Beranda blog Halaman 53

Lapas Banyuwangi Berikan Pendampingan Awal Bagi Tahanan di Mapenaling

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi memberikan pendampingan pembinaan awal bagi tahanan yang baru masuk dan masih ditempatkan di kamar masa pengenalan lingkungan (mapenaling), Kamis (30/1/2025).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan berbasis pondok pesantren yang bertujuan untuk membentuk karakter kepribadian positif bagi seluruh warga binaan.

Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi menyebut pendampingan pembinaan awal meliputi pembinaan kepribadian melalui tausiah keagamaan serta pengenalan program-program pembinaan yang dijalankan di Lapas Banyuwangi.

“Tausiah keagamaan diberikan sebagai fondasi moral dan spiritual, sementara pengenalan program bertujuan agar warga binaan memahami proses pembinaan yang akan mereka jalani selama berada di Lapas,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan karakter bagi warga binaan merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai langkah untuk membentuk nilai-nilai positif yang dapat menjadi tonggak perubahan perilaku warga binaan.

FB_IMG_1773966750014

“Pembinaan awal ini adalah langkah pertama untuk membentuk kepribadian yang baik dan membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif yang dapat menjadi pegangan hidup mereka,” ungkapnya.

Untuk itu, Mukaffi berharap agar ilmu dan pengetahuan yang didapatkan selama proses pembinaan berbasis pondok pesantren tidak hanya tersebar dikalangan kamar santri, melainkan juga dapat disebarluaskan ke seluruh kamar hunian.

“Kami berharap setiap warga binaan yang telah mendapatkan pembinaan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada rekan-rekan di kamar lainnya,” tambahnya.

Perlu diketahui bahwa program pembinaan berbasis pondok pesantren merupakan inovasi Lapas Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung transformasi diri warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan dan pendidikan, diharapkan warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal ilmu dan karakter yang lebih baik.

“Lapas Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan guna mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi warga binaan ke masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan Lapas yang lebih kondusif dan mendukung proses perubahan positif bagi setiap individu,” pungkasnya.(mam)

images (15)

Lapas Banyuwangi Salurkan Hasil Panen Sayur untuk Keluarga Warga Binaan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan hasil panen sayuran kepada keluarga warga binaan, Kamis (30/1/2025).

Jenis sayur yang dibagikan yaitu sawi dan kangkung. Pembagian sayur dilakukan usai pelaksanaan layanan kunjungan tatap muka.

Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi menyebut kegiatan itu merupakan wujud nyata kepedulian Lapas Banyuwangi terhadap masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

“Penyaluran hasil panen sayur kepada keluarga warga binaan juga kami lakukan untuk memotivasi warga binaan agar fokus memperbaiki diri dan mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik,” ujarnya.

Hasil panen sayuran berupa sawi dan kangkung itu berasal dari kegiatan pembinaan pertanian yang dilakukan pada lahan terbatas di area Lapas.

FB_IMG_1773966750014

“Meskipun lahan yang digunakan terbatas, namun kami optimalkan agar mampu menghasilkan sayur yang maksimal,” terangnya.

Mukaffi menjelaskan, kegiatan itu juga merupakan bagian dari program pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika telah selesai menjalani pidana.

“Selain menghasilkan sayuran segar, kegiatan ini juga melatih warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Selain disalurkan kepada keluarga warga binaan, lanjut Mukaffi, sebagian sayuran juga disetorkan kepada penyedia bahan makanan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan makanan warga binaan.

“Sayuran juga akan diolah untuk memenuhi tingkat kebutuhan gizi bagi warga binaan,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Tingkatkan Kewaspadaan pada Libur Panjang, Lapas Banyuwangi Sidak Kamar Warga Binan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Momen libur panjang dalam rangka peringatan Isra Mi,raj dan Tahun Baru Imlek menjadi perhatian khusus bagi jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Sejumlah petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada beberapa kamar hunian, Sabtu (25/1/2025) malam. Kegiatan itu juga dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi.

Sidak itu dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap segala potensi yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kamtib, sekaligus memastikan bahwa tidak ada barang terlarang pada kamar hunian.

Mukaffi menyebut, dalam sidak yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu tidak ditemukan adanya handphone maupun narkoba.

“Tidak ada handphone maupun narkoba, barang yang diamankan petugas hanya barang- barang yang disinyalir dapat disalahgunakan maupun dimodifikasi menjadi alat yang membahayakan,” ungkapnya.

Menurutnya, sidak sengaja dilakukan pada malam hari karena merupakan waktu rawan, sehingga selain memastikan tidak ada barang terlarang di kamar hunian, petugas juga melakukan kontrol terhadap seluruh area Lapas.

FB_IMG_1773966750014

“Momen libur panjang ini tentu sangat kami waspadai, seluruh area Lapas kami pastikan aman dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Selain menggeledah kamar hunian, sidak juga dirangkai dengan melakukan tes urine kepada 20 orang warga binaan yang dipilih secara acak untuk memastikan tidak ada warga binaan yang mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Hasilnya negatif semua, baik dari narkoba maupun obat-obatan terlarang,” terangnya.

Mukaffi menambahkan bahwa penggeledahan kamar hunian dan tes urine yang digelar secara rutin merupakan bentuk komitmen untuk mencegah adanya peredaran handphone, pungli dan narkoba (halinar) di Lapas Banyuwangi.

“Komitmen itu juga dalam rangka mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” imbuhnya.

“Tentu harapan kami Lapas Banyuwangi selalu berada dalam keadaan yang aman dan kondusif,” tutupnya. (mam)

images (15)

Lapas Banyuwangi Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kurang Mampu di Kecamatan Licin

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos), Sabtu (25/1/2025). Kali ini bansos diberikan kepada warga kurang mampu yang terdapat di Kecamatan Licin Banyuwangi.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga dalam rangka menjalankan amanah Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Distribusi bansos dipusatkan di halaman Polsek Licin yang merupakan buah sinergi yang baik antara Lapas Banyuwangi dan Polsek Licin. Beberapa warga yang mendatangi Polsek Licin juga turut dibantu oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

“Alhamdulillah berkat sinergi dan dukungan dari Polsek Licin maupun pemerintah desa, bansos dapat tersampaikan dengan lancar kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi setelah proses pembagian bansos.

Mukaffi menyebut, bansos yang dibagikan berupa paket sembako yang berisi diantaranya beras, minyak goreng, gula, kecap dan mie instan.

FB_IMG_1773966750014

“Bansos kami kumpulkan dari sumbangsih pegawai Lapas Banyuwangi dan CSR dari CV. Familia Graha,” terangnya.

Menurutnya, pemberian bansos tersebut bukanlah kegiatan sekali jalan, namun akan digelar secara berkelanjutan pada daerah lain, baik itu terhadap keluarga warga binaan maupun terhadap masyarakat sekitar Lapas Banyuwangi.

“Ini akan digelar berkelanjutan, sesuai dengan komitmen kami untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk itu, Mukaffi berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban hidup masyarakat yang kurang mampu dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang,” pungkasnya.(mam).

images (15)

Harlah Ke-102 NU, Jawab Revolusi Industri

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Probolinggo – Peringatan Harlah ke-102 NU adalah momentum membangkitkan semangat Nahdlatut Tujjar dan Taswirul Afkar yang dibuktikan dengan Expo Pendidikan dan UMKM.

Selain itu gelaran expo pendidikan dan UMKM merupakan bentuk jawaba revolusi industri yang saat ini sedang berkembang pesat di dunia.

“Bussines coaching merupakan bentuk batu loncatan kita untuk menjawab tantangan revolusi industri yang sekarang sedang berkembang pesat,” ungkap
Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH Abdul Hamid Wahid ,Jum’at (24/01/ 2025).

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya,bahwa rangkaian kegiatan Harlah NU ke 102 juga diselengarakan expo pendidikan dan UMKM di area Universitas Nurul Jadid,Paeton Probolinggo.

Pada peringatan Harlah ke-102 NU sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim menurut Pria yang juga menjabat Wakil Ketua PWNU Jatim itu menyebut, pada waktu kegiatan expo pendidikan dan UMKM pihaknya mengajak perguruan tinggi yang terlibat yakni kampus berbasis pesantren, atau kampus NU bahkan lintas agama.

“Kami tidak ada niatan untuk menyaingi Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), tetapi mencoba untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen perguruan tinggi khususnya berbasis pesantren,” paparnya.

 

FB_IMG_1773966750014

 

Pasca kegiatan itu, pihaknya melaksanakan talk show dan seminar untuk menguatkan para pedagang UMKM. Ia mengaku, gerakan NU sebelum berdiri adalah adanya Nahdlatut Tujjar, Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan.

Dikatakan bahwa tiga gerakan Nahdlatut Tujjar relatif tertinggal, sehingga pihaknya mewadahi pelaksanaan expo yang mempertemukan pendidikan dan ekonomi.

Bupati terpilih kabupaten Bondowoso ini juga meyakini bahwa apa yang dilakukan adalah ikhtiar dalam melibatkan kontribusi warga seluruh komponen pemerintah daerah swasta di lingkungan terdekat.

“Semoga ikhtiar kita bisa terwujud sebagaimana yang kita harapkan,” ungkapRektor Universitas Nurul Jadid (Unuja) ini mengakhiri.

Untuk diketahui dalam giat tersebut juga dihadiri Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

images (15)

Kontrol Dapur Pengolahan Bahan Makanan, Kalapas Banyuwangi Pastikan Makanan Telah Sesuai dengan Menu Harian

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Mochamad Mukaffi melanjutkan kontrol terhadap seluruh lingkungan kantor. Kali ini kontrol dilakukan pada dapur tempat pengolahan bahan makanan untuk warga binaan, Jumat (24/1/2025).

Kontrol pada dapur itu dilakukan untuk mengetahui proses pengolahan bahan makanan dan memastikan bahwa makanan yang didistribusikan telah sesuai dengan menu harian yang ditetapkan.

“Terdapat 10 hari siklus menu makanan yang didistribusikan kepada warga binaan, jadi pengulangan menu dilakukan setiap 10 hari,” ujar Mukaffi.

Menurutnya, dapur pengolahan bahan dan makanan di Lapas Banyuwangi telah sesuai dengan standar yang ditetapkan, salah satunya adanya pemisahan area basah dan area kering.

FB_IMG_1773966750014

“Pemisahan itu dilakukan untuk menjamin kebersihan dan kesehatan makanan yang dihasilkan,” terangnya.

Untuk itu, Ia menghimbau kepada petugas pengolah bahan dan makanan dan warga binaan yang dipekerjakan pada dapur untuk terus menjaga kualitas makanan yang setiap harinya dibagikan kepada warga binaan.

Selain itu, Mukaffi juga berharap agar menu makanan disesuaikan dengan pemenuhan gizi bagi warga binaan, sehingga hak kesehatan warga binaan dapat terpenuhi dengan baik.

“Salah satu hak warga binaan yaitu mendapatkan kesehatan yang layak, dan salah satunya dari pemenuhan makanan yang bergizi,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Kalapas Banyuwangi Sapa Warga Binaan Demi Kedekatan 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Mochamad Mukaffi yang baru menjabat mulai menyapa warga binaan dengan mengunjungi blok hunian, Kamis (23/1).

Mukaffi mengunjungi blok hunian dengan didampingi beberapa pejabat struktural. Langkah itu diambil untuk membangun pendekatan persuasif  dengan warga binaan, khususnya dalam hal keamanan dan ketertiban di Lapas.

Selain menyapa warga binaan sebagai perkenalan awal sebagai Kalapas baru, Mukaffi juga menyempatkan diri duduk bersama dan berdialog bersama warga binaan.

Dalam kesempatan itu, Mukaffi ingin memastikan bahwa hak-hak warga binaan telah tersampaikan dengan baik, mulai dari layanan makanan, kesehatan, hingga hak yang berkaitan dengan integrasi.

“Kami sampaikan kepada warga binaan bahwa seluruh hak mereka bisa didapatkan dengan gratis, bahkan dalam pengurusan berbagai hak integrasi,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Mukaffi menghimbau agar warga binaan mematuhi segala aturan yang ada dan mengikuti kegiatan pembinaan dengan sebaik-baiknya.

“Patuhi aturan yang ada serta ikuti berbagai pembinaan sebagai bekal yang dapat dimanfaatkan ketika bebas nanti,” pesannya.

Pria asli Madura itu pun berharap warga binaan saling menjaga keamanan dan ketertiban Lapas. Sekecil apapun informasi yang berkaitan dengan potensi gangguan keamanan agar dapat disampaikan kepada petugas.

“Sampaikan kepada kami apabila ada hal-hal yang berpotensi menjadikan Lapas ini tidak aman agar dapat segera ditindaklanjuti dengan tepat,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Sepakati Komitmen Bersama, Kalapas Banyuwangi Tegaskan Kerja Cepat dan Tepat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Seluruh pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi melaksanakan deklarasi janji kinerja, pakta integritas dan penandatanganan komitmen bersama pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (23/1/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Lapas Banyuwangi itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi Mochamad Mukaffi dan diikuti oleh seluruh pegawai.

Deklarasi janji kinerja, pakta integritas dan komitmen bersama itu disepakati sebagai penegas komitmen seluruh jajaran Lapas Banyuwangi untuk terus memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan dan menciptakan birokrasi yang bersih, serta menghindari segala bentuk penyimpangan.

Dalam kesempatan itu, Mukaffi menegaskan agar seluruh pegawai untuk bekerja dengan cepat dan tepat, sehingga setiap target kinerja yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

“Deklarasi yang telah dilaksanakan bukan hanya seremonial belaka, namun harus dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” tegasnya.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, komitmen bersama yang diucapkan merupakan salah satu bentuk integritas yang harus dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, serta berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP).

“Harus ada hasil nyata terhadap apa yang telah disepakati bersama, dan tentunya dalam prosesnya harus dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku,” ungkapnya.

“Jika SOP sudah dilaksanakan dengan baik, maka tidak akan ada resiko dalam pekerjaan,” imbuhnya.

Mukaffi menambahkan, dalam melaksanakan tugas dan memberikan layanan kepada masyarakat maupun warga binaan harus terus ditingkatkan dan dilakukan perbaikan dari sebelumnya.

“Saya berharap dengan kerjasama dan sinergi yang baik, Lapas Banyuwangi bisa mempertahankan bahkan meningkatkan berbagai prestasi yang telah dicapai,” pungkasnya.(mam)

images (15)

Kalapas Banyuwangi Resmi Berganti ke Mochamad Mukaffi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –  Pergantian pucuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi telah di resmikan Kalapas sebelumnya Agus Wahono kini digantikan Mochamad Mukaffi.

Agus Wahono mendapat job baru sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung. Sedangkan Mochamad Mukaffi sebelumnya menjabat Kalapas Pemuda Kelas IIA Madiun.

Serah terima jabatan (sertijab) disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kadiyono di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Rabu (22/1/2025).

Kadiyono berharap pergantian kepemimpinan ini mampu membawa angin segar bagi pengelolaan di Lapas Banyuwangi. Ia menegaskan pentingnya peran Kalapas dalam menciptakan suasana Pemasyarakatan yang kondusif dan berorientasi pada program pembinaan.

“Kami tentu sangat mengapresiasi langkah-langkah inovatif yang telah dilakukan sebelumnya dan mendorong Kalapas baru untuk melanjutkan program tersebut,” tegasnya.

FB_IMG_1773966750014

Sementara itu Agus Wahono memberikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak dan mampu membawa perubahan yang berdampak di Lapas Banyuwangi, khususnya dalam memberikan layanan kepada masyarakat maupun Warga Binaan.

“Berbagai kegiatan pembinaan yang ada di Lapas Banyuwangi tentunya juga tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang telah dibangun dengan berbagai pihak,” terangnya.

“Tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, pelaksanaan tugas dan fungsi di Lapas Banyuwangi tidak akan berjalan dengan maksimal,” imbuhnya.

Pejabat baru, Mochamad Mukaffi berujar, pihaknya akan mempertahankan dan meningkatkan capaian-capaian yang telah diraih oleh Lapas Banyuwangi selama ini.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, oleh karena itu dukungan dari berbagai pihak memang sangat dibutuhkan. Dengan tekad dan niat, serta sinergi antara pegawai dan stakeholder lainnya, kami yakin Lapas Banyuwangi bisa semakin maju,” Pungkasnya. (mam)

images (15)

KH. Abdul Hamid Wahid Terpilih Jadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

PROBOLINGGO -KH. Abdul Hamid Wahid terpilih menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren.

Nurul Jadid (UNUJA) ini juga menggagas dan sekaligus menjadi tuan rumah dalam pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren. Sabtu (17/01/25).

Gagasan ini merupakan sebuah inisiatif strategis yang memiliki tujuan memperkuat jejaring antar perguruan tinggi pesantren di Jawa Timur.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perguruan tinggi pesantren di Jawa Timur ini bertempat di Aula Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Asosiasi ini dibentuk sebagai wadah resmi untuk mempertemukan perguruan tinggi pesantren dalam rangka menyusun kebijakan bersama, melaksanakan program strategis, dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Pria yang juga merupakan Rektor Universitas Nurul Jadid terpilih sebagai ketua menyatakan, Asosiasi ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan pesantren di Indonesia, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas kita.

“Kolaborasi yang melibatkan beberapa perguruan tinggi ini sangat penting untuk mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan global pada tahun 2045, ” jelas Ra Hamid sapaan akrabnya.

Menurutnya ,sebagai bagian dari kegiatan ini, seminar bertajuk “Inovasi Perguruan Tinggi Pesantren untuk Indonesia Emas 2045: Kolaborasi dan Transformasi Unggul Berbasis Pesantren” juga diselenggarakan. Seminar ini juga menghadirkan Dr. Basnang Said, S.Ag, M.Ag (Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dirjen Pendis Kemenag RI).

FB_IMG_1773966750014

Adapun tujuanya ,menurut pria yang terpilih jadi Bupati Bondowoso ini adalah untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Asosiasi ini juga mencakup partisipasi dari 51 perguruan tinggi pesantren di Indonesia, di antaranya Universitas Nurul Jadid, Universitas Islam KH. Mukhtar Syafaat, Universitas Al-Falah Assuniyah, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Universitas Darul Ulum, Universitas Ibrahimy Situbondo, Universitas Islam Zainul Hasan, Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum, Universitas Hasyim Asy’ari, Universitas Darul Ulum Lamongan, dan Universitas Islam Syarifuddin. Selain itu, perguruan tinggi lain seperti Universitas Annuqayah Guluk Guluk, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, dan Universitas Abdul Chalim Pacet Mojokerto juga turut ambil bagian.

Sebagai langkah awal, asosiasi ini telah menyusun beberapa agenda strategis, termasuk penyelenggaraan konferensi, pelatihan, dan publikasi ilmiah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren. Asosiasi ini juga berkomitmen untuk mendorong digitalisasi pendidikan pesantren, memperkuat penelitian berbasis pesantren, dan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang aplikatif. Tujuan dari pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren adalah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi pesantren, mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang relevan, mendukung digitalisasi pendidikan pesantren untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pendidikan, serta meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi pesantren agar kompetitif di era modern.

Ruang lingkup kegiatan asosiasi ini mencakup pembentukan struktur organisasi dan penyusunan rencana strategis, penyelenggaraan konferensi, pelatihan, dan publikasi ilmiah, serta pelaksanaan program kolaboratif untuk pengembangan pendidikan pesantren. Output yang diharapkan dari asosiasi ini adalah terbentuknya jejaring komunikasi yang kuat antar perguruan tinggi pesantren, penyusunan kebijakan strategis yang mendukung kemajuan pendidikan pesantren, dan publikasi ilmiah yang memperkuat kontribusi perguruan tinggi pesantren dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd., selaku Wakil Rektor III UNUJA menyampaikan, dengan pembentukan asosiasi ini, kita berharap bisa menciptakan kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi pesantren di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan pesantren terus relevan dan mampu bersaing di era modern.

“Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren merupakan upaya nyata dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa yang semakin kompleks. Asosiasi ini tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi pendidikan berbasis pesantren yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045, ” pungkasnya.

 

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih