mendapat bantuan dari Jalasenastri Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Baluran balik kanan Minggu (11/03/2018).

Kegiatan yang dipimpin Ketua Ranting E Cabang 5 PG Kormar Ny. Tunjung Supriyadi dan diikuti Pengurus Ranting E Cabang 5 PG Kormar tersebut diawali dengan memberikan bantuan di Dusun Sekarputih, Sumberanyar, kemudian dilanjutkan di Dusun Krajan, Sumberwaru.

Selain memberikan bantuan berupa sembako dan baju layak kepada korban banjir bandang, rombongan juga meninjau rumah warga kedua desa yang menjadi korban banjir bandang.

Ny. Tunjung Supriyadi mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Jalasenastri Puslatpurmar Baluran atas musibah yang dialami warga di sekitar Puslatpurmar.

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi warga, karena apa yang mereka alami, kami juga ikut merasakannya,” tegasnya. (red)

1744129950993

Pulang Antar Barang ke Situbondo Pic Up Nyosor Got

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi -tapalkudamedia.com

Sebuah mobil pikap Mitsubishi L-300 warna hitam terperosok ke dalam selokan sedalam 1,5 meter di Jalan Raya Situbondo, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, (10/3/2018).

Peristiwa yang terjadi pukul 12.00 itu sempat menghebohkan warga setempat. Puluhan warga berbondong-bondong menuju lokasi untuk melihat pikap yang terperosok selokan tersebut.

Sunarto, 45, warga Desa Bangsring mengatakan, pikap tersebut melaju dari arah utara. Usai melewati tikungan tajam, tiba-tiba pikap tersebut melintir dan hilang kendali. Akhirnya, pikap menerobos masuk selokan di sisi kanan jalan.

“Terdengar bunyi suara mobil mengerem dan suara hantaman keras. Saya kira pikap tersebut menabrak tembok ternyata masuk ke selokan,” jelas Sunarto.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga langsung mengevakuasi pikap bernomor polisi (nopol) P 9246 V tersebut. Dalam proses evakuasi, sempat terjadi kemacetan dan diberlakukan sistem buka tutup.

Mobil pic up dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan mobil dan didorong warga sekitar.

Sementara itu, Slamet Mujiono (38), sopir picup asal Kecamatan Rogojampi mengaku, dirinya merasa jalan tikungan dekat kuburan tersebut lurus.

Dia merasa tidak ada tikungan tajam di lokasi tersebut. Saat sudah berada di tengah jalan, tiba-tiba dia sadar bahwa jalan ternyata menikung. Spontan saja dirinya menginjak rem.

“Saya sempat menginjak rem dan mobil berputar satu kali, setelah itu terperosok ke dalam got. Untung saja tidak ada kendaraan lain di sisi jalan.

Jika ada kendaraan lain mungkin nyawa saya tidak tertolong lagi,” beber Slamet.

Mobil yang dikendarainya, kata Slamet, baru saja mengantarkan barang material pesanan dari Situbondo. Selanjutnya, dia pulang menuju Rogojampi dan terjadi insiden kecelakaan tunggal di Wongsorejo. Mobil picup mengalami ringsek di bagian belakang samping kiri akibat menghantam tiang pembatas jalan.

Usai dievakuasi, Slamet langsung melanjutkan perjalanannya. Bekas ban pikap L- 300 tampak jelas membekas sepanjang lima meter di tikungan jalan tersebut.

“Untung mobil tidak rusak dan bisa jalan lagi. Hanya penyok pada bagian belakang,” tandasnya.(red)

1744129950993

Pembuang Orok Bayi Tak Lagi Sekolah

IMG-20250408-WA0090

Bali – tapalkudamedia.com

Terduga pelaku pembuang bayi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana I Gusti Putu AS (18), hingga saat ini masih diamankan di Polres Jembrana.

Pemuda yang sebelumnya tercatat sebagai siswa kelas XII/MIPA 2 di SMA Negeri 1 Negara tersebut diamankan polisi karena masih dimintai keterangannya terkait dugaan sebagai bapak kandung, sekaligus yang membuang bayi tersebut ke pantai Pebuahan setelah dilahirkan.

Namun belakangan terungkap  I Gusti Putu AS atau terduga pelaku, tidak tercatat lagi sebagai siswa di SMA Negeri 1 Negara tersebut. Terduga pelaku telah dikeluarkan dari sekolah sejak, Selasa ( 9/1) lalu.

Kepala SMA Negeri 1 Negara Putu Prapta Arya dikonfirmasi Minggu (11/3) kepada media mengatakan, I Gusti Putu AS tersebut sebelumnya memang tercatat sebagai siswa di sekolahnya. Namun saat ini yang bersangkutan sudah bukan sebagai siswa di sekolahnya lantaran telah dikeluarkan atas permohonan ibu kandungnya.

Dikatakan terduga pelaku sudah dikeluarkan dari sekolah atas permohonan orang tuanya, karena yang bersangkutan tidak pernah sekolah.

Demikian juga pihak sekolah telah mengeluarkan Surat Keterangan Berhenti Sekolah atas nama I Gusti Putu AS yang dikeluarkan Selasa (9/1) dan ditandatangani dirinya selaku kepala sekolah.

Surat keterangan ini dikeluarkan berdasarkan surat yang diajukan oleh I Gusti Ayu Kade S yang merupakan ibu kandung I Gusti Putu AS  kepada pihak sekolah pada  8 Januari 2018 yang meminta agar pihak sekolah memberhentikan dengan hormat I Gusti Putu AS dari sekolah.

Dari dasar permohonan dari orang tuannya itulah, pihaknya membuat surat keterangan berhenti sekolah. “Jadi saat kejadian pembuangan bayi itu, dia bukan siswa kami,” tutupnya.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana, Sabtu (10/3) mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan terduga ibu dan bapak kandung bayi yang ditemukan dengan kondisi hancur di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.

Dari hasil pemeriksaan awal lanjut Yusak, terungkap bahwa ibu dan bapak kandung bayi malang tersebut adalah pasangan ABG dengan status pelajar yang masih berpacaran.

Yang perempuan asal Manistutu Melaya masih sekolah di salah satu SMAN di Jembrana. Diduga proses persalinan dilakukan di kamar mandi dan sebelumnya ibu bayi sempat meminum obat, kemudian setelah bayi lahir, yang bertugas membuang bayi ke pantai Pebuahan, Banyubiru adalah bapak kandung bayi malang tersebut.

Kasus tersebut terungkap beberapa jam setelah penemuan orok tersebut karena ada informasi dari masyarakat. Dimana polisi mendapat informasi kalau terduga pelaku pernah menawarkan bayi tersebut kepada seseorang di wilayah Melaya. (kmb)

1744129950993

Razia Tempat Dugem Satu Pengguna Narkoba Diamankan

IMG-20250408-WA0090

Bali – tapalkudamedia.com

Satu orang penguna narkoba diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Bali saat menggelar razia ke tempat hiburan malam di wilayah Denpasar dan Kuta, Sabtu (10/3).

Ketua Tim Operasi, AKBP Debby Asri Nugroho menyampaikan,“Kami akan terus laksanakan operasi ini, sesuai perintah dari Bapak Kabareskrim Mabes Polri dalam upaya memberantas penyalahgunaan dan perendaran gelap narkoba di wilayah Bali,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, anggota Ditresnarkoba diback up BNNP Bali, Satuan Brimob, Ditsabhara dan Biddokes, merazia tempat-tempat hiburan malam yang berada di wilayah Denpasar dan Kuta, Badung.

Tempat dugem yang disisir yaitu Karaoke Exekutif Club  di Jalan Imam Bonjol, Bar & Discotique Move On di Jalan Patih Jelantik dan Diskotek New Star di Jalan Gunung Saputan.

Dari operasi tersebut, petugas mengamankan satu orang pengunjung yang kedapatan membawa narkoba jenis ekstasi sebanyak 1,5 butir.

Barang bukti tersebut ditemukan di  dalam saku celananya. Selain itu, petugas juga mengamankan 10 botol minuman beralkohol yang tidak dilengkapi Surat Izin Usaha Perdagangan (Siup).

“Barang bukti yang kami amankan langsung dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.(red)

1744129950993

Pria Bangkalan ini Nekat Gantung Diri di Rumah Tunanganya

IMG-20250408-WA0090

BANGKALAN – tapalkudamedia.com
M Sahrul Romadhon (22), warga Jalan Raya Ketengan, Kecamatan Burneh tewas dengan cara gantung diri di rumah tunangannya, Ainun Kiptiyah (20), Jalan Pemuda Kaffa, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Jawa Timur, Minggu (11/3/2018).

Ainun menemukan Sahrul yang setiap harinya bekerja sebagai seles ini di gudang dalam keadaan dalam gantung diri dengan tali nilon warna kuning yang diikatkan di leher dan digantungkan ke kayu usuk gudang.

Ainun seketika itu memotong tali nilon dengan sekrop begitu melihat tunangannya gantung diri.

“Saksi membangunkan adiknya. Keduanya sempat memberi minum korban dua teguk air. Korban sempat direbahkan ke teras rumah sebelum dilarikan ke RSUD Syamrabu. Namun jiwanya tak tertolong,” ungkap Kasubbag Polres Bangkalan AKP Bidarudin

Informasi yang dihimpun pihak kepolisian, dua minggu sebelumnya korban dan Ainun bertengkar di rumah tunangannya itu. Cekcok kembali terulang pada Sabtu (10/3/2018).

“Masalah uang sisa gaji korban yang diberikan kepada saksi. Namun saksi menolaknya. Korban lantas membuang uang itu ke sungai di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

Dugaan lain, lanjut Bidarudin, korban memilih gantung diri lantaran hubungan pertunangan keduanya terancam kandas. Hal itu terungkap dalam pertengkaran pertama yang disampaikan saksi di hadapan polisi.

Saksi berucap, masih menurut Bidarudin, ingin menenangkan diri setelah terjadi pertengkaran. Hubungan semakin retak setelah pertengkaran kedua, Sabtu kemarin.

Korban berkirim pesan melalui whatsApp kepada tunangannya: ‘uda tak omongin ke De Yu ntar sore mau ke Kp. Kencat ke rumah kakek mau batalin tunangan’.

“Saksi Ainun memblokir smua koneksi dari korban. Malamnya saksi membalas melalui SMS, ‘saya mau nenangin diri dulu kalau mau batalin ya batalin,” papar Bidarudin.

Hasil visum terhadap tubuh korban tidak ditemukan adanya tindak kekerasan. Dokter forensik hanya menemukan luka jirat di leher bagian depan sepanjang 32 cm akibat benang nilon. (*)

1744129950993

Begini Seharusnya Seorang Suami Memperlakukan Istri

IMG-20250408-WA0090

Keluarga – tapalkudamedia.com

Banyak suami yang menuntut istrinya untuk melayani kebutuhan suami kapan pun diperlukan, bahkan menggunakan hadits Rasulullaah yang menyatakan Allah dan Malaikat melaknat istri yang menolak permintaan suami, memang hal tersebut benar dan tepat. Akan tetapi banyak di antara suami yang justru lupa meniru bagaimana cara Rasulullah memperlakukan istri, padahal ini adalah poin yang amat penting.

Berikut ini merupakan gambaran perilaku Rasulullah dalam melayani istrinya:

1. Sabar Menuruti Permintaan Manja Istri

Saat ini banyak suami yang tidak sabaran terhadap permintaan istri untuk bermanja-manja. Padahal, meskipun sering dirasa menyebalkan, terkadang perempuan merasa dicintai ketika sifat manjanya dituruti.

Rasulullah Saw. adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka, sehingga Rasulullah selalu sabar menuruti permintaan sang istri. ‘Â`isyah bercerita tentang hal ini:

Sekelompok orang Habasyah masuk masjid dan bermain di dalamnya. Ketika itu Rasulullah Saw. berkata kepadaku, “Wahai Humayrâ`, apakah kamu senang melihat mereka?” Aku menjawab, “Ya.” Maka beliau berdiri di pintu rumah.

Aku menghampirinya. Kuletakkan daguku di atas pundaknya dan kusandarkan wajahku ke pipinya. Di antara ucapan mereka (orang-orang Habasyah) waktu itu, ‘Abû al-Qâsim (Rasulullah) orang baik.’ Lalu Rasulullah berkata, “Cukup.”

Aku berkata, “Ya Rasulullah, jangan tergesa-gesa.” Beliau pun berdiri lagi untukku. Kemudian beliau berkata lagi, “Cukup.” Aku berkata, “Jangan tergesa-gesa, ya Rasulullah.” Bukan melihat mereka bermain yang aku suka, melainkan aku ingin para perempuan tahu kedudukan Rasulullah bagiku dan kedudukanku dari beliau.” (Ahmad bin Syu’aib al-Nasâ`î, Sunan al-Nasâ`î al-Kubrâ, Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Imiyah, cet. I, 1991, Jilid 5, hal. 307, hadits no. 8951)

2. Menenangkan Perasaan Istri

Suami zaman sekarang banyak yang tidak mengerti bagaimana menenangkan perasaan istri. Istri menangis, malah dihardik. Lihatlah bagaimana cara Rasulullah mendamaikan hati istrinya di kala bersedih.

Pada suatu hari, beliau mendatangi Shafiyah binti Huyay. Beliau menemukan Shafiyah sedang menangis.

Kepadanya beliau bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?”

Shafiyah menjawab, “Hafshah berkata bahwa aku anak orang Yahudi.”

Beliau berkata, “Katakan padanya, suamiku Muhammad, ayahku Hârûn, dan pamanku Mûsâ!” (Baca antara lain Muhammad bin Ahmad al-Qurthubî, Tafsîr al-Qurthubî, Kairo: Dâr al-Sya’b, cet. II, 1372 H, 16, hal. 326.)

Terlihat bagaimana Rasulullah menyelesaikan masalah dengan kata-kata sederhana namun mengandung makna yang dalam. Rasakan juga efek psikis istri yang dibela perasaannya, tentu membuat rasa kasih sayang kepada suami semakin dalam.

3. Selalu Siaga Membantu Para Istri

Pada saat banyak suami yang enggan sekadar membantu istrinya karena dianggap dapat menurunkan reputasi dan harga diri, Rasulullah Saw. Justru tidak pernah terlambat membantu para istrinya.

‘Â`isyah pernah ditanya tentang apa yang dilakukan Nabi Saw. di rumahnya? Ia menjawab, “Beliau selalu melayani (membantu) istrinya.”

4. Bermusyawarah Sebelum Mengambil Keputusan

Di kala banyak suami memandang istrinya kurang akal dan agama, Rasulullah yang mulia tidak pernah segan atau merasa keberatan mendengar serta mengambil pendapat istrinya. Ini terlihat ketika beliau meminta pendapat Ummu Salamah dalam perjanjian Hudaybiyah.

Waktu itu beliau memerintahkan para sahabat untuk mencukur rambut dan menyembelih hewan kurban, namun mereka tidak mau melakukannya.

Melihat respon para sahabat tersebut, Baginda Nabi masuk ke tenda Ummu Salamah. Begitu beliau menceritakan kepada Ummu Salamah apa yang beliau terima dari para sahabat, Ummu Salamah langsung mengajukan pendapat yang cerdas.

Ia berkata: “Keluarlah, ya Rasulullah, kemudian engkau bercukur lalu potong hewan kurban!” Beliau pun keluar dari tenda, bercukur lalu memotong kurban. Melihat hal itu, sontak para sahabat bangkit; mereka serempak bercukur lalu memotong hewan kurban.

5. Tetap Santun Meski Saat Marah

Di kala tidak sedikit para suami yang ringan tangan kepada para istri saat mereka melakukan kesalahan, kita mendapati Sang Nabi tetap bijak, lembut, dan santun dalam memperlakukan para istrinya saat terjadi silang-pendapat atau perselisihan antara beliau dan mereka. Ketika kemarahan beliau agak tinggi, maka pergi menjauhi istri untuk sementara waktu menjadi pilihannya. Tidak pernah beliau menampar dan berkata kasae satu pun dari istrinya.

Bahkan ketika Rasulullah berniat mencerai salah satu istrinya, kita mendapati beliau tetap santun, lembut dan penuh kasih. Sawdah binti Zam’ah yang sudah tua, tidak cantik, dan berbadan gemuk, merasa bahwa jatahnya dari hati Rasulullah hanya rasa kasihan, bukan cinta. Rasulullah pun kemudian berpikir untuk menceraikan Sawdah secara baik-baik guna membebaskannya dari keadaan yang dianggap membebaninya dan memberatkan hatinya. Dengan sabar Rasulullah menunggu sikap dan jawaban Sawdah atas niat beliau untuk menceraikannya.

Kesantunan, kesabaran dan keterkendalian diri Nabi saw. tetap terpelihara, bahkan ketika ujian terberat menerpa dan mengguncang rumah tangga beliau, saat terjadi apa yang disebut hâdits al-ifk (post dusta), yakni tuduhan yang menyudutkan istri Rasulullah melakukan ‘selingkuh’ (Aisyah dengan Shafwan)

Sikap Nabi kala itu sungguh merupakan teladan bagi setiap Muslim. Ketika hâdits al-ifk ini tersebar, dengan kelembutannya yang khas dan tidak pernah luntur, Rasulullah berbicara kepada ‘Â`isyah:

“Amma ba’d. Wahai ‘Â`isyah, sesungguhnya telah sampai kepadaku tentangmu begini dan begitu. Jika kamu bebas (tidak melakukannya), maka Allah akan membebaskanmu, dan jika kamu pernah melakukan dosa maka mohonlah ampun kepada Allah dan tobatlah kepada-Nya.”

Sampai akhirnya Allah menurunkan kabar melalui surahAn Nuur ayat 11, yang membuat tenang dan gembira hati Nabi, ‘Âisyah dan kaum Muslim semuanya.

Bagaimana mungkin Allah tidak melaknat perempuan yang menolak melayani suami yang memiliki sikap dan karakter luar biasa seperti ini? Ayo para suami, perlakukan istri sebagaimana Rasulullah memperlakukan dan melayani istrinya. Semoga Allah memberi keberkahan pada rumah tangga para mukminin , tanyakan pada hati berapa kali sehari menhentuh tangan istri dan berapa kali memegang gaget, banyak rumah tangga hancur lantaran dunia yang semakin luas dengan adanya gaget, bahkan sampai tak ada batasan waktu memanjakan diri dengan gaget, padahal yang wajib dimanjakan adalah istri. (*)

 

1744129950993

Dedi Mulyadi Dukung Khazanah Kebudayaan Indonesia

IMG-20250408-WA0090

KARAWANG –  tapalkudamedia.com

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menagaskan bahwa dirinya mendukung setiap khazanah kebudayaan di Indonesia. Salah satunya adalah perayaan Cap Go Meh yang dilakukan masyarakat Tionghoa dalam menyambut tahun baru Imlek.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi itu memang lekat dengan sikap toleransinya. Saat menjadi Bupati Purwakarta, Kang Dedi memberikan ruang kepada seluruh Agama untuk mendapatkan porsi pengajaran di sekolah umum.

Bersama Istri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, Dedi Mulyadi menghadiri perayaan Cap Go Meh di sepanjang Jalan Ir H Djuanda, Minggu (11/3/2018). Perayaan itu dihadiri oleh ribuan masyarakat di Kabupaten Karawang.

“Kegiatan ini cermin bahwa nilai toleransi di Karawang dan di Jawa Barat relatif berjalan dengan baik. Saya selalu mendukung setiap khazanah budaya yang ada di Indonesia,” kata Dedi Mulyadi usai mengikuti kirab Cap Go Meh.

Nilai toleransi yang melekat dalam diri Dedi Mulyadi merupakan bentuk pengajaran dari Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, suami Sinta Nuriyah. Ketika menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi terlibat diskusi mendalam dengan tokoh besar Nadlatul Ulama tersebut.

Menurut pria yang diberi gelar sebagai maesenas (penjaga budaya) dari Federasi Terater Indonesia tersebut Cap Go Meh merupakan simbol pemersatu. Karena itu, dia berkomitmen menggelar perayaan tersebut di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Bukan dibawa ke Bandung, tetapi masyarakat di seluruh Jawa Barat diberikan ruang untuk merayakan Cap Go Meh. Sementara ini, acara seperti ini sering ramai di Bogor, Karawang dan Purwakarta yang disatukan dengan hari jadi,” ujarnya.

Salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama itu juga menegaskan para budayawan harus membangun langkah-langkah kreatif. Diantaranya, dengan memasukan unsur kebudayaan Jawa Barat ke dalam perayaan Cap Go Meh.

“Ke depan kan bisa dimasukan, unsur kebudayaan kita ke dalam perayaan ini. Kemudian juga produk yang terlahir itu harus terbaik. Misalnya, kayu dan kulit yang dibuat bedug itu harus terbaik, di kita biasanya seadanya,” kata Dedi memberikan otokritik.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh Karawang, Herry Wiratna mengatakan kegiatan yang ia gelar memang multi etnik. Hal ini terbukti dari berbagai kesenian khas Sunda dan Kalimantan yang turut tersaji.

Senada dengan Dedi Mulyadi, pihak panitia memang bermaksud menonjolkan nilai persatuan dalam perayaan tersebut.

“Komitmen kita, Cap Go Meh bukan hanya milik masyarakat Tionghoa, tetapi juga milik masyarakat Karawang. Saya sepakat dengan Kang Dedi, kegiatan ini juga harus menjadi milik masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.

Sebanyak 61 Joli dan 70 barongsai diikuti kesenian Sunda melakukan kirab budaya yang dipusatkan di Klenteng Kwan Tee Koen, Karawang. (kha)

1744129950993

Hilang Kendali Braakkk… Mobil Bermuatan 8 Orang Terbalik

IMG-20250408-WA0090

Pasuruan – tapalkudamedia.com

Kecelakaa terjadi di jalan raya depan pabrik Patal Grati, Kabupaten Pasuruan. Mobil terbalik yang ditumpangi delapan orang yang bendak melayat tersebut hilang kendali, Minggu (11/03/2018).

Mobil dengan tujuan Desa Bulukandang RT 15 RW 5 Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur . Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, membuat delapan orang dalam panther itu luka-luka. Bahkan dua diantaranya sempat dikabarkan kritis. Seluruh korban terdiri dari 5 korban wanita dan 3 korban laki-laki.

Ahmadin kerabat korban, berasal dari Bulukandang juga membenarkan niatan melayat itu. “Itu sebenarnya mau melayat kerumah saya,” ujarnya saat berada di Puskesmas Grati.

Seluruh korban berasal dari Tanggul, Jember, berikut nama korban mobil terbalik :

1. Pusri ( 50 ) Perempuan;
2. Hosni ( 40 ) Perempuan;
3. Husen ( 50 ) Laki-laki;
4. Monna ( 30 ) Perempuan;
5. Asnan ( 40 ) Laki-laki;
6. Khotimah ( 37 ) Perempuan;
7. Sakri ( 45 ) Laki-laki;
8. Hosna ( 40 ) Perempuan.

1744129950993

Astaga! Gorok Leher Ibu Kandung Hingga Tewas Pemuda ini Tak Menyesal

IMG-20250408-WA0090

KEBUMEN – tapalkudamedia.com

Sumudi (35) warga Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren yang diduga telah memenggal kepala ibu kandungnya sendiri berhasil ditangkap kemarin, Sabtu, 10 Maret 2018.

Ia berhasil ditangkap di Jalan Pemuda, Kebumen sehari setelah memenggal kepala ibunya, Sutarmi (50). “Sumudi diringkus sekitar pukul 07.30 WIB saat sedang bersepeda,” kata Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar ketika dihubungi Okezone, Minggu (11/3/2018).

Arief juga menjelaskan, ketika diinterogasi Polisi, tersangka tidak merasa menyesal telah membunuh ibu kandungnya sendiri. Atas keterangan yang di dapat dari lelaki yang wajahnya dipenuhi tato itu, Arief menjelaskan akan melakukan tes kejiwaan terhadap korban.

Slamet (51), Kepala Desa Bocor yang juga hadir ke Polres Kebumen mengatakan bahwa di kehidupan sehari-hari, tersangka dikenal mudah naik pitam terhadap sesuatu yang tidak ia kehendaki.

“Suka marah marah, terutama kepada ibu dan adik perempuannya. Kalau tidak dikasih uang, apalagi,” kata Slamet.

Sekadar diketahui, Sumudi telah membunuh ibu kandungnya sendiri dengan menebas leher sang ibu hingga terputus dengan menggunakan parang pada Jumat, 9 Maret 2018.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi antara lain parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban, baju korban, tas ransel tersangka serta sepeda kayuh milik tersangka.

Akibat perbuatannya itu, untuk sementara, tersangka dipersangkakan dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman terberat hukuman mati atau seumur hidup.

Namun, Arief Bahtiar menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih akan melakukan tes kejiwaan terhadap tersangka, karena menurut informasi yang diperoleh, Sumudi memiliki riwayat gangguan kejiwaan.(ari)

1744129950993

Gerindra DKI Resmi Deklarasikan Prabowo di.Capres 2019

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik mendeklarasikan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024.

“Dengan ini kami mencalonkan H. Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masa bakti 2019-2024,” kata Taufik dengan suara memekik di atas panggung yang berdiri di atas lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (11/3/2018).

Suara pidato wakil ketua DPRD DKI ini disambut sorak-sorai oleh ratusan kader yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Siap dimenangkan?” kata Taufik sembari mengepalkan tangan. “Siap!” teriak seluruh kader yang meramaikan lokasi.

Taufik berharap, keputusan pencalonan mantan Danjen Kopassus itu sebagai capres segera diputuskan oleh jajaran DPP. Sebab, itu merupakan segenap harapan dari seluruh masyarakat yang menginginkan perubahan.

“Kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra agar menetapkan menjadi keputusan Partai Gerindra demikian deklarasi ini diumumkan,” harapnya.

Kegiatan deklarasi itu kurang begitu sakral karena tak dihadiri oleh Ketua Umum Prabowo Subianto. Ia hanya diwakilkan oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Lalu, juga terlihat anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Aryo Djojohadikusumo.

Pilpres 2019, nampaknya akan kembali disuguhkan pertarungan yang pernah berlangsung pada Pilpres 2014. Pesta demokrasi lima tahunan itu bakal kembali diramaikan oleh kedua tokoh, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan penetapan Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024.

“Dengan ini saya nyatakan, calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo,” kata Megawati dalam pidato pembukaan di Rakernas III PDIP, di Grand Inna Beach Hotel, Bali, 23 Februari 2018.(ari)

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih