Beranda blog Halaman 30

Pemkab Bondowoso Siap Dukung Audit Kinerja Penanganan TBC oleh BPK

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyatakan komitmennya dalam mendukung proses audit kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathor Rozi, menyampaikan hal tersebut usai kegiatan entry meeting audit kinerja penanganan TBC di Ruang Paringgitan Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso ,Senin 20/10/2025.

Ia menjelaskan, audit tersebut merupakan bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan efektivitas program penanggulangan TBC di daerah.

“Alhamdulillah, Oktober ini memasuki tahap lanjutan setelah entry meeting pada September kemarin. Ada beberapa pertanyaan dari tim auditor yang sedang dilengkapi oleh teman-teman di lapangan,” ujar Fathor Rozi.

Ia menambahkan, terdapat tiga aspek penting yang menjadi fokus pemeriksaan, yaitu komitmen Pemerintah Daerah dalam penanganan TBC, ketersediaan dan validitas data pendukung, serta pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan dan langkah strategis penanggulangan TBC.

FB_IMG_1773966750014

“Audit ini bukan sekadar menyoroti intensitas penanganan, tetapi juga bagaimana kesadaran bersama tumbuh untuk menjadikan data sebagai sumber utama dalam mengambil keputusan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priatna mengatakan bahwa seluruh perangkat daerah, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan, siap memberikan dukungan penuh terhadap proses audit tersebut.

“Intinya, semua perangkat daerah siap membantu audit BPK terkait kinerja penanganan TBC di Bondowoso. Kami berharap hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program ke depan,” ujarnya.

Melalui proses audit ini, Pemkab Bondowoso berharap dapat memperkuat sistem penanganan TBC yang lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kesehatan masyarakat.

images (15)

Golkar Bondowoso Buka Rumah Aspirasi Tanpa Hari Libur

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, serta memastikan setiap masukan terserap dengan cepat dan tepat sasaran.

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso Ady Kriesna menjelaskan, seiring perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat dunia semakin sempit, masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pendapatnya.

Namun, untuk aspirasi yang membutuhkan pembahasan lebih komprehensif, pihaknya menyediakan ruang tatap muka langsung di kantor Golkar.

“Kantor Golkar dibuka setiap hari tanpa libur untuk menerima aspirasi masyarakat. Kami juga sudah menugaskan anggota fraksi agar setiap minggu ada yang stand by menerima aspirasi secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspirasi masyarakat yang diterima akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan tingkat kewenangannya. Jika berkaitan dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, aspirasi akan disampaikan melalui saluran resmi, baik dalam rapat komisi maupun pandangan umum fraksi di DPRD.

“Kalau kaitannya dengan pemerintah provinsi, kami teruskan ke DPD Partai Golkar Jawa Timur dan anggota fraksi Golkar di DPRD Provinsi. Sementara jika menyangkut kebijakan nasional, akan kami teruskan ke DPP dan anggota DPR RI dari dapil Bondowoso,” jelasnya.

Selain menerima aspirasi secara langsung, masyarakat juga dapat menyampaikan masukan secara daring selama 24 jam melalui kanal komunikasi resmi Golkar Bondowoso. Meski demikian, bagi warga yang ingin berdialog lebih mendalam, partai berlambang pohon beringin itu menyediakan satu hari khusus setiap pekan untuk pertemuan tatap muka dengan anggota fraksi.

FB_IMG_1773966750014

“Masyarakat boleh menyampaikan aspirasi kapan pun secara online. Tapi yang ingin dialog langsung, nanti akan kami umumkan jadwalnya setiap minggu,” imbuhnya.

Pihaknya menilai, keberadaan rumah aspirasi ini penting sebagai pelengkap saluran resmi yang dimiliki pemerintah daerah. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk menyampaikan keluhan atau ide pembangunan daerah.

“Selama ini mungkin sebagian masyarakat belum tahu harus ke mana menyampaikan keluhan. Nah, sekarang bisa langsung ke Golkar Bondowoso. Jangan khawatir, kalau sudah disampaikan ke Golkar, aspirasinya tidak akan jadi bisu,” katanya berkelakar.

Selain membahas mekanisme penyerapan aspirasi, dalam kesempatan itu juga disinggung dukungan Golkar terhadap program strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Kami mendukung penuh program MBG karena itu bagian dari kebijakan strategis nasional. Namun, jika ada hal-hal yang perlu perbaikan, kami akan menyampaikannya ke DPP Golkar agar bisa menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Partai Golkar Bondowoso berencana menggelar forum serap aspirasi secara rutin, baik dua bulan sekali maupun tiga bulan sekali, dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

 

images (15)

Simbolis ,Bupati Bondowoso Serahkan 202 Unit Alsintan untuk Dukung Modernisasi Pertanian

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Hal itu dibuktikan melalui penyerahan 202 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 68 kelompok tani di Bondowoso.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan antusias para petani, di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso.,Senin 20/10/2025.

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa bantuan alsintan tersebut merupakan wujud nyata langkah pemerintah dalam mempercepat modernisasi pertanian.

“Pemerintah berkomitmen agar petani mulai dapat memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mendukung kegiatan usaha tani. Ada tujuh jenis alat dan mesin yang diserahkan, antara lain pompa air, cultivator, sprayer, sepeda motor roda tiga, mesin perajang, genset kecil, dan pulper,” ujar Bupati.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi waktu dan tenaga dalam proses pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya memiliki modal kerja, tetapi juga akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan pendampingan yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian serta memperkuat daya saing produk-produk pertanian Bondowoso,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung perekonomian lokal Bondowoso. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal keberlangsungan program bantuan alsintan agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani secara luas dan berkelanjutan.

“Mari kita kawal bersama program ini. Kita berharap intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian dapat berjalan beriringan dengan program klinik pertanian yang akan ditata lebih baik melalui relokasi anggaran dari pusat,” tutupnya.

Program Didukung APBD dan Berkelanjutan ke Tahun 2025

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, menjelaskan bahwa bantuan alsintan tersebut bersumber dari APBD awal tahun 2025, dan akan berlanjut hingga tahun berikutnya.

FB_IMG_1773966750014

“Bantuan ini murni dari anggaran awal Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Namun selain itu, juga ada dukungan dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN melalui para anggota DPR RI,” terang Mulyadi.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan gudang penyimpanan, serta untuk menghindari risiko kerusakan alat menjelang musim hujan.

“Kami menyerahkan alat yang sudah siap terlebih dahulu agar tidak rusak karena cuaca. Semua bantuan ini murni diberikan tanpa potongan apa pun, dan sudah melalui uji coba penggunaan (running test) sebelum diserahkan,” ujarnya.

Mulyadi menegaskan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta merealisasikan janji Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, dari total bantuan tahun ini, sarana dan prasarana pertanian, termasuk pupuk dan benih, sudah terdistribusi 100 persen. Kami juga mendapat pendampingan langsung dari aparat hukum untuk memastikan pelaksanaan program berjalan transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Dorong Swasembada dan Kesejahteraan Petani

Melalui program bantuan alsintan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat meningkatkan daya saing pertanian lokal, mendorong hilirisasi produk pertanian, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di daerah.

Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menuju pertanian modern yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

 

images (15)

Bupati Bondowoso dan Istri Raih Penghargaan di Ajang Internasional PERMA PENDIS 2025

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, meraih penghargaan bergengsi sebagai Pemimpin Daerah Inovatif pada ajang International Conference & Award PERMA PENDIS 2025, yang digelar pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Acara ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (PERMA PENDIS) dan dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan Islam dari dalam dan luar negeri, termasuk akademisi, pengelola lembaga pendidikan, serta praktisi manajemen pendidikan Islam.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Bupati Abdul Hamid Wahid dalam mendorong inovasi dan penguatan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah dan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Bondowoso.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Bondowoso dalam memajukan pendidikan yang berkarakter dan berdaya saing,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid usai menerima penghargaan tersebut.

International Conference & Award PERMA PENDIS 2025 menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan pendidikan Islam untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring kerja sama internasional. Melalui kegiatan ini, PERMA PENDIS memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh inspiratif yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan manajemen pendidikan Islam di berbagai daerah.

FB_IMG_1773966750014

Penghargaan yang diterima Bupati Bondowoso ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan inovasi daerah yang berkelanjutan.

Sementara Istri Bupati Bondowoso Khodijatul Qodriyah atau yang akrab dipanggil Ning I’a dalam kesempatan yang sama juga menerima penghargaan

Adapun penghargaan yang diterima Ning I’a dinobatkan sebagai tokoh perempuan inspiratif.

DiraihnyaTokoh perempuan inspiratif oleh Ning I’a karena dinilai ia adalah perempuan yang memiliki karakter, sifat, dan prestasi yang menginspirasi orang lain untuk melakukan hal baik dan berharga melalui perbuatan, perkataan, dan karyanya. Memiliki kemandirian, kepercayaan diri, dan keberanian dalam memperjuangkan sesuatu untuk diri sendiri atau masyarakat.

“Semoga ini bisa menginspirasi para perempuan di Indonesia pada umumnya dan di Bondowoso khususnya,”pungkasnya.

images (15)

Pemkab Bondowoso Imbau ASN Kenakan Busana Muslim Sambut Hari Santri Nasional 2025

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.8.1/69/430.4.3/2025 tentang Himbauan Penggunaan Busana Muslim bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di lingkungan kerja pemerintah daerah.

Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso pada 18 Oktober 2025, dan ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, Badan, Kantor, serta Camat se-Kabupaten Bondowoso.

Dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan pemerintah daerah diimbau untuk mengenakan busana muslim dan muslimah selama periode 20–24 Oktober 2025.

Adapun ketentuan pakaian yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pria: mengenakan baju koko atau kemeja muslim, dipadukan dengan sarung atau celana panjang kain serta peci.

FB_IMG_1773966750014

Wanita: mengenakan busana muslimah yang sopan dan berjilbab.

Sekda Bondowoso juga meminta agar setiap perangkat daerah dan kecamatan aktif mengedukasi serta menyosialisasikan himbauan tersebut kepada seluruh jajaran pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat religius dan memperkuat nilai-nilai kesantrian serta keagamaan di Kabupaten Bondowoso.

“Imbauan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai santri dan identitas keagamaan yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bondowoso,” demikian bunyi surat edaran tersebut.

Dengan adanya himbauan ini, suasana peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Pemkab Bondowoso diharapkan berlangsung lebih semarak, religius, dan penuh makna.

images (15)

BPBD Pastikan Kesiapan Sarana dan Personel Hadapi Potensi Bencana

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso memastikan seluruh sarana, prasarana, serta personel dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi bencana pada musim hujan tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai peralatan pendukung penanganan bencana.

“Kita sudah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat-alat seperti tenda pengungsian, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta perlengkapan medis. Apel ini untuk memastikan semua dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Kristianto juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana, melibatkan instansi pemerintah, relawan, serta masyarakat.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh unsur agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Pihaknya berharap, melalui koordinasi yang solid dan keterlibatan aktif masyarakat, dampak bencana selama musim hujan dapat diminimalkan secara maksimal.

images (15)

Pemkab Bondowoso Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai pada pekan ketiga Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Langkah ini diwujudkan melalui forum koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, media, dan relawan, yang digelar di Alun-Alun RBA Kironggo, Jumat (17/10/2025).

Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Bondowoso.

“Bencana adalah urusan bersama. Kami mengundang semua pihak, termasuk media, karena kelima unsur ini akan bersama-sama dalam menghadapi bencana,” ujar Bupati Hamid.

Kabupaten Bondowoso memiliki potensi bencana yang cukup kompleks, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan. Karena itu, Pemkab menitikberatkan langkah penanganan pada upaya mitigasi dan pencegahan berbasis komunitas.

“Risiko bencana bisa kita kurangi jika kita siap menghadapinya. Edukasi kepada masyarakat, menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta koordinasi dengan pihak irigasi dan dinas teknis menjadi langkah penting dalam pencegahan,” jelas Bupati.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.

Berdasarkan peta kajian risiko bencana, sejumlah kecamatan di Bondowoso tercatat sebagai wilayah paling rawan, antara lain Maesan, Sukosari, wilayah Tenggarang, Kecamatan Bondowoso, Tapen, Kelabang, dan Cermee.

FB_IMG_1773966750014

“Untuk banjir, kami masih mewaspadai kawasan kota akibat drainase yang tersumbat. Sementara untuk daerah luar kota, fokus utama kami adalah kawasan Ijen. Di sana sudah dipasang alat deteksi dini karena termasuk zona prioritas,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana, Pemkab Bondowoso telah membentuk 11 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang melibatkan pelajar tingkat SD hingga SMP. Selain itu, edukasi kebencanaan juga terus diberikan kepada masyarakat, termasuk sosialisasi menghadapi potensi gempa.

“Edukasi penting agar masyarakat tahu cara evakuasi saat keadaan darurat. Kami sarankan agar dokumen penting disiapkan dalam satu tas khusus, sehingga dapat dibawa dengan cepat saat terjadi bencana,” imbaunya.

Meski menghadapi tantangan berupa pemotongan anggaran tahun 2026, Pemkab Bondowoso tetap berkomitmen menjaga Indeks Ketahanan Daerah (IKD) melalui berbagai program prioritas.

“Indikator penting seperti pembentukan Destana dan penyusunan dokumen perencanaan akan tetap diupayakan. Jika tidak teranggarkan di APBD, kami akan mendorong optimalisasi Dana Desa yang memang sudah dialokasikan untuk penanganan bencana,” tegas Bupati Hamid.

 

 

images (15)

Gara Gara Sopir Teledor Truck Box Adu Banteng Sama Pick up L300

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Terjadi kecelakaan Sebuah truk box dengan mobil pick up bermuatan ikan di Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo, Kamis (16/10/2025) sore. Satu orang dikabarkan tewas dalam peristiwa ini.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu Darmawan membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan, kecelakaan terjadi sekira pukul 15.00 WIB.

“Betul, kejadiannya di selatan Masjid Uswatun Hasanah, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi,” terang Andi.

Kecelakaan bermula saat truk box yang dikemudikan ISI (27), warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju selatan.

Truk box berwarna putih dengan nomor polisi N 8XX5 UW tersebut juga membawa seorang penumpang laki-laki berinisial MRS (25), asal Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Setibanya di lokasi kejadian, truk box berusaha menyalip kendaraan lain didepannya. Namun, dari arah berlawanan datang mobil pick up Mitsubishi L300 bernopol DK 8XX2 QS bermuatan ikan.

FB_IMG_1773966750014

Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terelakkan. Truk box adu moncong dengan mobil pick up yang ditunggangi oleh dua pria asal Jembrana, Bali, yakni AYN (57) dan SHI (55).

“Karena jarak terlalu dekat dan sopir truk box tidak bisa menghindar, sehingga menabrak bagian depan mobil pick up bermuatan ikan,” ungkapnya.

Benturan keras itu mengakibatkan bagian depan kedua kendaraan mengalami ringsek, terparah mobil pick up. Kecelakaan ini juga membuat muatan ikan tumpah di jalan.

Pengemudi dan penumpang mobil pick up sempat terjepit di dalam kabin sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga sekitar dan petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP)

“Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi, namun penumpang mobil pick up berinisial SHI meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Andi.

Selain mengevakuasi korban, pihak kepolisian juga mengamankan kedua kendaraan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi untuk tahap penyelidikan lebih lanjut,” teeangnya. (mam)

images (15)

Ribuan Santri Bondowoso Gelar Aksi Damai, Protes Tayangan Trans7 yang Dinilai Cemarkan Nama Baik Kiai dan Pesantren

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Ribuan santri dan alumni pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Aliansi Santri dan Alumni Pondok Pesantren se-Bondowoso menggelar aksi damai dan doa bersama, Kamis (16/10/2025).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap program televisi “Xpose Uncensored” yang tayang di Trans7, karena dinilai menyudutkan dan mencemarkan nama baik kalangan pesantren serta para kiai, khususnya KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di depan Monumen Gerbong Maut, Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Ribuan massa tampak mengenakan sarung, baju putih, serta atribut khas santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Bondowoso.

Koordinator aksi, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral para santri dan alumni pesantren untuk menjaga kehormatan ulama dan marwah pesantren sebagai benteng moral bangsa.

“Tujuan aksi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral santri dan alumni pesantren untuk menjaga kehormatan ulama serta marwah lembaga pesantren yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Abdul Wahid menegaskan bahwa para santri mengecam keras konten tayangan yang disiarkan oleh Trans7.

“Kami terpaksa turun ke jalan untuk membela kiai. Jika tidak ada tindakan tegas terhadap pihak Trans7, kami siap mendatangkan massa yang lebih banyak,” tegasnya.

Aksi damai tersebut berjalan tertib dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan para ulama serta kejayaan pesantren di Indonesia.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh sejumlah tokoh santri dan kiai, di antaranya Muklas Jailani, KH. Abdul Wahid Imam, KH. Ghazali Utsman, KH. Ali Mudatsir, KH. Imam Haromain, dan beberapa kiai besar lainnya.

images (15)

Kembangkan Potensi Daerah serta Pelayanan Publik Terintegrasi Berbasis Aglomerasi.Tiga Kepala Daerah di Tapal Kuda Sepakat Jalin Kerjasama

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Situbondo, dan Jember resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan Kemasyarakatan, dan Pengembangan Potensi Daerah serta Pelayanan Publik Terintegrasi Berbasis Aglomerasi.

Penandatanganan dilakukan pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Pendopo Raden Bagus Asra Kabupaten Bondowoso. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, dan Bupati Jember Muhammad Fawaid.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Abdul Manan, menjelaskan bahwa kerja sama ini diatur melalui dokumen kesepakatan bernomor:

100.3.7.1/065/431.011/2025 (Kabupaten Situbondo),

100.3.7.1/38/Kb/4305 (Kabupaten Bondowoso), dan

100.3.7.1/11/35.09.1.11/2025 (Kabupaten Jember).

Abdul Manan mengatakan, kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas wilayah di kawasan Tapal Kuda, khususnya dalam mendorong pembangunan yang terintegrasi dan berkeadilan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat potensi daerah, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat di tiga kabupaten,” ujarnya.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam dokumen tersebut, disepakati sejumlah tujuan utama, antara lain:

1. Menjadikan Situbondo, Bondowoso, dan Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal dan konektivitas kawasan.

2. Mengintegrasikan rantai pasok, pengolahan, dan pemasaran antarwilayah pada sektor unggulan daerah.

3. Mendorong industrialisasi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.

4. Memperkuat pemerataan pembangunan melalui kolaborasi program dan anggaran lintas wilayah.

FB_IMG_1773966750014

5. Menjadi proyek percontohan kolaborasi antar daerah yang mendukung kebijakan nasional dan Provinsi Jawa Timur.

6. Meningkatkan kunjungan wisatawan antar daerah dan mengoptimalkan jaringan transportasi darat, laut, dan udara.

7. Memperkuat ketahanan pangan regional melalui peningkatan distribusi dan ketersediaan pangan lokal.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan ekonomi kawasan berbasis potensi lokal, penguatan konektivitas dan infrastruktur, pengembangan pariwisata lintas daerah, ketahanan pangan, perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan hidup, hingga kolaborasi anggaran dan model pembiayaan.

Pelaksanaan dan Pengawasan

Pelaksanaan kerja sama teknis akan dituangkan lebih lanjut dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) antarperangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya.
Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, akan dibentuk tim koordinasi atau tim kerja bersama dari ketiga pemerintah daerah. Tim ini bertugas melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Segala biaya yang timbul dari pelaksanaan kesepakatan bersama ini akan dibebankan kepada anggaran masing-masing daerah sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jangka Waktu dan Ketentuan Lain

Kesepakatan bersama ini berlaku selama lima tahun, dan dapat diperpanjang melalui kesepakatan tertulis antara para pihak. Apabila salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama sebelum masa berlaku berakhir, maka harus memberitahukan secara tertulis kepada pihak lain paling lambat tiga bulan sebelumnya.

Selain itu, apabila terdapat kebijakan baru pemerintah atau perubahan peraturan perundang-undangan yang berdampak pada pelaksanaan kerja sama, para pihak akan melakukan musyawarah dan penyesuaian bersama.

Penandatanganan Kesepakatan

Dokumen kesepakatan tersebut ditandatangani dalam tiga rangkap bermaterai cukup oleh para bupati dan disaksikan pejabat dari masing-masing daerah. Setiap rangkap memiliki kekuatan hukum yang sama dan menjadi arsip resmi bagi masing-masing pemerintah daerah.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan wilayah Bondowoso, Situbondo, dan Jember dapat tumbuh menjadi kawasan aglomerasi yang maju, terhubung, dan sejahtera.

 

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih