Beranda blog Halaman 54

Upaya Penyelundupan Handphone ke Lapas Banyuwangi Berhasil Digagalkan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –  Sigapnya petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan handphone ke salah satu narapidana, Sabtu (18/1/2025).

Handphone itu akan diselundupkan oleh B kepada AL, seorang narapidana dengan perkara penyalahgunaan narkotika melalui layanan penitipan barang dan makanan. AL sendiri merupakan saudara kandung dari B.

Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono menyebut, handphone ditemukan saat petugas pada pos pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dibawa oleh B.

“Awalnya tidak ada hal yang mencurigakan, namun ketika petugas membelah roti yang dibawa oleh B terdapat barang yang mengganjal, petugas kemudian merobek roti tersebut dan terdapat handphone di dalamnya,” jelasnya.

Agus menjelaskan, atas temuan tersebut petugas mengamankan B dan memanggil napi AL untuk diinterogasi dan dimintai keterangan.

“Keduanya tak bisa mengelak dan mengakui bahwa B akan menyelundupkan handphone tersebut kepada AL yang tidak lain adalah saudaranya,” ungkapnya

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, tindakan yang dilakukan petugas pada pos wasrik itu sudah sesuai dengan SOP, yakni memeriksa setiap barang maupun makanan yang akan masuk kedalam Lapas. Hal itu guna meminimalisir masuknya barang terlarang kedalam Lapas yang dapat menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

“Dalam beberapa kesempatan sering kami himbau agar petugas selalu waspada dan teliti terhadap barang yang akan masuk kedalam Lapas, para warga binaan pun selalu kami wanti-wanti untuk tidak mencoba memasukkan barang terlarang,” imbuhnya.

Tindakan itu, lanjut Agus, juga sebagai langkah untuk mewujudkan Lapas Banyuwangi yang bebas dari peredaran handphone, pungli dan narkoba (halinar).

“Kami akan menindak tegas bagi siapapun yang terbukti melanggar setiap aturan yang ada,” tegasnya.

Kini, AL diberi sanksi dengan ditempatkan pada staft sel dan akan dicabut hak-hak nya selama beberapa waktu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Untuk B selaku pengirim barang akan kami berikan sanksi larangan untuk melakukan kunjungan ke Lapas, baik untuk sekedar menitipkan barang dan makanan maupun melakukan kunjungan tatap muka,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Kapolresta Banyuwangi pimpin Sertijab Wakapolresta, Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Polresta Banyuwangi menggelar upacara serah terima jabatan sejumlah pejabat pada Sabtu (18/01/2025) pagi, bertempat di Gedung Rupatama Wira Pratama Polresta Banyuwangi.

Acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 08.15 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dan dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU), Kapolsek Jajaran, serta anggota Polresta Banyuwangi.

Prosesi berlangsung dengan khidmat dimulai dari penghormatan pasukan hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan di antaranya adalah:

AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K., M.H yang naik pangkat dan jabatan  yang menjadi menjadi Ka SPN Polda Bali dengan pangkat terbaru (Kombes Pol) digantikan oleh . AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K sebagai Wakapolresta Banyuwangi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Badung, Polda Bali.

Kabag SDM Kompol Indah Citra Fitriani,S.I.K., M.Si yang kini menjabat Wakapolres Situbondo, digantikan oleh Kompol Akhmad Ali Masduki,S.H., M.H yang sebelumnya menjabat sebagai kapolsek muncar.

Kompol Elang Prasetyo,S.I.Kom., M.H sebagai Kasatlantas Polresta Banyuwangi, menggantikan Kompol Agung Fitransyah, S.I.K., yang kini bertugas di Polresta Malang Kota.

Kasat Polairud AKP Nyoman Ardita,S.H yang menjadi Kasat Polairud Lamongan  digantikan oleh Kompol Muchamad Wahyudi,A.Md., M.H  yang sebelumnya menjabat sebagai kasiintelair Subditgakkum Ditpolairud Polda Jatim.

Selain itu, mutasi di tingkat Kapolsek juga terjadi, seperti AKP Mujiono, S.Sos., yang kini menjabat Kapolsek Muncar, menggantikan Kompol Akhmad Ali Masduki, S.H., M.H., yang ditugaskan sebagai Kabag SDM Polresta Banyuwangi.

AKP Mujiono, S.Sos., yang kini menjabat Kapolsek Muncar, menggantikan Kompol Akhmad Ali Masduki, S.H., M.H., yang ditugaskan sebagai Kabag SDM Polresta Banyuwangi.

FB_IMG_1773966750014

Kapolsek Siliragung Akp Mujiono, S.Sos  digantikan olek  AKP Yaman Adinata, S.H  yang sebelumnya menjabat kapolsek Kalibaru.

Kapolsek Kalibaru  Akp Yaman Adinata, S.H digantikan oleh  AKP Achmad Junaedy, S.H  yang sebelumnya menjabat kapolsek licin.

Kapolsek Licin Akp Achmad Junaedy, S.H digantikan oleh AKP Taufan Akbar,S.H   yang sebelumnya menjabat Wakasatlantas Polresta Banyuwangi.

Kapolsek Purwoharjo Akp Edy Wahono, S.H digantikan olek  AKP Heru Slamet Hariyanto, S.H  yang sebelumnya menjabat kanit Gakkum Polresta Banyuwangi

Kapolsek Cluring  Akp ABD Rohman, S.H digantikan olek  Iptu Putu Ardana yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 2 Satresnarkoba Polresta Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdiannya dan berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dengan tugas serta tanggung jawab yang baru.

“Kami ucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Kepada pejabat yang baru, saya percaya Anda mampu membawa inovasi dan kontribusi positif untuk Polresta Banyuwangi,” ungkap Kapolresta.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama, pemberian ucapan selamat oleh para pejabat, dan sesi foto bersama. Suasana hangat terlihat saat momen ramah tamah berlangsung, menunjukkan kekompakan jajaran Polresta Banyuwangi.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan kondusif. Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan semangat Polri Presisi.(mam)

images (15)

Diduga Pengedar Okerbaya Tiga Orang Pria Ditangkap Satreskoba Polresta Banyuwangi 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi  –  Gerak cepat satuan reserse narkoba Polresta Banyuwangi menangkap tiga orang pria diduga pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) di Kabupaten Banyuwangi. Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra mengatakan, dari tiga tersangka pengedar barang haram tersebut, dua diantaranya merupakan komplotan. Mereka berasal dari wilayah berbeda.

Identitas masing-masing tersangka yakni, MS (27), warga Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Kemudian APP (28), asal Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, dan RFR (34), berdomisili di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalipuro.

“Operasi pengungkapan ini dilakukan pada 8 Januari dengan menangkap tiga orang, dua diantaranya merupakan komplotan. Ketiganya saat ini telah diamankan beserta barang bukti,” kata Rama, Jumat (10/1/2025).

Menurut Rama, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah Satreskoba Polresta Banyuwangi memperoleh informasi dari masyarakat terkait maraknya peredaran pil Trihexyphenidyl dan Dextromethorphan di kalangan remaja dan pelajar.

“Dari laporan itu, penyelidikan mengarah pada saksi yang membawa dua plastik klip berisi Trihexyphenidyl. Dari pengakuannya, obat tersebut dibeli dari dua tersangka MS dan APP,” ungkap Rama.

FB_IMG_1773966750014

Pihak kepolisian kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya menangkap MS dan APP pada Rabu (8/1/2025). Barang bukti yang diamankan dari tangan keduanya yakni, 316 butir pil trex dan 64 butir pil Dektromethorphan.

“Lokasi pengungkapan berada di pinggir jalan Dusun Sumberbaru, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru,” ujar Rama.

Di tanggal yang sama, Satreskoba melakukan pengembangan dan meringkus pengedar lainnya yakni RFR. Ia ditangkap di sebuah rumah di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari RFR, antara lain 316 butir pil trex, 68 butir pil dextro, uang tunai Rp 2,1 juta, satu unit sepeda motor, ponsel, dan sejumlah plastik klip.

Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi, Kompol M. Khoirul menambahkan, tiga tersangka pengedar okerbaya ini dijerat dengan Pasal 435 Jo Pasal 138 UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Jo Pasal 55 dan 56 KUHP.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. Operasi ini menjadi bentuk nyata komitmen Polresta Banyuwangi dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang,” tegasnya. (mam)

images (15)

Tak Mampu Tampung Debit Air Sungai di Gunungsari Bondowoso Terjang Belasan Rumah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO, – Tak mampu menampung debit air sungai di dusun Peh Desa Gunungsari Maesan Bondowoso mengakibatkan banjir yang menerjang 12 rumah warga dan 2 rumah lainya hanyut ,Kamis 9/01/2025 sore

Peristiwa banjir bandang tersebut disebabkan curah hujan yang sangat tinggi sejak siang terjadi harinya di lereng Argopuro diatas pemukiman warga setempat.

“Memang benar ada peristiwa banjir bandang di Maesan. Data sementara  12 rumah yang terdampak. Kami masih di lokasi melakukan pengumpulan data,” ungkap Tugas Rizki, Petugas BPBD Bondowoso.

FB_IMG_1773966750014

Banjir yang bercampur lumpur, material kayu dan  sampah  ini meluap ke pemukiman Warga dan seekor sapi terjebak di aliran air. Dengan sigap warga dan petugas gabungan langsung mengevakuasi sapi tersebut.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga berita ini ditanyangkan BPBD Bondowoso masih terus melakukan evakuasi.

images (15)

Tabrakan Beruntun di Jalan Raya Situbondo Banyuwangi, Pengemudi Angkot Tewas

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

 

Banyuwangi  –  Nahas menimpa Sebuah mobil angkot mengalami kecelakaan di jalan raya Situbondo – Banyuwangi, tepatnya di Dusun selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Minggu (5/1/2025).

Dalam peristiwa tersebut pengemudi angkot tewas di tempat kejadian. Sementara para penumpang mengalami luka-luka dan kini di rawat di rumah sakit.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, AKP Heru Slamet mengatakan kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Kecelakaan ini melibatkan satu angkot, satu mobil tangki dan satu unit motor.

Saat itu, angkot jenis Suzuki Carry Nopol  P-1103-XXX dikemudikan pria berinisial DAP, 42 tahun warga dusun Selogiri melaju dari arah selatan menuju utara. Angkot ini membawa rombongan 8 warga asal Kecamatan Mumbulsari, Jember.

Dibelakang angkot ini melaju sepeda motor Honda Beat Nopol P-4039-XXX yang dikendarai Y, 52 tahun berboncengan dengan S, 52 tahun. Keduanya warga dusun Selogiri.

Saat dilokasi kejadian dari arah berlawanan melaju Truk Tangki Hino  Nopol N-9230-XXX yang dikemudikan oleh EH 35 Th, warga Purwodadi Pasuruan.

FB_IMG_1773966750014

 

“Sesampainya di TKP truck tangki Hino diduga agak kekanan, sehingga menabrak mobil angkot. Sepeda motor yang berada di belakang angkot tidak bisa menghindar dan menabrak bagian belakang angkot dan tercebur ke selokan,” kata Heru.

Akibat tabrakan itu mobil angkot ringsek. Pengemudi angkot pun meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara para penumpang angkot dan pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan kini dirawat di RSUD Blambangan.

Heru merinci 8 penumpang angkot itu diantaranya, MH, 40 tahun ; RRJ, 16 tahun ; DH, 26 tahun ; RJ, 25 tahun ; H, 50 tahun ; S, 43 tahun ; AKM, 3 tahun ; N, 44 tahun.

“Penumpangnya mengalami luka-luka di rawat di RSUD Blambangan,” terang Heru.

Petugas unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi hingga saat ini masih masih melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi untuk tahap penyelidikan lebih lanjut.(mam)

images (15)

Polresta Banyuwangi Gelorakan Program “Mayur Kamtibmas” di Jumat Berkah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Sat Binmas Polresta Banyuwangi bersama Polsek KP3 Tanjung Wangi melaksanakan program “Mayur Kamtibmas” pada Jumat (3/1/2025) di Perum Kalipuro, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Acara ini dipimpin oleh Iptu Nurmansyah, S.H., M.H. (Wakasat Binmas) dengan didampingi oleh AKP Karnoto, S.H. (Kanit Bhabinkamtibmas) dan beberapa anggota lainnya, serta dihadiri oleh 50 warga setempat.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H mengatakan bahwa program “Mayur Kamtibmas” merupakan kegiatan rutin setiap minggunya dihari jumat.

Disamping memberikan sayur gratis kepada warga di kesempatan ini, petugas memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat terkait pentingnya mengawasi pergaulan anak-anak untuk mencegah kenakalan remaja, serta mengingatkan bahaya judi online yang marak terjadi.”Ujarnya

FB_IMG_1773966750014

“Program ini tidak hanya memberikan manfaat berupa pembagian sayur mayur, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga Kamtibmas,” tegas Kombes Pol Rama Samtama Putra.

Salah satu warga yang menerima Sayur gratis yang kepada awak media mengucapkan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Polresta Banyuwangi yang telah datang dan hadir di desa kami.

Kami sangat senang dengan sayur yang telah kami terima dan kami telah diberikan penyuluhan oleh polresta Banyuwangi. Kedepannya semoga kegiatan ini dapat di contoh yang lainnya. ” Jelasnya

Polresta Banyuwangi terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tanggap, Unggul dan Humanis,(mam)

images (15)

Meski  Hujan Masyarakat Bondowoso Antusias Saksikan Festival Tari Singo Ulung dan Pawai Singo Malam Tahun Baru

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Masyarakat Bondowoso yang luar biasa semangatnya, menyaksikan sebuah perayaan budaya yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menggambarkan identitas dan kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan tradisi kita.

Hal itu disampaikan PJ Bupati Bondowoso ,M .Hadi Wawan Guntoro saat Festival Tari Singo Ulung dan Pawai Singo di Alun-alun RBA Kironggo Bondowoso ,Jawa Timur ,Selasa 31/12/2024 malam.

Menurutnya Festival ini merupakan wujud kecintaan terhadap budaya dan kesenian daerah, yang menjadi ciri khas Kabupaten Bondowoso.

“Tari Singo Ulung, yang merupakan simbol kekuatan dan keberanian, tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keberagaman, persatuan, dan kebersamaan,”jelas Hadi.

Melalui pawai singo kata Hadi ,dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Bondowoso adalah daerah yang kaya akan budaya dan tradisi, yang terus berkembang dan siap menyongsong masa depan dengan semangat yang tak pernah padam.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini.Baik itu panitia pelaksana, para seniman dan budayawan, serta seluruh masyarakat yang turut serta memeriahkan kegiatan ini,”ungkap Hadi.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para sponsor yang telah mendukung , sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan meriah.

FB_IMG_1773966750014

“Melalui acara ini, kita tidak hanya sekadar merayakan pergantian tahun, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarwarga masyarakat Bondowoso, serta meneguhkan tekad kita untuk melangkah maju bersama, menjaga dan melestarikan budaya kita, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek,”paparnya.

Dikatakan bahwa ,malam tahun baru adalah momentum yang penuh harapan dan refleksi, untuk merenungkan perjalanan yang telah dilalui sepanjang tahun 2024.

Untuk itu kata Hadi ,perlu kiranya mempersiapkan langkah-langkah besar untuk mencapai cita-cita di tahun yang akan datang.

“Semoga dengan semangat yang ditunjukkan dalam acara ini, kita semua dapat menyongsong tahun baru dengan optimisme, harapan, dan tekad yang lebih kuat untuk membawa Bondowoso menuju perubahan yang lebih baik,”harap Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur ini.

Hadi juga mengajak semua masyarakat Bondowoso , untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan, selama acara berlangsung.

“Mari kita rayakan malam tahun baru ini dengan penuh sukacita, tetapi tetap dengan penuh tanggung jawab dan menjaga keharmonisan di tengah-tengah masyarakat,”pungkasnya.

images (15)

Bentuk Tanggungjawab Sosial CSR Bank Jatim Serahkan 3 Motor Ambulan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Sebagai tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang Bank Jatim Cabang Bondowoso menyerahkan tiga unit motor ambulan untuk tiga puskesmas di Bondowoso.

Corporate Social Responsibility (CSR) setiap tahunnya dianggarkan, tahun ini diwujudkan sesuai permintaan pemkab Bondowoso dalam bentuk tiga unit motor yang difungsikan sebagai ambulan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bank Jatim Cabang Bondowoso, Bambang Eko kepada Pj Bupati Muhamad Hadi Wawan Guntoro di Pendopa Bupati, Selasa (31/12/2024).

Menurut Kepala Bank Jatim Cabang Bondowoso Bambang Eko bahwa diberikannya bantuan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial Bank Jatim kepada masyarakat.

Agar bantuannya tepat guna , bantuan yang diberikan sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

“Jadi sudah sesuai dengan permintaan Pemda. Ini bentuk tanggung jawab kita kepada masyarakat. Semoga bisa berguna bagi masyarakat,” jelasnya.

Ditempat yang sama Pj Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian yang Bank Jatim berikan.

FB_IMG_1773966750014

Hadi menegaskan bahwa Bank Jatim sebagai salah satu pilar ekonomi daerah selama ini telah banyak memberikan sumbangsih dalam pembangunan, baik yang bersifat fisik maupun non fisik seperti memberikan pemberdayaan usaha dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Pj Bupati menyampaikan bahwa sangat memahami bahwa Bank Jatim yang memang berorientasi kepada aspek bisnis, namun selama masih ingat dan mampu memenuhi tanggung jawab sosialnya, pemerintah akan terus bersinergi dan memberikan dukungan agar simbiosis mutualisme terus berjalan.

“Kita memahami bank jatim orientasi bisnis, tapi kita bangun simbiosis mutualisme di situ. Hari ini CSR bagian yang harus dibangun. Mensupport agar CSRnya lebih besar. Terus bersinergi,” tukas Hadi.

Untuk diketahui ,Tiga unit motor yang diberikan Bank Jatim untuk Pemkab Bondowoso akan digunakan oleh Puskesmas Sempol, Botolinggo dan Kota Kulon. Ketiga Puskesmas tersebut dinyatakan sebagai Puskesmas yang sangat membutuhkan kendaraan operasional roda dua.

Adapun Dua Puskesmas yakni Sempol dan Botolinggo yang secara geografis berada di pedesaan yang beberapa akses ke pemukiman warga tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat, sementara Puskesmas Kota kulon terdapat banyak gang kecil yang tidak bisa dilintasi oleh roda empat.

Ketiga motor ambulan tersebut digunakan untuk keadaan darurat seperti memberikan tindakan pertama pada pelayanan kesehatan serta mengirim obat-obatan kepada masyarakat.

images (15)

73 Anggota Polresta Banyuwangi Terima Kenaikan Pangkat, 5 Orang Purnabakti Agenda Penghujung Tahun 2024

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Di akhir tahun ini Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra pimpin upacara Korps Raport kenaikan pangkat 73 anggotanya, Selasa (31/12/2024).

Rama menyampaikan, kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi ini diberikan kepada anggota Polri yang berprestasi dan memiliki kinerja baik dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat merupakan cermin kompetensi yang harus diemban agar dapat lebih meningkatkan profesionalisme kerja dan tanggung jawab yang disandang,” ujar Rama.

Kapolresta Banyuwangi mengucapkan selamat kepada anggota penerima kenaikan pangkat. Rama juga berterimakasih kepada para istri yang telah mendukung suami dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Rama berharap agar hubungan harmonis dalam rumah tangga tetap ditingkatkan sehingga akan terwujud keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah.

“Saya berpesan jaga terus kekompakan dan soliditas serta kesehatan. Tugas-tugas ke depan dalam Operasi Lilin Semeru 2024 perlu kesiapan fisik dan mental,” ucapnya.

Adapun anggota yang naik pangkat setingkat lebih tinggi terdiri dari 1 perwira menengah (Pamen) dari AKP ke Kompol, perwira pertama (Pama) dari Iptu ke AKP sebanyak 12 orang, dan Ipda ke Iptu 6 personel.

FB_IMG_1773966750014

Berikutnya, anggota bintara dari pangkat Aipda ke Aiptu sebanyak 15 personel, Bripka ke Aipda sebanyak 17 personel, Brigpol ke Bripka sebanyak 5 personel, Briptu ke Brigpol sebanyak 15 personel, dan Bripda ke Briptu sebanyak 3 personel.

Polresta Banyuwangi juga mewisuda 5 personel yang telah memasuki masa pensiun. Upacara pelepasan berlangsung khidmat dengan tradisi pedang pora.

Anggota yang purna tugas diantaranya,
Pama Binmas AKP (purn) Mustamar, Kanit Samapta Polsek Muncar, AKP (purn) Tarminto, Kanit Propam Polsek Songgon Ipda (purn) Mulyani, anggota Satlantas Aiptu (purn) Eko, dan Aiptu (purn) Sugito Polsek Bangorejo.

“Atas nama pimpinan dan pribadi, saya sampaikan rasa hormat kepada segenap anggota yang telah memasuki masa purna atas dedikasi dan kinerja serta darma bhaktinya kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa dan Negara,” kata Rama.

Mewakili anggota yang purna tugas, AKP Mustamar mengaku terharu dan berterima kasih kepada Kapolresta Banyuwangi dan para Pejabat Utama atas bimbingan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Saya berharap agar seluruh anggota Polresta Banyuwangi dapat lebih kompak dan lebih semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar Polri semakin dicintai masyarakat,” ucap Mantan Perwira Binmas Polresta Banyuwangi ini. (mam)

images (15)

DPP LDII Ingatkan Kemerosotan Moral Ancam Nilai-nilai Kebangsaan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –  Manusia terus membangun peradaban, namun kerap lupa membangun dan mempertahankan moralitas. Inilah persoalan umat manusia hari ini, akibatnya dari abad ke abad teknologi makin canggih namun selalu diikuti kemerosotan moral.

Pemikiran tersebut ditegaskan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, dalam refleksi akhir tahun menyambut tahun baru 2025, Menurutnya, teknologi selalu memiliki dua sisi, baik dan buruk.

“Baik karena bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, namun selalu ada efek negatif karena selalu ada persoalan bagaimana manusia bisa mempertahankan nilai-nilai moral,” kata dia, Selasa (31/12/2024).

Ia menyontohkan, saat penemuan mesin uap pada abad 18 melahirkan revolusi industri. Mesin uap tak hanya mempercepat proses produksi, namun juga diikuti ketamakan para pengusaha sehingga menindas kaum buruh.

Menurutnya setali tiga uang dengan ditemukannya pertukaran data melalui internet, yang melahirkan ponsel cerdas. Dengan ponsel itu, pertukaran informasi makin privat dan kian mudah namun diiringi penyebaran pornografi hingga radikalisme agama.

Perkembangan teknologi menjadi tantangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaannya, “Nilai kebangsaan adalah nilai-nilai yang melekat pada diri setiap warga negara Indonesia dan menjadi ciri khas kepribadian bangsa. Nilai-nilai kebangsaan kita bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar alumni Teknik Perkapalan ITS dan Newcastle University itu.

Ia pun mengingatkan, budaya Barat yang menjunjung tinggi hak-hak individu tidak selalu selaras dengan nilai-nilai moral bangsa Indonesia, “Bila budaya Barat mengagungkan kebebasan individu dan hak asasi manusia sebagai pondasi, sementara kita di Timur selalu meletakkan kewajiban dan hak sebagai harmoni. Keseimbangan hak dan kewajiban menjadikan bangsa Indonesia memiliki empati tinggi sekaligus jiwa gotong-royong,” tutur KH Chriswanto.

FB_IMG_1773966750014

KH Chriswanto pun mengingatkan, tak semua dari budaya global itu merupakan modernisasi, lalu generasi muda menganggapnya sebagai contoh atau teladan. Justru, malah menjebak generasi muda pada sikap hedonisme dan konsumerisme, “Kami mengajak generasi muda menjadikan 2024 sebagai evaluasi diri, untuk melakukan berbagai target yang lebih baik dan progresif pada 2025,” tegasnya.

Sependapat dengan KH Chriswanto Santoso, Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto menukil sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak datang satu zaman kecuali zaman sesudahnya lebih buruk daripada Zaman sebelumnya.”

“Tahun yang akan datang akan lebih jelek daripada tahun sebelumnya, dipandang dari sisi agama,” tuturnya. Meskipun perkembangan teknologi yang semakin canggih ini menawarkan segudang manfaat dan kemudahan untuk kita dalam berkomunikasi, mencari informasi, hingga bertransaksi. Tetapi di sisi lain juga menjadi pintu kemaksiatan dan transaksi haram seperti judi online, miras, pornografi, prostitusi, LGBT, narkoba, dll.

Ia pun mengingatkan gawai menjadi pintu godaan untuk berbuat maksiat. Diawali ingin eksis di dunia maya, tergoda chatting dengan lawan jenis, berakhir dengan perzinahan. Dimulai dari mencari-cari informasi, tergoda cerita dan tayangan porno. Adapula berawal dari gim daring yang kemudian terbujuk judi online (judol) terjerat pinjaman online (pinjol). Akibatnya, manusia terjerat perbuatan riba.

Dari berbagai ilustrasi itu, kita bisa memahami mengapa Rasulullah mengatakan tahun-tahun mendatang selalu menjadi lebih buruk. Sekarang telah terjadi dekadensi moral yang drastis, moral dan akhlak semakin rusak. Dulu dianggap tabu, saat ini dianggap lazim.

“Anak-anak sangat taat, takzim dan berbakti kepada orang tuanya. Sekarang, banyak anak tidak takzim atau tidak berbakti kepada orang tuanya, berani menentang orang tuanya. “Bahkan ada yang sampai membunuh orangtuanya. Seorang murid bahkan berani memukul gurunya, sebaliknya s

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih